Saat Air Mata Jatuh, Paulus Henuk Hadir Membawa Doa: Penghiburan Bagi Keluarga Henry John Mesach

- Redaksi

Minggu, 9 Agustus 2026 - 04:51 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Johanes Henuk Editor : Redaksi
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

onlinentt.com-Rote Ndao – Ada saatnya seorang pemimpin tidak berbicara tentang pembangunan, anggaran, program pemerintah, maupun berbagai persoalan daerah.

 

Ada saatnya seorang pemimpin cukup hadir dengan satu hal yang paling manusiawi: doa, empati, dan penghiburan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Di tengah kabar duka atas berpulangnya Henry John Mesach, Sabtu, 8 Agustus 2026, perhatian dan ungkapan belasungkawa datang dari Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, S.H.

 

Ucapan itu mungkin hanya beberapa kalimat. Namun bagi keluarga yang sedang kehilangan orang yang dicintai, perhatian seperti itu memiliki makna yang jauh lebih dalam.

 

Sebab, ketika seseorang berpulang, yang tersisa bukan lagi persoalan duniawi. Yang tersisa adalah kenangan, kasih, air mata, dan doa dari mereka yang masih melanjutkan kehidupan.

 

Bupati Paulus Henuk menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Henry John Mesach.

 

Ia juga menyampaikan doa agar Tuhan memberikan kekuatan dan penghiburan kepada seluruh keluarga yang ditinggalkan.

 

“Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil. Terpujilah nama Tuhan. Kiranya Tuhan memberikan kekuatan dan penghiburan bagi keluarga besar yang ditinggalkan,” demikian pesan dukacita Bupati Paulus Henuk.

Baca Juga :  Walikota Kupang Akan Menambah Empat Ribu Lampu Jalan

 

Pemimpin yang Hadir Ketika Rakyat Berduka

 

Kepemimpinan tidak selalu diukur dari seberapa banyak seseorang berbicara di hadapan publik. Kepemimpinan juga terlihat dari bagaimana seorang pemimpin memperlakukan masyarakatnya ketika mereka berada dalam situasi paling sulit.

 

Kematian adalah salah satu kenyataan hidup yang paling berat.

 

Pada saat keluarga kehilangan seorang ayah, suami, saudara, kerabat, atau orang yang mereka kasihi, tidak ada kata-kata yang benar-benar mampu menghapus kesedihan.

 

Tetapi sebuah ucapan turut berduka cita, sebuah doa, dan perhatian tulus dapat menjadi penguat bahwa keluarga yang sedang berduka tidak berjalan sendirian.

 

Di situlah makna perhatian Bupati Paulus Henuk.

 

Sebagai kepala daerah, ia tidak hanya berdiri sebagai pemimpin pemerintahan, tetapi juga berusaha menempatkan dirinya sebagai bagian dari masyarakat yang turut merasakan suka dan duka warga.

 

Kehadiran dalam suasana dukacita menjadi pesan sederhana bahwa pemerintah tidak hanya hadir ketika masyarakat membutuhkan pelayanan administrasi atau pembangunan, tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan penguatan secara moral dan kemanusiaan.

Baca Juga :  Saatnya Bupati Rote Ndao Tanam Dua Harapan: Pangan Berkualitas dan Generasi Berkarakter

 

Di Balik Kehilangan, Ada Doa yang Menjadi Kekuatan

 

Kepergian Henry John Mesach tentu meninggalkan ruang kosong yang tidak mudah diisi.

 

Hari-hari ke depan mungkin akan terasa berbeda bagi keluarga. Suara, senyum, kebiasaan, dan berbagai kenangan bersama almarhum akan menjadi bagian dari perjalanan hidup yang tidak mungkin terulang. Namun, iman mengajarkan bahwa manusia datang dan pergi dalam kehendak Tuhan.

 

Tuhan yang memberi, Tuhan pula yang mengambil.

 

Karena itu, di tengah kesedihan, keluarga diajak untuk tetap berserah. Air mata boleh jatuh. Rasa kehilangan boleh begitu dalam. Tetapi harapan dan iman harus tetap menjadi pegangan.

 

Doa menjadi bahasa paling tulus ketika kata-kata tidak lagi mampu menjelaskan rasa kehilangan.

Dan doa itulah yang disampaikan Bupati Paulus Henuk untuk keluarga Henry John Mesach.

 

Bukan Sekadar Ucapan, Tetapi Sebuah Kepedulian

 

Bagi seorang kepala daerah, ucapan belasungkawa mungkin terlihat sederhana. Namun, bagi keluarga yang sedang berduka, perhatian dari seorang pemimpin daerah dapat menjadi bentuk penghormatan sekaligus penguatan.

