onlinentt.com–Rote Ndao | Pembangunan infrastruktur pertanian tidak berhenti pada selesainya sebuah pekerjaan konstruksi.
Ukuran keberhasilannya justru terlihat ketika fasilitas tersebut mampu mengubah pola usaha tani dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Hal itu menjadi perhatian Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, SH, saat melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap sejumlah kegiatan fisik konstruksi di wilayah Kabupaten Rote Ndao, termasuk Rehabilitasi Bendung Moresa yang berada di Desa Batulilok, Kecamatan Pantai Bar, Kamis (10/09/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Paulus Henuk tidak hanya melihat kondisi fisik bangunan bendung, tetapi juga memastikan sejauh mana infrastruktur yang dikerjakan pada Tahun Anggaran 2024 itu memberikan dampak terhadap aktivitas pertanian masyarakat.
Menurutnya, monitoring di lapangan penting dilakukan untuk memastikan setiap pekerjaan yang telah dilaksanakan benar-benar sesuai dengan perencanaan.
Aspek yang menjadi perhatian mencakup kualitas pekerjaan, progres pelaksanaan, hingga pemanfaatannya bagi masyarakat.
“Saya ingin memastikan pekerjaan yang dilaksanakan berjalan sesuai dengan perencanaan, baik dari sisi kualitas pekerjaan, progres pelaksanaan, maupun pemanfaatannya bagi masyarakat,” ujar Paulus.
Keberadaan Bendung Moresa menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung aktivitas pertanian masyarakat di Desa Batulilok.
Infrastruktur tersebut memberikan dukungan terhadap ketersediaan air bagi lahan pertanian, sehingga petani memiliki peluang untuk meningkatkan intensitas pengolahan lahan.
Fakta di lapangan menunjukkan, dengan adanya pekerjaan Rehabilitasi Bendung Moresa, para petani kini dapat mengembangkan pola pertanian hingga dua musim tanam.
Kondisi tersebut membuka peluang peningkatan produksi sekaligus memberikan ruang bagi petani untuk memperoleh hasil pertanian yang lebih baik.
Bagi pemerintah daerah, manfaat seperti inilah yang menjadi salah satu tolok ukur penting dari pembangunan infrastruktur.
Pekerjaan konstruksi diharapkan tidak sekadar menghasilkan bangunan yang selesai secara fisik, tetapi mampu menopang aktivitas ekonomi masyarakat dalam jangka panjang.
Dengan dukungan pengairan yang lebih baik, petani memiliki kesempatan mengoptimalkan lahan yang mereka kelola.
Dua musim tanam juga berarti kesempatan lebih besar bagi peningkatan hasil pertanian dibandingkan ketika lahan hanya dapat dimanfaatkan dalam satu musim.
Karena itu, monev yang dilakukan Bupati Paulus Henuk menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk melihat langsung hubungan antara pembangunan infrastruktur dan manfaat yang diterima masyarakat.
Bendung Moresa di Batulilok pada akhirnya tidak hanya berbicara tentang sebuah konstruksi pengairan.
Lebih jauh, keberadaannya menjadi bagian dari upaya memperkuat produktivitas sektor pertanian dan membuka peluang bagi petani untuk meningkatkan hasil usaha tani mereka.
Pemerintah Kabupaten Rote Ndao pun terus mendorong agar berbagai pembangunan fisik yang dilaksanakan di daerah memiliki manfaat yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat, terutama dalam mendukung sektor-sektor produktif seperti pertanian.
Melalui evaluasi langsung di lapangan, pemerintah dapat mengetahui kondisi sebenarnya dari setiap pekerjaan, sekaligus memastikan infrastruktur yang telah dibangun tetap memberikan manfaat sebagaimana tujuan awal pembangunan.
Bendung Moresa menjadi salah satu contoh bahwa ketika infrastruktur pengairan mampu mendukung kebutuhan petani, manfaat pembangunan dapat bergerak lebih jauh dari sekadar bangunan fisik menjadi penggerak peningkatan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.*
Halaman : 1 2 Selanjutnya




















