Ketua IPW Tegaskan Pelaku Penganiayaan Dua Debt Collector Asal NTT Ditindak Sesuai Aturan Hukum

- Redaksi

Minggu, 14 Desember 2025 - 10:38 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Dis Amalo Editor : redaksi
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

onlinentt.com-,JAKARTA-Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso menegaskan, pelaku penganiayaan yang menewaskan dua debt collector asal Nusa Tenggara Timur (NTT) harus ditindak sesusai aturan hukum.

 

Sugeng menilai fenomena tersebut merupakan situasi yang kompleks dari sisi sosial, psikologis, dan hukum. Situasi sosial ekonomi telah membuat warga kesulitan ekonomi sehingga banyak kredit motor macet dan saat itu muncul para debt collector yang juga kesulitan ekonomi tetapi perlilaku mereka terkesan kasar dan diduga cenderung menggunakan kekerasan sehingga menimbulkan antipati.

 

Ia berpendapat, pada sisi lain para petugas polisi dari Pelayanan Markas Kepolisian Negara Republik Indonesia (Yanma Polri) yang adalah kemungkinan istilahnya dinamakan polisi-polisi non job yang sedang menjalani proses pemeriksaan atau “diparkir” dengan tidak mendapat jabatan yang menimbulkan perasaan setengah putus asa.

Baca Juga :  Okto Ello Siap Polisikan Mantan Pj Kades Ronal Haning dan Soleman Su'y

 

“Melihat ada tindakan debt collektor yang diduga kasar dan mungkin pakai kekerasan maka situasi psikologis para anggota Yanma itu mendapatkan tempat pelampiasan maka terjadilah kekerasan yg brutal. Ini adalah pelanggaran hukum dan sudah benar diproses. Ya…dilakukan penindakan sesuai hukum,” kata Sugeng kepada onlinentt.com yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp di Jakarta, Minggu (14/12/2025).

Baca Juga :  Investasi Ikan Kerapu Gagal, Anggaran Rp 7,7 M ‘Dibuang’ ke Laut

 

Dua orang debt collector asal Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang meninggal yakni Miklon Edisafat Tanone dan Noverge Aryanto Tanu. Keduanya  tewas setelah dikeroyok secara brutal di kawasan Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan pada, Kamis 11 Desember 2025.

 

Polda Metro Jaya menangkap dan menetapkan enam orang anggota Yanma Polri sebagai pelaku penganiayaan atas tewasnya dua debt collector tersebut.*

Berita Terkait

Perkuat Kepastian Hukum Aset Pertahanan, Kantor Pertanahan Rote Ndao Serahkan Sertipikat Hak Pakai kepada Kementerian Pertahanan
Dari Ruang Aspirasi ke Jalan Damai, Paulus Henuk Temui Warga Loman dan Buka Ruang Mediasi
Sekda Rote Ndao Tidak Sediakan Buku Tamu Bagi Setiap Orang yang Bertamu
Juknis Sudah Jelas, Mengapa Kepsek Joseph Liu Sulit Bentuk P2SP dan Rekrut Guru?
66 Tahun Peringatan UUPA, Kementerian ATR/BPN Akselerasi Sejumlah Program Strategis di Bidang Pertanahan dan Tata Ruang
Sertipikat Tanah Wakaf Buka Jalan Lebih Lebar bagi Pendidikan Muhammadiyah di Pohuwato
Kendaraan Dinas Bukan Kendaraan Pribadi, Jam Dinas Usai Kembali ke Garasi ?
Paulus Henuk Bahas Perlindungan ASN Rote Ndao di Papua Mulai Mendapat Titik Terang

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 19:48 WITA

Martha Floria Yanti Teuf, S.Pd: Menapaki Perjalanan dengan Hati, Mengabdi dengan Kasih, dan Bertumbuh dalam Ketekunan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:05 WITA

Sidang III Ditutup, Paulus Henuk Tegaskan Pemerintahan Harus Berujung pada Kepentingan Rakyat

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:12 WITA

Paulus Henuk Dorong Keterbukaan Informasi Jadi Budaya Pelayanan Pemerintahan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:13 WITA

DPRD dan Pemkab Rote Ndao Sahkan Raperda Perubahan APBD 2026 Dalam Penutupan Sidang III

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:30 WITA

MasNya ATR/BPN Diluncurkan, Masyarakat Bisa Tanya Soal Layanan Pertanahan Lewat Live TikTok

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:53 WITA

Bupati Paulus Henuk Buka Ruang Dialog Bersama Klasis Rote Barat Laut, Pemerintah dan Gereja Perkuat Peduli Terhadap Warga

Kamis, 1 Oktober 2026 - 02:39 WITA

Rote Ndao Raih Penghargaan Kabupaten Terentaskan Paling Progresif, Bupati Paulus Henuk Jadi Narasumber Knowledge Sharing Pembangunan Daerah 2026

Rabu, 30 September 2026 - 14:00 WITA

Kepsek SDN Mbadokai Rekrut Panitia Didominasi Guru, Beni Nalle Mengaku Tidak Tahu

Berita Terbaru