Oktober 2026, Tambak Garam Rote Ndao Diproyeksikan Diresmikan Presiden Prabowo

- Redaksi

Rabu, 9 September 2026 - 12:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : John Henuk Editor : Redaksi
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

onlinentt.com-Rote Ndao — Proyek Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Kabupaten Rote Ndao memasuki tahapan penting. Setelah melalui proses pembangunan dan uji coba produksi, kawasan tambak garam tersebut diproyeksikan memasuki momentum peresmian pada Oktober 2026.

 

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, direncanakan hadir untuk meresmikan kawasan industri garam yang diproyeksikan menjadi salah satu penopang ambisi pemerintah dalam memperkuat produksi garam nasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Rencana tersebut disampaikan Asisten I Sekretaris Daerah Kabupaten Rote Ndao, Anton Banepa. Menurutnya, waktu peresmian masih menyesuaikan agenda Presiden.

 

“Rencananya memang disesuaikan dengan jadwal Bapak Presiden, kemungkinan pada bulan Oktober mendatang,” ujar Anton kepada awak media, Rabu (09/09/2026).

 

Bukan sekadar seremoni, kehadiran Presiden di Rote Ndao nantinya diharapkan menjadi penanda dimulainya babak baru pengembangan industri garam berskala besar di daerah tersebut.

 

Dari Air Laut Menjadi Produksi Bernilai Ekonomi

 

Kawasan tambak garam Rote Ndao mengandalkan sistem evaporasi dengan memanfaatkan panas matahari serta aliran gravitasi antarkolam.

Baca Juga :  Awali Pelayanan dengan Iman, Bupati Paulus Henuk Hadiri Pengukuhan Panitia HUT Persekutuan Doa Sinode GMIT ke-25

 

Air laut terlebih dahulu dipompa menuju pond 0 untuk menjalani proses penguapan. Selanjutnya, air bergerak melalui kolam-kolam secara berjenjang hingga mencapai tingkat kepekatan tertentu sebelum dialirkan ke kolam kristalisasi.

 

Dari sinilah kristal garam terbentuk dan kemudian dipanen.

 

Siklus awal produksi hingga panen perdana membutuhkan waktu sekitar 64 hari. Setelah panen pertama, proses produksi dapat berlangsung secara berkelanjutan dengan interval sekitar satu hingga dua minggu, tergantung ketebalan kristal garam.

 

Model produksi tersebut dirancang untuk memaksimalkan kondisi alam Rote Ndao sekaligus menciptakan pola produksi yang berkesinambungan.

 

Target Hampir 100 Ribu Ton Setahun

Tahap pertama kawasan tambak garam memiliki luasan sekitar 661 hektare, dengan area konstruksi kolam efektif mencapai sekitar 447 hektare. Sementara kolam kristal memiliki luas sekitar 61 hektare.

 

Dengan produktivitas yang ditargetkan mencapai 200 ton per hektare, zona pertama diproyeksikan menghasilkan sekitar 94.000 hingga 95.000 ton garam per tahun.

 

Potensi pengembangan bahkan masih terbuka lebar. Pemerintah menyiapkan pembangunan zona berikutnya dengan tambahan lahan sekitar 754 hektare di kawasan yang berdekatan.

Baca Juga :  Kunjungan Silaturahmi,Program Utama DPW PWOIN Riau

 

Skala tersebut menunjukkan bahwa Rote Ndao tidak lagi sekadar dipandang sebagai daerah penghasil garam tradisional. Kawasan ini mulai diarahkan menjadi salah satu basis industri garam nasional.

 

Pemerintah pusat sebelumnya juga menegaskan pentingnya percepatan operasional K-SIGN agar manfaat pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

 

Saat meninjau kawasan tersebut pada Mei 2026, Wakil Presiden Gibran Rakabuming menekankan bahwa proyek ini diharapkan membuka lapangan pekerjaan dan menghasilkan efek ekonomi bagi masyarakat sekitar.

 

Tenaga Lokal Jadi Bagian Penting

Besarnya proyek tentu membutuhkan sumber daya manusia yang tidak sedikit.

 

Pemerintah Kabupaten Rote Ndao memastikan masyarakat lokal dipersiapkan untuk mengambil bagian dalam operasional tambak.

 

Sejumlah tenaga kerja lokal bahkan telah mulai mengikuti pelatihan teknis sebagai persiapan sebelum kawasan beroperasi penuh.

