Jejak Sang Perintis, Muhammad Aksa Isa dan Fondasi Panjang SMA Negeri 1 Lobalain

- Redaksi

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:24 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Humas SMA Negeri 1 Lobalain Editor : Redaksi
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

onlinentt.com – Rote Ndao | Kabar duka menyelimuti keluarga besar SMA Negeri 1 Lobalain, Ba’a Kabupaten Rote Ndao.

 

Salah satu tokoh yang namanya melekat dalam sejarah awal perjalanan sekolah tersebut, Drs. H. Muhammad Aksa Isa, telah berpulang ke hadirat Sang Pencipta pada Rabu, 26 Agustus 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Kepergian sosok yang pernah menjadi kepala sekolah pertama SMA Negeri 1 Lobalain itu meninggalkan duka sekaligus kenangan panjang bagi keluarga, para alumni, guru, serta masyarakat yang pernah mengenal dan merasakan pengabdiannya di dunia pendidikan.

 

Drs. H. Muhammad Aksa Isa menjabat sebagai kepala sekolah pertama SMA Negeri 1 Lobalain pada periode 1984–1988.

 

Di masa awal berdirinya sekolah, ia berada di garis depan untuk meletakkan fondasi sebuah lembaga pendidikan yang kelak menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan pendidikan di Rote Ndao.

 

Kala itu, membangun sebuah sekolah bukan perkara mudah. Berbagai keterbatasan masih menjadi bagian dari keseharian, mulai dari sarana dan prasarana, tenaga pendidik, administrasi sekolah hingga jumlah peserta didik namun, keterbatasan tersebut tidak menyurutkan langkahnya.

 

Dengan komitmen dan tanggung jawab, Aksa Isa bersama para guru dan seluruh warga sekolah berupaya memastikan proses pendidikan tetap berjalan.

Baca Juga :  Komjen Listyo Sigit Prabowo Menjadi Kapolri, Dapat Apresiasi Dari Tokoh Agama

 

Bukan Sekadar Kepala Sekolah

 

Bagi sekolah yang baru tumbuh, seorang pemimpin tidak hanya dituntut mampu mengelola administrasi. Ia juga harus mampu membangun kepercayaan masyarakat, menata budaya sekolah, mendampingi guru, membina peserta didik dan menanamkan nilai-nilai pendidikan yang menjadi pijakan generasi berikutnya.

 

Peran itulah yang dijalankan Aksa Isa pada masa awal SMA Negeri 1 Lobalain.

 

Warisan yang ditinggalkannya pun tidak sebatas pada bangunan maupun fasilitas sekolah. Lebih jauh, ia ikut menanamkan disiplin, ketekunan, tanggung jawab dan semangat untuk terus belajar.

 

Jejak tersebut kemudian diteruskan oleh para kepala sekolah berikutnya, guru, tenaga kependidikan, alumni dan seluruh keluarga besar SMA Negeri 1 Lobalain.

 

Dari sekolah itu pula lahir banyak alumni yang kemudian melanjutkan pendidikan, bekerja, mengabdi kepada masyarakat dan menduduki berbagai posisi penting di pemerintahan maupun bidang lainnya, bahkan berkiprah hingga ke luar negeri.

 

Kesaksian Anak Didik

Kenangan tentang sosok Aksa Isa juga masih tersimpan di hati mereka yang pernah menjadi anak didiknya.

 

Salah seorang mantan anak didik yang kini menjadi guru di SMA Negeri 1 Lobalain, Soleman I. Mooy, S.Pd, mencoba mengenang sosok kepala sekolah pertama tersebut.

 

Baca Juga :  Peningkatan SDM Aparatur dan Reformasi Birokrasi

Menurut Soleman, Aksa Isa merupakan pribadi yang dikenal sabar, penuh tanggung jawab dan tekun menjalankan tugas pendidikan, meskipun sekolah pada masa itu masih berada dalam berbagai keterbatasan.

 

“Dulu Aksa biasa disapa. Beliau penuh sabar dan tanggung jawab, tekun mengajar kami walau penuh keterbatasan,” kenang Soleman.

 

Kesaksian tersebut menggambarkan bahwa hubungan seorang pendidik dengan anak didiknya tidak berhenti ketika masa sekolah berakhir.

 

Nilai dan keteladanan yang ditanamkan dapat terus hidup dalam perjalanan para murid.

 

Kepala Sekolah Generasi Ketujuh: Karyanya Harus Dirawat

 

Kabar kepergian Aksa Isa juga mendapat perhatian dari Kepala SMA Negeri 1 Lobalain saat ini, Alberd W. Dano, S.Pd, yang merupakan kepala sekolah generasi ketujuh.

 

Meski tidak pernah bertemu langsung karena berbeda generasi, Alberd menyadari bahwa perjalanan SMA Negeri 1 Lobalain hari ini tidak dapat dilepaskan dari jasa para perintis sekolah, termasuk Aksa Isa.

