Sudah 3 Bulan Tapi Progres Fisik Jalan Provinsi Pota-Wae Kulambu Masih Nol Persen

164

onlinentt. com-Borong– Progres fisik proyek peningkatan ruas jalan provinsi Pota-Wae Kulambu batas Manggarai timur-Ngada, Kabupatened= Manggarai Timur lebih kurang 4 km, (red=1 km hotmix dan 3 km GO/perkerasan) yang dikerjakan oleh PT. Bina Citra Teknik (BTC), sudah tiga bulan masih 0 % di MC 0. Padahal proyek tersebut dikontrak sejak Oktober Tahun 2020 lalu.

Pantauan tim investigasi media ini¸, badan Jalan provinsi, ruas Pota-Waekelambu masih berupa tanah. Di bagian kiri dan kanan jalan itu, membentang areal persawahan milik warga.
Hampir sepanjang jalan kurang lebih 4 km berlubang, bahkan menyerupai kubangan.

Para pengendara; baik kendaraan roda dua maupun empat yang melintas di ruas jalan tersebut harus berhati-hati karena badan jalan yang licin.

Di beberapa titik terdapat aliran air yang berasal dari areal persawahan masyarakat.

Lokasi proyek, mulai dari kampung Buntal (4 pohon tempat wisata WNA Prancis, red) hingga kampung Kembo, tidak ada tanda-tanda aktivitas pekerjaan proyek.

Base Camp tampak sepi dan lengang, tak ada aktivitas apapun. Pintu base camp tampak tertutup rapat.

Sekitar lokasi proyek, terlihat ada 2 unit excavator (merk Hyundai), di mana satu unitnya parkir di base camp (di samping jembatan Buntal¸ red). Sedangkan yang satunya tampak berada di depan SDI Kembo, Desa Golo Lijun yang digunakan untuk membelah bukit dan mengambil batu untuk digunakan sebagai pasangan saluran.

Selain itu, tampak juga beberapa tumpukan batu putih sejenis batu kapur yang siap diangkut ke titik lokasi pengerjaan proyek.

Ada pula 4 tumpukan sertu lebih kurang 2 reit yang di loksi proyek, tepat di pinggir pematang sawah Kampung Buntal. Ada pula beberapa tumpukan pasir di samping jembatan Buntal.

Informasi yang dhimpun tim media, PT. BTC sebagai kontraktor pelaksana proyek tersebut, mengambil pasir dari sungai Buntal tanpa mengantongi izin secara resmi (ilegal).

Perusahaan yang beralamat di Jalan Kelimutu Kabupaten Ende itu juga diduga tidak memiliki izin quary dan stone crusher serta memiliki Aspal Mixing Plan, (AMP).

Direktur PT. Bina Citra Teknik¸ Kosmas Heng yang dikonfirmasi Tim Investigasi melalui telepon celulernya dan pesan WhatsApp/WA pada Senin (18/01/2021) mengaku, realisasi fisik proyek tersebut sebenarnya sudah mencapai 7¸44 %.

“Progress di lapangan 7,44 persen pak karena ada beberapa item yang sudah masuk progres tersebut seperti mobilisasi, K3, pembersihan dan pengupasan lahan¸” jelasnya.

Sesuai rencana, jelas Cosmas Heng¸ pekerjaan hotmix akan dikerjakan di bulan April 2021 dimasa akhir kontrak proyek. Sedangkan untuk urukan pilihan atau urpil akan diturunkan secepatnya. “hotmix rencana diakhir kontrak bulan april, sementara urpil minggu ini sudah mulai stok materialnya¸” tandasnya.

Menurut Kosmas Heng¸ persoalan keterlambatan pengerjaan proyek dan ketidakmajuan progres proyek tersebut karena terkendala cuaca hujan di lokasi proyek.

“Kendala curah hujan yang tinggi. Selain itu waktu kontrak awal masih tunggu tim dari SMI, (Sarana Multi Infrastruktur) turun MC 0. Sehingga waktu sisa kami efektifkan untuk kejar fisik yang tertinggal,” jelasnya.

Terkait keterbatasan karena ketiadaan sarana alat kerja pendukung, seperti tom crusher dan Aspal Mixing Plan (AMP)¸ Kosmas Heng mengungkapkan stone crushernya sudah ada, yakni di Kabupaten Nagekeo. Sementara AMP masih dalam proses pengiriman dari Surabaya ke lokasi proyek.

“Tersedia Cruser (stone crusher/alat pemecah batu) saya sudah ada di Nagekeo dari 2009 Pak. AMP dalam proses pengiriman dan Februari 2021 pemasangannya¸” katanya.

Selanjutnya terkait dugaan pasir dari sungai Buntal tanpa izin resmi/izin quary¸ Direktur PT. BTC menjawab, pihaknya telah mendapatkan izin dari Kepala Desa setempat.

“Kepala Desa Golo Lijun dengan janji retribusi ke pihak Desa dan dinas terkait. “Kami sudah ijin di ibu desa… nanti ada restribusi desa, selain restribusi galian gol.c ke dinas terkait¸” pungkasnya.

Kepala Dinas PUPR NTT,
Ir. Maksi Nenabu.¸ MT yang dikonfirmasi Tim Media ini di ruang kerjanya, Senin (18/01/2021)¸ menjelaskan pihaknya telah memerintahkan perusahaan kontraktor tersebut (PT. Bina Citra Teknik¸ red) untuk segera mengerjakan proyek tersebut dan mengejar ketertinggalan progress yang ada¸ mengingat target waktu penyelesaian proyek ruas jalan Pota-Waekelambu hampir lima puluh persen.

“Kemarin saya sudah telpon dan perintahkan kontraktor untuk segera mengerjakan proyek itu. Kita juga akan lakukan presure, biar kontraktornya tidak kerja main-main¸ harus sungguh-sungguh¸” jelasnya.

Maksi Nenabu juga meminta semua pihak untuk mendukung pengerjaan proyek ruas Pota-Waekelambu yang sementara dikerjakan¸ karena bermanfaat untuk masyarakat pengguna jalan tersebut.

“Kita semua dukung supaya proyek itu dikerjakan dan cepat selesai¸ masyarakat menunggu kita kerjakan¸” imbuhnya. *tim

Comments
Loading...