Gambar istimewah
onlinentt.com-Rote Ndao-Pelayanan di Puskesmas berdasarkan nomor urut dimulai dengan pasien mengambil nomor antrean di loket skrining/pendaftaran. Kemudian oleh petugas memanggil pasien sesuai urutan nomer untuk registrasi dan selanjutnya diikuti dengan pemeriksaan dan pelayanan kesehatan.
Namun hal itu justru berbeda dengan pelayanan yang dilaksanakan oleh para petugas medis di Puskesmas Batutua.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam melakukan pelayanan, para petugas medis di Puskesmas ini lebih mementingkan hubungan kedekatan atau kekerabatan.
Seperti dikeluhkan salah seorang ibu pasien balita yang enggan menyebutkan namanya, bahwa untuk mendapatkan pelayanan terhadap balitanya yang sedang sakit pilek, dia mendaftar di loket pendaftaran
sejak pukul 7:30 sampai dengan 9.00 Wita dengan perolehan nomer urut adalah nomor tiga.
Setelah itu, kemudian oleh petugas medis dipanggil untuk masuk ke ruang poli umum.
Disitu, setelah pemanggilan nomor urut 1 dan 2, bukannya petugas melanjutkan pemanggilan nomor urut 3, melainkan melanjutkan ke nomor urut 4, beralasan, bahwa pasien balita nomer itu karena sedang menderita gangguan pernapasan.
“Sedangkan beta lihat pasien balita yang dimaksud tidak ada gangguan pernapasan sebab sedang digendong dalam keadaan tertidur,” ungkap ibu balita ini.
Diteruskan ibu balita ini, karena tak kunjung mendapatkan pelayanan dan menunggu hingga pukul 10.00 wita, dia bersama balitanya pulang.
“Karena cara pelayanan model seperti ini, saya minta Bupati Rote Ndao dapat mempertimbangkan kembali Kepala Puskesmas untuk ditempatkan di Puskesmas ini kalau tidak akan merugikan masyarakat lainnya,” tandasnya. *

