 

Paulus Henuk menunjukkan bahwa seorang pemimpin tidak harus selalu hadir dengan pidato panjang.

Baca Juga :  Kepala BNPB Bekali Pasis Seskoad Pengetahuan Kebencanaan

Terkadang, cukup dengan menyampaikan:

“Turut berduka cita.”

“Kiranya Tuhan memberikan kekuatan.”

“Kiranya Tuhan memberikan penghiburan.”

 

Kalimat-kalimat sederhana itu menjadi begitu berarti ketika disampaikan kepada mereka yang sedang kehilangan.

 

Karena pada akhirnya, kepemimpinan bukan hanya tentang bagaimana membangun daerah, tetapi juga tentang bagaimana menjaga rasa kemanusiaan di tengah masyarakat.

 

Untuk keluarga besar Henry John Mesach, duka ini tentu tidak mudah.

Namun, biarlah setiap air mata menjadi doa. Setiap kenangan menjadi penghiburan.

 

Dan setiap kasih yang pernah diberikan almarhum menjadi warisan yang terus hidup dalam hati orang-orang yang mencintainya.

 

Selamat jalan, Henry John Mesach.

Kiranya Tuhan menerima almarhum dalam damai dan memberikan tempat terbaik di sisi-Nya.

 

Dan bagi keluarga yang ditinggalkan, kiranya Tuhan yang sama memberikan kekuatan ketika hati terasa lemah, ketabahan ketika air mata jatuh, serta penghiburan ketika kerinduan datang.

 

Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil. Terpujilah nama Tuhan.

Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya.

Bupati Rote Ndao

Paulus Henuk, S.H.

Berita Terkait

Kehilangan yang Tak Mudah, Bupati Paulus Henuk Sampaikan Belasungkawa dan Doa Penguatan bagi Charli Lian dan Keluarga
Dari Pulau Rote ke Panggung Nasional, Paulus Henuk Bawa Gagasan Besar tentang Keadilan Fiskal Daerah
Dari Evaluasi Menuju Aksi, Wabup Rote Ndao Dorong Dinas PMD Perkuat Tata Kelola Pemerintahan Desa
Bukan Sekadar Pameran, Paulus Henuk Dorong Expo UMKM Jadi Mesin Perputaran Ekonomi dan Ruang Tumbuh Talenta Muda Rote Ndao
Bupati Paulus Henuk Pacu Optimalisasi PAD, Tekankan Kolaborasi Lintas OPD untuk Kejar Target Pendapatan Daerah
Setengah Ton Beras Jadi Simbol Kepedulian, Jane Natalia Suryanto Kembali Dekat dengan Warga
Bikin Pengunjung Terpukau, Tarian Kebalai SMPN 1 Lobalain Jadi Magnet di Expo UMKM 2026
Bupati Paulus Henuk Buka Ruang Kolaborasi, Klasis Rote Barat Daya Bahas Persiapan Sidang Klasis

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 20:28 WITA

Kehilangan yang Tak Mudah, Bupati Paulus Henuk Sampaikan Belasungkawa dan Doa Penguatan bagi Charli Lian dan Keluarga

Kamis, 3 September 2026 - 19:01 WITA

Dari Evaluasi Menuju Aksi, Wabup Rote Ndao Dorong Dinas PMD Perkuat Tata Kelola Pemerintahan Desa

Selasa, 1 September 2026 - 05:14 WITA

Bukan Sekadar Pameran, Paulus Henuk Dorong Expo UMKM Jadi Mesin Perputaran Ekonomi dan Ruang Tumbuh Talenta Muda Rote Ndao

Selasa, 1 September 2026 - 04:58 WITA

Bupati Paulus Henuk Pacu Optimalisasi PAD, Tekankan Kolaborasi Lintas OPD untuk Kejar Target Pendapatan Daerah

Minggu, 30 Agustus 2026 - 08:34 WITA

Setengah Ton Beras Jadi Simbol Kepedulian, Jane Natalia Suryanto Kembali Dekat dengan Warga

Minggu, 30 Agustus 2026 - 06:58 WITA

Bikin Pengunjung Terpukau, Tarian Kebalai SMPN 1 Lobalain Jadi Magnet di Expo UMKM 2026

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 03:44 WITA

Bupati Paulus Henuk Buka Ruang Kolaborasi, Klasis Rote Barat Daya Bahas Persiapan Sidang Klasis

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 03:31 WITA

Bupati Paulus Henuk Tegaskan Pemerintah Harus Hadir, Aspirasi Petani Jadi Dasar Kebijakan

Berita Terbaru

Lintas Nusa

Disdik Rote Ndao Sepi Pegawai dan Pengunjung, Ada Apa?

Jumat, 4 Sep 2026 - 09:47 WITA