Menurut Herman¸ dirinya dan warga Buntal serta Kampung Kembo mengkhawatirkan pengerjaan jalan Pota-Waekulambu terancam tidak selesai tepat waktu¸ karena tidak ada tanda-tanda aktifitas yang serius dari perusahaan di lokasi proyek sejak Desember 2020.
Kami minta¸ kata Herman¸ Dinas PUPR Provinsi NTT untuk meingatkan kontraktor (PT. BCT) agar serius kerja. Bila perlu mengambil tindakan tegas apabila kontraktornya masih masih menunda-nunda waktu dan tidak mengerjakan proyek tersebut.
“Kami minta Dinas PU (Dinas PUPR NTT) perhatikan agar kontraktor tanggungjawab kerja, jika tidak PHK saja dan kasih perusahaan (kontraktor) lain kerja. Kasihan kami ini pak, bapak Gubernur NTT, Viktor Lasikodat sudah kasih anggaran untuk kerja jalan dan kami nikmati, tetapi bisa sia-sia akibat perbuatan kontraktor yang tidak serius¸“ tegasnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hal senada di sampaikan Yohanes Supar¸ warga dusun Kembo Desa Golo Lijun¸ Kecamatan Elar Kabupaten Manggarai Timur. Kepada tim media ini (melalui sambungan telephon selulernya pada Rabu¸ 20 /01/2021)¸ Ia mengungkapkan bahwa kondisi ruas jalan Pota-Waekulambu¸ khususnya dari kampung Buntal menuju Dusun Kembo berlubang dan rusak parah¸ dan belum diperbaiki hingga sampai saat ini.

Ikuti Kami
Subscribe































