Layanan Pengukuran Terjadwal Percepat Masyarakat Mendapatkan Peta Bidang Tanah

- Redaksi

Minggu, 13 September 2026 - 18:39 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Humas Kantah Kabupaten Rote Ndao Editor : Redaksi
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

onlinentt.com–Bogor | Bagi masyarakat yang sedang mengurus administrasi pertanahan, kepastian waktu menjadi bagian penting dari sebuah pelayanan.

 

Tidak hanya soal cepat atau lambatnya dokumen selesai, tetapi juga bagaimana pemohon dapat mengetahui tahapan proses yang sedang dijalankan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Pengalaman tersebut dirasakan Iswandi Arfan, warga Kabupaten Bogor, ketika mengurus Peta Bidang Tanah (PBT) melalui layanan Pengukuran Terjadwal di Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Bogor.

 

Menurut Iswandi, layanan Pengukuran Terjadwal memberikan perubahan cukup signifikan terhadap waktu penyelesaian.

 

Jika sebelumnya penerbitan PBT dapat membutuhkan waktu berbulan-bulan, kini proses tersebut dapat berlangsung dalam hitungan hari setelah tahapan pengukuran dilaksanakan.

 

“Jadi untuk PBT awalnya bisa 6-8 bulan. Sekarang beberapa hari sudah selesai karena memang dari proses Pengukuran Terjadwalnya cepat,” ujar Iswandi saat mengambil hasil PBT di Kantah Kabupaten Bogor.

Baca Juga :  Gubernur Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Kantor PT Jamkrida NTT

 

Bagi masyarakat, kecepatan tersebut bukan satu-satunya manfaat. Hal yang juga dianggap penting adalah adanya kepastian mengenai kapan pengukuran dilakukan.

 

Pemohon dapat mengetahui jadwal pengukuran sejak awal sehingga memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai perjalanan proses permohonan.

 

Kondisi ini membuat masyarakat tidak lagi hanya menunggu tanpa mengetahui kapan tahapan pengukuran akan dilaksanakan.

 

“Saya senang karena memang bisa lihat tanggal ukurnya dan sebagainya, jadi lebih akurat, jadi saya sangat mendukung sekali program ini,” tutur Iswandi.

 

Menurutnya, kepastian jadwal turut memberikan rasa nyaman kepada pemohon karena proses pelayanan dapat dipantau secara lebih terukur. Masyarakat pun memiliki pegangan mengenai tahapan yang sedang dan akan dilalui.

Baca Juga :  Kepala Desa Papela Yang Dilantik, Tunda Serah Terima Jabatan

 

Iswandi berharap Pengukuran Terjadwal tidak berhenti sebagai sebuah inovasi pelayanan, tetapi terus dikembangkan sehingga waktu penyelesaian pengukuran maupun PBT dapat semakin singkat.

 

Ia juga melihat penguatan sumber daya petugas pengukuran menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian.

 

Dengan dukungan petugas yang memadai, pelaksanaan layanan diharapkan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat dan berjalan semakin optimal.

 

Manfaat layanan Pengukuran Terjadwal juga dirasakan masyarakat di wilayah Timur Indonesia. Di Kota Kupang, Yeri Prati menjadi salah satu pemohon yang merasakan langsung ketepatan waktu dalam pelaksanaan layanan tersebut.

 

“Hasilnya (Pengukuran Terjadwal) tepat waktu dan saya kira hendaknya Kantah Kota Kupang telah menjalankan tugasnya dengan baik,” ungkap Yeri Prati.

Baca Juga :  Pemkot Gelar FGD Tentang Rencana Pengelolaan Sumber Daya Air

 

Bagi Yeri, ketepatan waktu merupakan bagian penting dalam pelayanan pertanahan karena masyarakat membutuhkan kejelasan ketika mengurus dokumen dan layanan terkait tanah.

 

Pengalaman masyarakat di Bogor dan Kota Kupang tersebut memperlihatkan bahwa pelayanan pertanahan tidak hanya diukur dari produk akhir yang diterima pemohon.

 

Kepastian jadwal, kejelasan tahapan, serta kecepatan penyelesaian menjadi bagian yang semakin penting dalam membangun pelayanan publik yang memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.

 

Melalui Pengukuran Terjadwal, masyarakat mendapatkan kepastian yang lebih baik sejak proses pengukuran dimulai.

 

Pada akhirnya, pelayanan yang memiliki jadwal jelas dan penyelesaian yang terukur dapat membantu mengurangi waktu tunggu sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan pertanahan.*

Berita Terkait

Demi Program Masyarakat Tak Tertunda, DPRD Rote Ndao Percepat Pembahasan APBD Perubahan 2026
APBD Perubahan 2026 Tuntas, Pemkab Rote Ndao Pasang Target 90 Persen dan Tutup Celah Pekerjaan Tertunda
Dari Gerak Tari Resa, Budaya Rote Temukan Panggung untuk Menyapa Dunia
Kantor Pertanahan Rote Ndao dan Bank NTT Bangun Kolaborasi, Dorong Pelayanan Masyarakat Makin Terintegrasi
Rp11,15 Miliar Temuan Desa Masih Menunggu Setoran, 29 Desa Rote Ndao Disorot: Seberapa Serius Tindak Lanjutnya?
Ketika Siswa SMK Negeri 1 Rote Barat Diberi Kesempatan Oleh Hotel Nihi Bo’a Jadi Wajah Rote di Hadapan Wisatawan Dunia
Oktober 2026, Tambak Garam Rote Ndao Diproyeksikan Diresmikan Presiden Prabowo
Batutua Merasa Dianaktirikan, Pemda Dinilai Masa Bodoh di Tengah Geliat Pembangunan Rote Ndao

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 23:47 WITA

Duka Mendalam Keluarga Almarhumah Magdalena Taek, Bupati Paulus Henuk Hadir Beri Penghiburan

Minggu, 6 September 2026 - 22:27 WITA

41 Tahun Bukan Sekadar Angka, Temu Kangen SNAKMA/SPP/SMK-PP Negeri Kupang Satukan Kembali Mereka yang Pernah Berjuang Bersama

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 15:33 WITA

Bupati Yosef Lede: Duka Flores Adalah Duka Kita, Persaudaraan NTT Harus Terus Dijaga

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:24 WITA

Jejak Sang Perintis, Muhammad Aksa Isa dan Fondasi Panjang SMA Negeri 1 Lobalain

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 01:28 WITA

Dari Lontar ke Masa Depan, Bupati Paulus Henuk Dorong Pemuda Rote Ndao Jadi Agen Perubahan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 07:52 WITA

Menikmati Segarnya Pagi di Kolam Kanda Raja, Destinasi Rekreasi Nyaman di Sanggaoen

Jumat, 7 Agustus 2026 - 07:15 WITA

Jejak Kasih Tak Pernah Hilang, Bupati Paulus Henuk Hadiri Upacara Perpindahan Tulang Belulang Almarhum Johanis Feoh di Busalangga

Kamis, 6 Agustus 2026 - 10:04 WITA

Validasi Desil Jadi Fokus Pemkab Rote Ndao, Bupati Paulus Henuk Dorong Akurasi Data untuk Perkuat Perlindungan Sosial

Berita Terbaru