onlinentt.com-Rote Ndao | Pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Kabupaten Rote Ndao terus mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Rote Ndao. Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH turun langsung memastikan perkembangan pekerjaan di lapangan berjalan sesuai arah pembangunan yang telah ditetapkan.
Di Direksi Keet, Bupati Paulus Henuk bertemu dan melakukan audiens bersama perwakilan NK dan KKP, Selasa, (06/10/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk memperoleh gambaran secara langsung mengenai progres pekerjaan K-SIGN, sekaligus membahas sejumlah hal yang perlu mendapat perhatian dalam pelaksanaan pekerjaan.
Bagi pemerintah daerah, pembangunan K-SIGN tidak hanya berbicara mengenai pekerjaan fisik dan target penyelesaian.
Di balik proyek strategis tersebut terdapat kepentingan masyarakat, khususnya para pemilik lahan yang berada di kawasan pembangunan.
Karena itu, setelah berdiskusi dengan pihak pelaksana dan KKP, Paulus Henuk melanjutkan pertemuan bersama masyarakat pemilik lahan K-SIGN di Serubeba.
Pertemuan dengan masyarakat berlangsung dalam suasana dialog. Berbagai persoalan dan isu yang berkembang disampaikan langsung oleh pemilik lahan.
Pemerintah daerah membuka ruang agar masyarakat dapat menyampaikan kondisi yang mereka alami sekaligus menyampaikan aspirasi terkait pelaksanaan pembangunan K-SIGN.
Paulus mengatakan, penyampaian masyarakat perlu didengar secara langsung agar setiap persoalan yang muncul tidak berkembang menjadi kesalahpahaman.
Menurutnya, pembangunan harus berjalan, tetapi kepentingan masyarakat pemilik lahan juga tidak boleh diabaikan.
Ia memilih mendengar langsung berbagai masukan masyarakat sebagai bagian dari upaya mencari jalan keluar yang dapat diterima bersama.
Dengan komunikasi yang terbuka, pemerintah berharap persoalan di lapangan dapat dibicarakan secara baik dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan serta ketentuan yang berlaku.
K-SIGN sendiri diproyeksikan menjadi salah satu kawasan strategis yang dapat memperkuat industri garam di Rote Ndao.
Karena itu, keberlanjutan pekerjaan membutuhkan koordinasi antara pemerintah, pelaksana proyek, kementerian terkait dan masyarakat.
Bagi Paulus Henuk, pembangunan yang besar harus tetap memiliki ruang bagi suara masyarakat. Sebab keberhasilan K-SIGN nantinya tidak hanya diukur dari berdirinya kawasan industri, tetapi juga dari sejauh mana pembangunan tersebut mampu memberikan manfaat dan berjalan dengan baik bersama masyarakat di sekitarnya.
Pemerintah Kabupaten Rote Ndao pun terus mendorong agar koordinasi antara seluruh pihak diperkuat.
Setiap persoalan yang muncul diharapkan dapat diselesaikan melalui komunikasi dan pembahasan bersama, sehingga pembangunan K-SIGN tetap berjalan dan kepentingan masyarakat pemilik lahan tetap mendapatkan perhatian.*



















