onlinentt com-Jakarta — Semangat meningkatkan kompetensi tidak hanya diwujudkan melalui ruang kelas. Bagi Ayub Yusuf Luji, S.Pd, guru PJOK SMA N 1 Lobalain, pengembangan diri juga menjadi bagian penting dari upaya memperkuat profesionalisme sebagai pendidik sekaligus insan olahraga.
Ayub Yusuf Luji mengikuti Pelatihan Wasit Tenis Meja Tingkat Nasional PTMSI yang berlangsung di Jakarta, 19–28 September 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan tersebut menjadi kesempatan baginya untuk memperdalam pengetahuan, meningkatkan keterampilan, sekaligus memperluas pengalaman dalam dunia perwasitan tenis meja.
Selama ini, selain menjalankan tugas sebagai guru PJOK, Ayub juga aktif menjadi wasit dalam berbagai pertandingan tenis meja di tingkat regional.
Keikutsertaannya dalam pelatihan nasional menjadi bagian dari proses pengembangan kompetensi untuk memperoleh lisensi wasit tenis meja tingkat nasional.
Dukungan terhadap peningkatan kapasitas guru juga menjadi perhatian SMA N 1 Lobalain. Sekolah memberikan ruang dan kesempatan kepada para guru untuk mengikuti berbagai kegiatan pengembangan kompetensi sesuai bidang masing-masing.
Sebelumnya, guru SMA N 1 Lobalain, Melkiul Lonis, S.Pd, juga telah diberikan kesempatan mengikuti Pelatihan Pelatih Bola Voli Tingkat NTT.
Kepala SMA N 1 Lobalain, Alberd W. Dano, S.Pd, menyampaikan dukungannya saat menandatangani surat izin bagi Ayub Luji untuk mengikuti pelatihan tersebut.
“Tentu saya senang dan mendukung penuh, karena dengan mengikuti kegiatan pelatihan wasit tentu akan meningkatkan kompetensinya. Ke depan kita dorong terus Bapak dan Ibu guru untuk mengambil setiap kesempatan dalam memperlengkapi kompetensinya,” ungkap Alberd.
Menurut Alberd, peningkatan kompetensi guru merupakan bagian penting dalam membangun kualitas pendidikan di sekolah.
Kompetensi yang terus dikembangkan tidak hanya bermanfaat bagi guru secara pribadi, tetapi juga dapat memberikan dampak positif terhadap sekolah dan peserta didik.
Guru yang terus belajar dan memperluas kemampuan di bidangnya juga diharapkan mampu menjadi teladan bagi siswa bahwa proses belajar dan pengembangan potensi tidak berhenti setelah seseorang menyelesaikan pendidikan formal.
Bagi Ayub, kesempatan mengikuti pelatihan tingkat nasional tersebut menjadi pengalaman yang patut disyukuri.
Ia mengapresiasi dukungan pimpinan sekolah yang memberikan kesempatan untuk mengembangkan kompetensinya di bidang perwasitan tenis meja.
“Saya bersyukur dan senang karena diberikan kesempatan oleh pimpinan untuk mengikuti kegiatan ini. Saya berharap dapat mengikuti seluruh proses pelatihan dengan baik dan memperoleh lisensi wasit tenis meja tingkat nasional,” ungkap Ayub.
Keikutsertaan Ayub Yusuf Luji dalam pelatihan nasional tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pengembangan profesionalisme guru dapat berjalan beriringan dengan pengembangan olahraga di sekolah.
Pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh selama berada di Jakarta diharapkan dapat dibawa kembali ke lingkungan SMA N 1 Lobalain, sehingga tidak hanya memperkuat kapasitas Ayub sebagai guru dan wasit, tetapi juga turut mendukung pembinaan olahraga tenis meja bagi peserta didik.*




















