onlinentt.com-Rote Ndao — Suasana kekeluargaan mewarnai Ibadat Kaum Bapak Jemaat Lolotali Lelesur, Sabtu (22/08/2026). Kegiatan tersebut menjadi semakin bermakna karena dirangkaikan dengan acara perpisahan bersama mahasiswa Praktik Kerja Lapangan (PKL) Theologia UKW Kupang, Jordan Hayai.
Anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao, Melkianus Frans Haning, S.Pd., MM, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadirannya menjadi bagian dari upaya membangun kebersamaan sekaligus memberikan dukungan moral bagi pelayanan dan proses pembelajaran mahasiswa Theologia yang telah menjalankan tugas PKL di tengah kehidupan jemaat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagi Melkianus, keberadaan mahasiswa PKL bukan sekadar menjalankan kewajiban akademik. Kehadiran mereka juga menjadi kesempatan untuk belajar secara langsung tentang kehidupan jemaat, pelayanan, serta dinamika sosial masyarakat.
Momentum perpisahan dengan Jordan Hayai pun berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Setelah melewati masa PKL bersama jemaat, Jordan dilepas untuk kembali melanjutkan perjalanan pendidikan dan pelayanannya.
Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan kontribusi Jordan selama berada di Jemaat Lolotali Lelesur.
Kebersamaan yang terbangun diharapkan tidak berhenti ketika masa PKL berakhir, tetapi tetap menjadi bagian dari hubungan kekeluargaan yang telah terbentuk.
Melkianus juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam mempersiapkan diri melalui pendidikan dan pengalaman pelayanan.
Menurutnya, mahasiswa Theologia memiliki tanggung jawab penting untuk memadukan pengetahuan yang diperoleh di bangku pendidikan dengan pengalaman nyata di tengah masyarakat.
“Pengalaman selama berada di tengah jemaat hendaknya menjadi bekal untuk terus bertumbuh, belajar dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat maupun gereja,” demikian pesan yang disampaikan dalam suasana kebersamaan tersebut.
Ibadat Kaum Bapak sekaligus perpisahan mahasiswa PKL ini akhirnya tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga memperkuat nilai persaudaraan antara jemaat, mahasiswa, dan para tokoh masyarakat.
Bagi Jemaat Lolotali Lelesur, kehadiran Jordan Hayai selama menjalani PKL meninggalkan pengalaman dan kenangan tersendiri. Sementara bagi sang mahasiswa, perjalanan bersama jemaat menjadi bagian penting dalam proses pembentukan diri menuju dunia pelayanan yang lebih luas.
Kebersamaan tersebut menjadi gambaran bahwa gereja, pendidikan, dan masyarakat dapat berjalan beriringan dalam membentuk generasi yang memiliki kepedulian, kemampuan melayani, serta komitmen untuk hadir bagi sesama.*




















