onlinentt.com –Rote Ndao- Tidak semua tindakan besar lahir dari jabatan yang tinggi atau sorotan publik yang luas. Terkadang, kepedulian sederhana justru menjadi bukti nyata hadirnya kemanusiaan di tengah masyarakat.
Prinsip itulah yang tampaknya dipegang oleh anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao, Adrianus Pandie, SH, yang akrab disapa masyarakat dengan panggilan “Opa Anus” atau “Abang”.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Beberapa waktu lalu, namanya menjadi perbincangan masyarakat setelah membantu menyediakan kursi roda bagi seorang warga Desa Oetefu yang mengalami stroke. Kini, kepeduliannya kembali menyentuh hati masyarakat Kecamatan Ndao Nuse.
Saat melaksanakan reses Tahun I 2026 di Dusun Mbay, Desa Anarae, Kecamatan Ndao Nuse, Adrianus Pandie menyempatkan diri mengunjungi Puskesmas Ndao.
Dalam kunjungan tersebut, ia mendengar langsung kondisi tenaga cleaning service yang selama ini belum memperoleh pembayaran upah melalui APBD dan hanya mengandalkan iuran sukarela dari para pegawai puskesmas.
Mendengar kondisi tersebut, Opa Anus mengaku prihatin. Tanpa banyak bicara, ia memutuskan untuk membantu dengan menanggung pembayaran upah tenaga cleaning service tersebut setiap bulan menggunakan dana pribadinya.
Keputusan itu sontak mendapat apresiasi dari berbagai kalangan masyarakat. Banyak warga menilai langkah yang diambil Adrianus Pandie merupakan bentuk kepedulian yang tulus dan jarang ditemui dalam dunia politik.
Bagi masyarakat Ndao Nuse, bantuan tersebut mungkin terlihat sederhana.
Namun bagi tenaga cleaning service yang setiap hari menjaga kebersihan fasilitas kesehatan, perhatian itu memiliki arti yang sangat besar.
Kepedulian seperti inilah yang membuat sosok Adrianus Pandie dikenal luas di tengah masyarakat Rote Ndao. Dengan gaya hidup yang sederhana dan rendah hati, ia lebih memilih bekerja dan membantu tanpa banyak publikasi.
Sejumlah warga bahkan menyebut bahwa karakter dermawan yang dimiliki Opa Anus bukanlah sesuatu yang baru. Selama ini, ia dikenal sering membantu masyarakat yang menghadapi kesulitan, khususnya dalam bidang sosial dan kemanusiaan.
Ditemui di kediamannya, Jumat (5/6/2026), Adrianus Pandie menegaskan bahwa bantuan tersebut murni didasari rasa kemanusiaan dan tidak memiliki kepentingan lain.
“Yang saya lakukan murni karena rasa prihatin dan kemanusiaan. Hal seperti itu bukan sesuatu yang baru bagi saya. Saya sudah sering melakukannya,” ujar Opa Anus.
Ia menjelaskan bahwa pembayaran upah tenaga cleaning service tersebut direncanakan mulai dilakukan pada bulan Juni 2026. Saat ini dirinya masih menunggu data rekening dan identitas penerima untuk proses penyaluran bantuan.
“Saya sudah meminta nomor rekening, nomor telepon dan nama adik yang bekerja sebagai cleaning service melalui Pak Camat. Kalau datanya sudah dikirim dalam satu dua hari ini, maka bantuan akan segera dibayarkan,” katanya.
Bagi sebagian orang, tindakan itu mungkin terlihat kecil. Namun di balik kesederhanaannya, terdapat pesan penting bahwa kepedulian terhadap sesama tidak selalu harus menunggu kesempatan besar.
Kadang-kadang, perhatian terhadap kebutuhan paling mendasar justru menjadi bentuk pelayanan yang paling bermakna.
Di tengah berbagai dinamika kehidupan sosial, sosok Adrianus Pandie menunjukkan bahwa politik tidak hanya berbicara tentang kekuasaan dan kebijakan, tetapi juga tentang kehadiran dan kepedulian terhadap mereka yang membutuhkan.*

Ikuti Kami
Subscribe


















