onlinentt.com-Rote Ndao-Adalah aneh, sejumlah wartawan yang bertugas melakukan peliputan di lingkup Pemda Rote Ndao harusnya diundang dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan, (Musrenbang) karena acara tersebut merupakan forum publik yang berkaitan dengan kebijakan pembangunan.
Tapi hal ini berbeda dengan Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Kabupaten Rote Ndao, dalam pelaksanaan Musrembang yang diselenggarakan berkaitan dengan kebijakan pembangunan, malah tidak mengundang sejumlah wartawan untuk melalukan peliputan. Hal ini tentu menjadi keanehan dan mengundang pertanyaan besar, Ada Apa gerangan?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Wartawan onlinentt.com, Johanes Henuk, kepada media mengaku sejauh ini tidak menerima undangan baik lisan maupun tertulis dari pihak Bapelitbang, terkait pra dan pembukaan Musrenbang pada Jumat, (24/04/2026).
Bahkan dia menduga ada unsur kesengajaan oleh Bapelitbang untuk tidak menghadirkan media dalam melakukan peliputan terhadap kegiatan ini. Pada hal peran media sangat penting dalam mengawal pelaksanaan kebijakan pembangunan.
Menurut Henuk, Musrenbang adalah ajang partisipasi masyarakat dan pers berperan sebagai fungsi kontrol sosial untuk meliput dan mempublikasikan hasil perencanaan tersebut.
“Secara struktural, tidak ada larangan resmi bagi pers untuk meliput kegiatan Musrenbang, bahkan di tingkat Kabupaten, Kecamatan atau Desa, sehingga bila media atau wartawan tidak diundang ini menjadi pertanyaan besar ada apa?
Dijelaskan Johanes, Wartawan dilindungi oleh undang-undang (UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers) saat menjalankan tugas jurnalistiknya, termasuk meliput kegiatan pemerintahan seperti Musrenbang karena di era keterbukaan informasi, kehadiran wartawan didukung oleh prinsip keterbukaan informasi publik, yang menjamin akses masyarakat terhadap informasi pembangunan.
“Namun secara umum diperbolehkan atau tidak kehadiran wartawan dalam Musrenbang untuk melakukan peliputan terkadang bergantung pada pengambil kebijakan, “sebutnya.
Mengakhiri pernyataannya, sosok yang melalang buana di dunia persa selama 26 tahun ini berharap Bapelitbang dapat memahami peran pers dalam mengawal kebijakan pembangunan agar ke depan jangan menyepelekan peran pers di Rote Ndao.*

Ikuti Kami
Subscribe