 

Dengan demikian, investasi di sektor garam diharapkan tidak berhenti pada peningkatan produksi komoditas, tetapi turut menciptakan lapangan pekerjaan baru dan menggerakkan usaha-usaha pendukung di sekitar kawasan.

Baca Juga :  Kegigihan Membangun Rote Ndao Ala Petarung Sejati Paulus Henuk Pasca Refocusing Anggaran

 

Harapan tersebut sejalan dengan pesan pemerintah pusat saat meninjau K-SIGN bahwa penyerapan tenaga kerja lokal harus menjadi salah satu manfaat utama pembangunan kawasan industri garam.

 

Momentum Baru bagi Ekonomi Rote Ndao.

 

Jika rencana peresmian pada Oktober 2026 terealisasi, momentum tersebut akan menjadi salah satu tonggak penting bagi perjalanan K-SIGN Rote Ndao.

 

Di balik hamparan kolam-kolam garam, terdapat harapan agar investasi berskala besar ini mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat: pekerjaan baru, tumbuhnya aktivitas ekonomi, meningkatnya produksi garam nasional, serta terbentuknya ekosistem industri di wilayah kepulauan.

 

Rote Ndao kini tengah menunggu satu momentum penting—ketika proyek yang selama ini dibangun dan diuji mulai memasuki fase produksi dan pengembangan yang lebih luas.

 

Dari pesisir Rote Ndao, produksi garam ditargetkan bukan hanya memenuhi kebutuhan daerah, tetapi ikut memperkuat langkah Indonesia menuju kemandirian garam nasional.*

Berita Terkait

FGD Bersama BPK RI Perwakilan NTT, Pemkab Rote Ndao Dorong Sinergi Transmigrasi dan Pariwisata
Di Tengah Duka, Keluarga Besar SMAN 1 Lobalain Hadir Menguatkan Keluarga Berkat Ngulu
Disdik Rote Ndao Sepi Pegawai dan Pengunjung, Ada Apa?
Sinergi Pemkab Sumba Timur dan DPR RI Diperkuat, Usman Husin Dorong Aspirasi Petani Tembus Pemerintah Pusat
Kepala SMAN 1 Lobalain Apresiasi Paulus Henuk: Mai Fali dan Rote Mengajar Hadir Menyalakan Mimpi Generasi Muda
Balik Nama Sertipikat Tak Lagi Menunggu Tanpa Kepastian, ATR/BPN Hadirkan PERINTIS 10 Hari
Pesan Paulus Henuk Menembus Batas Pulau: “Sehari Mengajar, Seumur Hidup Menginspirasi” Menggema dari Rote untuk Dunia
Sertipikat Tanah Wakaf Jadi Benteng Kepastian Hukum dan Penjaga Amanah Umat

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 09:33 WITA

Batutua Merasa Dianaktirikan, Pemda Dinilai Masa Bodoh di Tengah Geliat Pembangunan Rote Ndao

Selasa, 8 September 2026 - 10:40 WITA

Lima Pasang Kandidat Siap Warnai Regenerasi Kepemimpinan OSIS SMAN 1 Lobalain

Minggu, 6 September 2026 - 22:27 WITA

41 Tahun Bukan Sekadar Angka, Temu Kangen SNAKMA/SPP/SMK-PP Negeri Kupang Satukan Kembali Mereka yang Pernah Berjuang Bersama

Selasa, 1 September 2026 - 17:14 WITA

Dari Keterbatasan Menuju Masa Depan, 71 Anak NTT Berangkat Kuliah ke Surabaya Berkat Beasiswa Perjuangan Usman Husin

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:56 WITA

Kepala SMAN 1 Lobalain Apresiasi Paulus Henuk: Mai Fali dan Rote Mengajar Hadir Menyalakan Mimpi Generasi Muda

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 15:33 WITA

Bupati Yosef Lede: Duka Flores Adalah Duka Kita, Persaudaraan NTT Harus Terus Dijaga

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 03:15 WITA

Data Menjadi Kompas Rote Ndao: Paulus Henuk Dorong Kebijakan yang Berpijak pada Kondisi Nyata Masyarakat

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:24 WITA

Jejak Sang Perintis, Muhammad Aksa Isa dan Fondasi Panjang SMA Negeri 1 Lobalain

Berita Terbaru