Gambar ilustrasi
onlinentt.com-Rote Ndao-Kerjasama media dengan pemerintah daerah Rote Ndao diduga sarat permainan.
Hal itu terungkap ketika penanggung jawab media onlinentt.com yang ditelepon oleh salah seorang pemimpin media online, bahwa Kepala Bagian Umum Setda Rote Ndao, Romi Laapen memanggil untuk mendatangi ruangan bagian umum.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penanggung jawab media onlinentt.com yang ditemani oleh salah seorang teman wartawan RRI saat mendatangi kepala bagian umum sudah tidak berada tempat. Namun dari salah seorang staf perempuan mengaku kalau kepala bagian umum sedang keluar dalam urusan lain.
Beberapa menit penanggung jawab media onlinentt.com bersama teman wartawan RRI yang hendak balik pulang kembali diberitahukan oleh salah seorang staf itu kalau untuk urusan media dapat menemui salah seorang staf laki laki bernama inisial RT.
Dan berselang beberapa saat kemudian staf ini pun datang dan mengajak penanggungjawab media onlinentt.com untuk masuk ke dalam ruangan kepala bagian umum, Romi Laapen untuk berbicara terkait kerjasama.
Dalam ruangan itu, staf ini menjelaskan secara detail soal kerjasama dan sejumlah syarat serta kewajiban administrasi yang harus dipenuhi oleh media dalam hal kerjasama.
Selain itu dia juga menjelaskan ada dua media online yang tidak memenuhi syarat administrasi sehingga tidak diakomodir dalam kerjasama dengan pemerintah daerah, (Pemda), Rote Ndao.
Selanjutnya, selesai mendengarkan penjelasan staf ini penanggung jawab media onlinentt.com pun pergi bersama teman wartawan RRI.
Tapi anehnya, pada malamnya sekitar pukul 10 lewat wita, ada pengakuan dari salah seorang pemimpin media online yang juga masuk dalam daftar kerjasama media dengan Pemda Rote Ndao, bahwa sudah empat media yang telah mengisi formulir verifikasi termasuk medianya yang dikirim oleh salah seorang staf laki laki bagian umum berinisial RT.
Mendengar info ini kemudian penanggung jawab media onlinentt.com mencoba mengcross cek kebenaran infonya dengan staf RT, melalui nomer WhatsAppnya yang kebetulan telah dimintai sebelumnya.
Selanjutnya penanggung jawab media onlinentt.com mencoba menghubungi staf RT melalui panggilan WhatsApp guna menanyakan prihal kepastian info tersebut.
Dan oleh staf RT mengakui hal itu, bahwa memang benar apa yang disampaikan teman pemilik media online itu.
Tapi saat disinggung mengapa hanya empat media yang dikirimkan formulir verifikasi sementara sesuai daftar kerjasama terdapat delapan media.
Dengan jelas RT mengaku, bahwa yang telah menandatangani formulir verifikasi itu yang telah dinilai akan melanjutkan kerjasama di Tahun 2026.
Sedangkan kembali ditanya mengapa media yang lain, termasuk media onlinentt.com tidak diberikan formulir verifikasi, RT berdalih kalau dirinya yang lupa mengirim.
Pengakuan dari RT ini sangat berbeda dengan pengakuan pemilik media online yang telah menandatangani formulir verifikasi bahwa pengisian formulir verifikasi itu telah diisi semenjak dua hari lalu.
Rentetan kronologis ini tentu mengundang dugaan bagi penanggung jawab media onlinentt.com, bahwa diduga ada permainan untuk menghilangkan beberapa media dari delapan media yang telah terdaftar dengan media lain.
Bahkan oleh Kepala Bagian Umum yang juga dimintai tanggapan malah memastikan bahwa pada esok hari nanti pihaknya akan melakukan pemeriksaan legalitas hukum media tanpa menyebutkan pemeriksaan legalitas hukum model apa terhadap media.
Berita ini akan bersambung dan khusus terkait kerjasama media dengan pemda ini akan menjadi liputan khusus media onlinentt.com.

































