Dari Gerak Tari Resa, Budaya Rote Temukan Panggung untuk Menyapa Dunia

- Redaksi

Jumat, 11 September 2026 - 13:37 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Humas Hotel Nihi Rote Editor : Redaksi
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

onlinentt.com–Rote Ndao | Sebuah tarian adat mungkin hanya berlangsung beberapa menit di hadapan para wisatawan.

 

Namun bagi Resa E. Nggadas, siswa Kelas XI Jurusan Perhotelan SMK Negeri 1 Rote Barat, setiap gerakan yang ia tampilkan di Nihi Rote membawa pengalaman yang jauh lebih besar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Di atas panggung, Resa tidak hanya menjalankan perannya sebagai penari.

 

Ia bersama teman-temannya menjadi bagian dari upaya memperkenalkan identitas dan kekayaan budaya Rote kepada wisatawan yang datang dari berbagai daerah bahkan mancanegara.

Kesempatan tampil di Nihi Rote memberikan pengalaman berbeda bagi Resa.

 

Lingkungan pariwisata yang mempertemukan masyarakat lokal dengan wisatawan menjadi ruang belajar bagi dirinya untuk membangun keberanian, berkomunikasi, sekaligus memahami bahwa budaya daerah memiliki nilai yang dapat diperkenalkan kepada dunia.

 

“Biasanya kami menari empat kali dalam sebulan. Dalam acara menari ini dibarengi dengan bunyi gong Rote yang disiapkan SMK Rote Barat.

 

Biasanya dalam rangka acara ulang tahun atau penyambutan tamu,” ungkap Resa kepada wartawan, Jumat (11/09/2026).

 

Bagi Resa, setiap pertunjukan selalu meninggalkan cerita. Respons positif wisatawan menjadi salah satu pengalaman yang membuat dirinya semakin menikmati kesempatan tersebut.

Baca Juga :  Difoto Dari Udara, Kota Ba'a Sebagai Ibukota Kabupaten Rote Ndao Nampak Semrawut

 

Tidak jarang, setelah pertunjukan selesai, wisatawan mengajak para penari untuk berfoto bersama.

 

Interaksi sederhana itu justru menjadi pengalaman berharga bagi siswa karena mereka dapat berhadapan langsung dengan para tamu sekaligus merasakan apresiasi terhadap budaya yang mereka bawakan.

 

“Mereka sangat senang karena merasa dispesialkan. Biasanya setelah kami selesai menari, ada juga tamu yang mengajak kami berfoto. Ini tentunya saya sangat senang sekali,” ujarnya.

 

Pengalaman tersebut perlahan membentuk rasa percaya diri Resa.

 

Ia belajar bahwa seorang siswa yang berasal dari daerah pun mampu tampil di hadapan banyak orang, termasuk wisatawan yang datang dengan latar belakang berbeda.

 

“Di situ kami bisa bertemu dengan orang-orang hebat dan penting. Pengalaman yang saya dapat adalah bisa berdiri di depan banyak wisatawan penting,” katanya.

 

Bagi dunia pendidikan kejuruan, pengalaman seperti itu menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran.

 

Siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan dari ruang kelas, tetapi juga mendapatkan kesempatan memahami secara langsung bagaimana dunia pariwisata bekerja dan bagaimana budaya lokal dapat menjadi bagian dari pengalaman wisatawan.

Baca Juga :  Wartawan PWO Jangan Sajikan Berita Hoax

 

Resa sendiri melihat keindahan alam dan budaya Rote sebagai dua kekuatan yang saling melengkapi.

 

Menurutnya, wisatawan tidak hanya datang untuk menikmati panorama, tetapi juga memiliki rasa ingin tahu terhadap kehidupan dan kebudayaan masyarakat setempat.

 

“Yang membuat tamu datang ke Nihi Rote itu karena pemandangan pantai yang indah, suasananya tenang, dan tentunya budaya Rote yang membuat tamu merasa ingin tahu seperti apa budaya Rote,” tandasnya.

 

Dari sudut pandang seorang pelajar, Resa memahami bahwa tarian adat yang dibawakan bukan semata-mata hiburan bagi wisatawan.

 

Ada identitas daerah yang ikut hadir melalui setiap gerakan, irama gong, busana, dan tradisi yang ditampilkan.

 

Karena itu, ia merasa bangga ketika mendapatkan kesempatan menjadi bagian dari kegiatan tersebut.

