onlinentt.com-Rote Ndao | Pemerintah dan gereja memiliki ruang pengabdian yang berbeda, namun bertemu pada satu tujuan yang sama untuk menghadirkan kehidupan masyarakat yang semakin baik.
Semangat itu menjadi bagian dari pertemuan Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, SH bersama para Pendeta dan Pengurus Klasis Rote Barat Laut, Selasa (06/10/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana dialog dan komunikasi terbuka. Berbagai hal yang menjadi perhatian bersama dibicarakan sebagai bagian dari upaya membangun pemahaman serta kerja sama yang lebih kuat antara pemerintah daerah dan unsur gereja.
Bagi Bupati Paulus Henuk, komunikasi dengan gereja merupakan bagian penting dalam melihat persoalan masyarakat secara lebih utuh.
Pemerintah tidak dapat berjalan sendiri karena kehidupan warga juga tumbuh dalam lingkungan sosial, budaya dan kehidupan keagamaan yang saling berkaitan.
Karena itu, ruang pertemuan bersama Pendeta dan Pengurus Klasis Rote Barat Laut tidak hanya dimaknai sebagai agenda audiens, tetapi juga sebagai kesempatan untuk mendengar, memahami dan menyatukan langkah dalam merespons berbagai kebutuhan masyarakat.
Gereja selama ini berada dekat dengan kehidupan jemaat. Kehadiran para Pendeta dan pengurus klasis memungkinkan berbagai dinamika yang dirasakan masyarakat dapat menjadi bahan perhatian bersama, termasuk dalam mendorong kehidupan sosial yang semakin harmonis.
Di sisi lain, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab dalam memastikan arah pembangunan berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ketika kedua unsur tersebut membangun komunikasi yang baik, berbagai persoalan di tengah masyarakat dapat dilihat dari perspektif yang lebih luas.
Bupati Paulus Henuk menempatkan sinergi tersebut sebagai bagian dari ikhtiar bersama untuk menjaga kehidupan masyarakat Rote Ndao agar tetap berjalan dalam suasana yang aman, rukun dan saling menopang.
Pertemuan dengan Klasis Rote Barat Laut sekaligus memperlihatkan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berbicara mengenai infrastruktur dan program pemerintahan.
Ada dimensi kemanusiaan, sosial dan spiritual yang juga membutuhkan perhatian. Di tengah berbagai tantangan pembangunan, komunikasi lintas elemen menjadi penting agar kebijakan dan program pemerintah tetap memiliki hubungan yang kuat dengan realitas kehidupan masyarakat.
Melalui ruang dialog seperti ini, pemerintah daerah dan gereja diharapkan dapat terus menemukan titik temu dalam memberikan perhatian terhadap masyarakat, memperkuat kepedulian sosial serta menjaga persaudaraan di Kabupaten Rote Ndao.
Bagi Paulus Henuk, membangun Rote Ndao membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah menjalankan tugasnya, sementara gereja terus mengambil bagian dalam membangun kehidupan jemaat dan masyarakat.
Dari ruang komunikasi yang terbuka, sinergi itu diharapkan tidak berhenti pada pertemuan, tetapi dapat diterjemahkan menjadi kepedulian dan kerja bersama yang benar-benar dirasakan masyarakat.*



