 

“Pak Aksa saya tidak kenal karena kita beda generasi, tapi karyanya tetap hidup dan ada. Tentu kita jaga dan rawat apa yang diletakkan sejak awal di sekolah ini,” tutur Alberd.

 

Pernyataan tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada seorang perintis yang mungkin tidak lagi menyaksikan secara langsung perkembangan sekolah yang dahulu dipimpinnya, tetapi hasil perjuangannya tetap dapat dirasakan oleh generasi-generasi sesudahnya.

Baca Juga :  Leluhur Suku Rote Ti Tinggal di Bulan ?

 

Ketika Perintis Telah Pergi, Jejak Tetap Tinggal Waktu terus berjalan. Sekolah berubah, fasilitas berkembang, teknologi pendidikan semakin maju dan generasi peserta didik terus berganti namun, sejarah tidak pernah benar-benar hilang.

 

Nama Drs. H. Muhammad Aksa Isa akan tetap menjadi bagian dari perjalanan SMA Negeri 1 Lobalain sebagai kepala sekolah pertama yang ikut membuka jalan bagi tumbuhnya lembaga pendidikan tersebut.

 

Kepergian beliau pada tanggal 26 Agustus 2026 menjadi penanda berakhirnya perjalanan panjang seorang pendidik di dunia. Tetapi pengabdiannya tidak serta-merta berakhir.

 

Ia terus hidup melalui sekolah, para alumni, para guru dan generasi yang pernah maupun sedang menimba ilmu di SMA Negeri 1 Lobalain.

 

Bangunan dapat berubah. Zaman boleh berganti. Generasi akan terus datang dan pergi tetapi nilai pengabdian seorang perintis akan selalu menjadi bagian dari sejarah.

 

Selamat jalan Aba Aksa.

Terima kasih atas pengabdian dan perjuangan yang telah diletakkan bagi SMA Negeri 1 Lobalain.

 

Rest in Peace. Semoga amal pengabdian semasa hidup diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta penghiburan.*

Berita Terkait

Dari Lontar ke Masa Depan, Bupati Paulus Henuk Dorong Pemuda Rote Ndao Jadi Agen Perubahan
Menikmati Segarnya Pagi di Kolam Kanda Raja, Destinasi Rekreasi Nyaman di Sanggaoen
Jejak Kasih Tak Pernah Hilang, Bupati Paulus Henuk Hadiri Upacara Perpindahan Tulang Belulang Almarhum Johanis Feoh di Busalangga
Validasi Desil Jadi Fokus Pemkab Rote Ndao, Bupati Paulus Henuk Dorong Akurasi Data untuk Perkuat Perlindungan Sosial
Hati Seorang Ibu untuk Anak Negeri, Bunda PAUD Rote Ndao Awali Kunjungan Perdana Tanamkan PHBS Sejak Dini
Lepas dengan Hormat, Hargai Pengabdian: Bupati Paulus Henuk Tegaskan Purna Bakti adalah Warisan Keteladanan
Bangun Kepercayaan Publik dari Tata Kelola yang Kuat, Bupati Paulus Henuk Pererat Sinergi dengan BPKP NTT dan DPD RI
Bupati Paulus Henuk Perkuat Ruang Dialog, Kesepahaman Warga dan Nindya Karya Jadi Fondasi Kelancaran Pembangunan di Rote Ndao

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 04:38 WITA

Saatnya Bupati Rote Ndao Tanam Dua Harapan: Pangan Berkualitas dan Generasi Berkarakter

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:17 WITA

Dari Bo’a untuk Dunia: RHA Nihi Rote Menyiapkan Generasi Muda Jadi Talenta Pariwisata

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 01:11 WITA

Bupati Paulus Henuk Dorong Penataan TPA yang Lebih Aman dan Ramah Lingkungan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:35 WITA

Bupati Paulus Henuk Dorong Penguatan Literasi Keuangan untuk Masyarakat Rote Ndao

Kamis, 20 Agustus 2026 - 21:36 WITA

Balik Nama Sertipikat Kini Lebih Pasti, 17 Kantah Mulai Terapkan Layanan Terintegrasi 10 Hari

Kamis, 20 Agustus 2026 - 21:28 WITA

MPLS RAMAH SMAN 1 Lobalain Ditutup Meriah, Siswa Baru Unjuk Bakat dan Minat

Minggu, 9 Agustus 2026 - 04:51 WITA

Saat Air Mata Jatuh, Paulus Henuk Hadir Membawa Doa: Penghiburan Bagi Keluarga Henry John Mesach

Kamis, 30 Juli 2026 - 03:45 WITA

Empati Seorang Pemimpin: Paulus Henuk Menguatkan Keluarga Sekda Rote Ndao dalam Masa Dukacita

Berita Terbaru