 

“Saya sangat bangga karena bisa menjadi bagian dari Nihi Rote yang bisa memperkenalkan budaya Rote yang indah kepada orang-orang yang belum tahu seperti apa itu budaya Rote,” pungkasnya.

 

Harapan Resa pun sederhana, tetapi memiliki makna besar bagi perkembangan pariwisata daerah.

 

Ia ingin Nihi Rote terus berkembang dan semakin maju sehingga semakin banyak wisatawan yang datang ke Rote Ndao dan mengenal kekayaan alam maupun budaya yang dimiliki daerah ini.

Baca Juga :  Menag Apresiasi Kerukunan Umat Beragama di Kota Kupang

 

“Saya berharap Nihi Rote semakin berkembang, semakin jaya, dan tentunya bisa juga memperkenalkan budaya Rote yang sangat unik dan beragam,” harapnya.

 

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Nihi Rote karena telah memberikan ruang dan kepercayaan kepada para siswa untuk tampil membawa kesenian tradisional Rote.

 

“Terima kasih kepada Nihi Rote yang telah mempercayai kami untuk menampilkan tarian-tarian adat Rote,” ucap Resa.

 

Bagi Resa dan para siswa lainnya, panggung pertunjukan di Nihi Rote akhirnya menjadi ruang belajar yang memiliki arti tersendiri.

 

Di tempat itu, mereka tidak hanya belajar tampil di hadapan wisatawan, tetapi juga memahami bahwa warisan leluhur dapat menjadi kekuatan untuk memperkenalkan Rote Ndao kepada dunia.

 

Ketika generasi muda diberi kesempatan untuk tampil, budaya diberi ruang untuk hidup, dan industri pariwisata membuka pintu bagi talenta lokal, maka promosi Rote tidak berhenti pada keindahan alam.

 

Ia bergerak melalui manusia-manusia muda yang dengan bangga membawa identitas tanah leluhurnya dan memperkenalkannya kepada dunia.*

Berita Terkait

Dari Ruang Kerja Bupati, Paulus Henuk Perkuat Komunikasi Politik untuk Kepentingan Rote Ndao
Sidang III Ditutup, Paulus Henuk Tegaskan Pemerintahan Harus Berujung pada Kepentingan Rakyat
Pemkab Rote Ndao Perkuat Sinergi Pertanahan, Bupati Paulus Henuk Terima Audiensi Kepala Kantor Pertanahan
Angriyani Novita Lololau: “Doakan Apa yang Kamu Kerjakan dan Kerjakan Apa yang Kamu Doakan”
MasNya ATR/BPN Diluncurkan, Masyarakat Bisa Tanya Soal Layanan Pertanahan Lewat Live TikTok
Bupati Paulus Henuk Cek Langsung Pembangunan Kantor Camat Pantai Baru, Tekankan Kualitas dan Ketepatan Waktu
K-SIGN Bergerak, Paulus Henuk Pastikan Suara Pemilik Lahan Tak Terlewat
Dari NusaTani ke NuFRN, Paulus Henuk Dorong Program Pangan yang Menyentuh Kebutuhan Warga Rote Ndao

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 19:48 WITA

Martha Floria Yanti Teuf, S.Pd: Menapaki Perjalanan dengan Hati, Mengabdi dengan Kasih, dan Bertumbuh dalam Ketekunan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:05 WITA

Sidang III Ditutup, Paulus Henuk Tegaskan Pemerintahan Harus Berujung pada Kepentingan Rakyat

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:12 WITA

Paulus Henuk Dorong Keterbukaan Informasi Jadi Budaya Pelayanan Pemerintahan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:13 WITA

DPRD dan Pemkab Rote Ndao Sahkan Raperda Perubahan APBD 2026 Dalam Penutupan Sidang III

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:30 WITA

MasNya ATR/BPN Diluncurkan, Masyarakat Bisa Tanya Soal Layanan Pertanahan Lewat Live TikTok

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:53 WITA

Bupati Paulus Henuk Buka Ruang Dialog Bersama Klasis Rote Barat Laut, Pemerintah dan Gereja Perkuat Peduli Terhadap Warga

Kamis, 1 Oktober 2026 - 02:39 WITA

Rote Ndao Raih Penghargaan Kabupaten Terentaskan Paling Progresif, Bupati Paulus Henuk Jadi Narasumber Knowledge Sharing Pembangunan Daerah 2026

Rabu, 30 September 2026 - 14:00 WITA

Kepsek SDN Mbadokai Rekrut Panitia Didominasi Guru, Beni Nalle Mengaku Tidak Tahu

Berita Terbaru