Calon Kades Bermain Politik Uang Dinilai Cacat Moral

- Redaksi

Minggu, 14 Juni 2026 - 16:07 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Johanes Henuk Editor : Redaksi
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ROTE NDAO-onlinentt.com-Menjelang pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di Rote Ndao, sejumlah bakal calon dan pendukungnya diisukan berpotensi bermain curang yakni praktik politik uang. Hal itu bisa lakukan karena ada bakal calon kepala desa tertentu yang merasa diri tidak memiliki elektabilitas dan rendahnya tingkat kesukaan masyarakat terhadap dirinya.

 

Seharusnya seorang calon kepala desa yang memiliki kapasitas, integritas, dan dukungan masyarakat yang kuat seharusnya tidak perlu takut menghadapi kompetitor dalam kontestasi politik.

 

Sebelum pemilihan, namun ada indikasi bakal calon kepala desa berpotensi bermain politik uang. Jika ada upaya curang yakni politik uang maka itu pertanda sebagai rasa ketakutan menghadapi persaingan dan kemungkinan mengalami kekalahan karena politik uang tidak menjamin kemenangan mutlak.

 

Pengamat politik dari Universitas Muhammadyah Kupang Dr. Ahmad Atang

dalam pandangannya mengatakan

bahwa politik uang dalam Pilkades tidak masuk dalam ranah perbuatan pidana karena tidak diatur dalam undang-undang desa. Praktik politik uang hanya masuk dalam sanksi moral.

Baca Juga :  Pilkades Serentak di Rote Ndao Tunggu Kepastian Desa Definitif dari Kemendagri

 

Menurut Ahmad, calon kepala desa yang berpolitik uang karena sudah cacat moral di tengah masyarakat sehingga dia bermain curang yakni menggunakan uang untuk meraih jabatan. Jika masyarakat cerdas maka tidak akan memilih calon kepala desa yang berpolitik uang.

 

“Calon Kades dianggap punya cacat moral di masyarakat karena menggunakan uang untuk raih jabatan. Jika masyarakat cerdas maka tidak akan memilih calon seperti itu,” kata Ahmad kepada onlinentt.com, Minggu (14/6/2026) petang.

Baca Juga :  Ambisi Jadi Kepala Desa Namun Berharap Calon Tunggal Dinilai Bertentangan dengan Semangat Demokrasi

 

Ia optimis calon Kades yang iming-iming berpolitik uang sebelum pilkades akan merugikan diri sendiri karena masyarakat sudah pintar menjatuhkan pilihan kepada calon yang dinilai memiliki kemampuan untuk memimpin.

 

“Masyarakat sudah pintar jadi dia tidak akan memilih calon kades yang curang dengan bermain uang untuk mendapat jabatan. Politik uang tidak menjamin kemenangan,” kata Ahmad.

 

Regulasi mengatur jika seorang calon kepala desa diketahui melakukan pelanggaran seperti politik uang, maka yang bersangkutan didiskualifikasi.*

Berita Terkait

Ketika BBM Menghilang di Penjualan Eceran, Sebagian Anak Anak Tidak Bersekolah, Bangku Sekolah Kosong
Ke Mana BBM dari Antrean Panjang SPBU Sanggaoen? Warga Menunggu, Minyak Eceran Justru Menghilang
Bahasa Ibu di Ambang Punah, Pemerintah Perlu Ambil Sikap
Sertipikat Sekolah Rakyat Diserahkan, Pemkab Rote Ndao Pastikan Aset Pendidikan Berdiri di Atas Dasar Hukum
Sidang III Ditutup, Paulus Henuk Tegaskan Pemerintahan Harus Berujung pada Kepentingan Rakyat
MasNya ATR/BPN Diluncurkan, Masyarakat Bisa Tanya Soal Layanan Pertanahan Lewat Live TikTok
Bupati Paulus Temui Menteri KKP: K-SIGN Harus Jalan, Jangan Korbankan Masa Depan Rote Ndao karena Kepentingan Politik
Dari Jakarta untuk Desa-Desa Rote Ndao, Paulus Henuk Pastikan Verifikasi Pemekaran Segera Bergulir
Tag :
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:27 WITA

32 Tahun Mengabdi di Rote Ndao, Karolus Laga Masan Memilih Setelah Pensiun Menetap: “Tanah Ini Sudah Menjadi Negeri Ayah dan Ibu Kedua”

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:21 WITA

Bupati dan Wakil Bupati, ASN, DPRD dan Polisi Punya Jalur BBM, Wartawan Untuk Dapat Setetes Saja Sulit

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:14 WITA

Barcode BBM Diduga Dimanipulasi, Satu Mobil Bisa Isi Berulang Kali? Polisi dan Samsat Harus Bertindak!

Senin, 19 Oktober 2026 - 01:26 WITA

Dari Lobalain Menatap IPDN, Kaleb Bessie Buktikan Perjuangan Anak Rote Ndao Tak Berhenti di Batas Pulau

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:49 WITA

Ke Mana BBM dari Antrean Panjang SPBU Sanggaoen? Warga Menunggu, Minyak Eceran Justru Menghilang, Di Mana Satgas BBM dan Tim Pemantau BBM?

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:26 WITA

Di Balik Jeruji, 21 Warga Binaan Lapas Ba’a Merajut Kembali Mimpi Lewat Pendidikan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:58 WITA

Masyarakat Rote Ndao “Bak Hidup di Persimpangan Sorga dan Neraka”

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:46 WITA

Data Pertanahan Kantah Kabupaten Karawang Sebagian Besar Telah Dialihmediakan, Masyarakat Diimbau Tidak Khawatir

Berita Terbaru