Demi Program Masyarakat Tak Tertunda, DPRD Rote Ndao Percepat Pembahasan APBD Perubahan 2026

- Redaksi

Minggu, 13 September 2026 - 05:48 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Johanes Henuk Editor : Redaksi
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

onlinentt.com-Rote Ndao — Komitmen mempercepat pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Rote Ndao terus ditunjukkan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) bersama Pemerintah Kabupaten Rote Ndao melalui percepatan pembahasan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026.

 

Keseriusan tersebut ditunjukkan dengan tetap berlangsungnya persidangan DPRD pada Sabtu, 12 September 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Meski bertepatan dengan hari libur, agenda persidangan tetap dilaksanakan untuk memastikan tahapan pembahasan anggaran berjalan tanpa kehilangan waktu.

 

Anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao, Denison Moy, kepada media ini, di sela-sela Sidang Perubahan, Sabtu, (12/09/2026), mengatakan persidangan pada Sabtu tersebut telah memasuki tahapan penyampaian laporan komisi.

 

Setelah seluruh komisi menyampaikan laporan, DPRD bersama pemerintah daerah akan melanjutkan tahapan dengan kesepakatan bersama dan penandatanganan bersama.

 

“Persidangan hari ini sudah sampai kepada Komisi III dan nanti akan ada laporan komisi.

 

Setelah itu para anggota dewan melanjutkan dengan kesepakatan bersama dan penandatanganan bersama,” ujar Denison, Sabtu (12/9/2026).

 

Setelah tahapan di tingkat kabupaten diselesaikan, dokumen Perubahan APBD selanjutnya akan memasuki tahapan konsultasi dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Baca Juga :  Masyarakat Tani dan Nelayan Dianjurkan Buat Proposal Untuk Dapat Bantuan dari Usman Husin

 

Denison menjelaskan, konsultasi tersebut merupakan bagian dari rangkaian proses pembahasan perubahan APBD.

 

Apabila pemerintah provinsi memberikan koreksi maupun catatan, hasil konsultasi tersebut akan menjadi pedoman dalam penyempurnaan regulasi dan dokumen anggaran pada tahapan berikutnya.

 

“Karena salah satu tahapan persidangan adalah melakukan konsultasi dengan Provinsi Nusa Tenggara Timur.

 

Kemudian apabila ada hasil konsultasi dari pemerintah provinsi berupa koreksi dan catatan, maka itu menjadi instrumen pedoman untuk penyempurnaan selanjutnya dengan perda, Perda Perubahan APBD dan perda lainnya,” jelasnya.

 

Keputusan untuk tetap menggelar sidang pada Sabtu menjadi bagian dari strategi DPRD dalam memanfaatkan waktu yang tersedia secara maksimal.

 

Langkah tersebut dinilai penting karena sejumlah program dalam APBD Perubahan 2026 berkaitan dengan kegiatan fisik yang membutuhkan waktu pelaksanaan.

 

Menurut Denison, apabila pembahasan perubahan APBD mengalami keterlambatan, maka waktu untuk merealisasikan program-program tersebut juga semakin terbatas.

 

Karena itu, DPRD bersama pemerintah daerah memilih untuk mempercepat tahapan persidangan demi menjaga agar program yang telah direncanakan tidak ikut tertunda.

Baca Juga :  Gubernur VBL Minta Peran Pemuda Untuk Jadi Penggerak Pembangunan

 

“Persidangan hari ini terjadi pergeseran waktu. Seharusnya libur karena hari Sabtu, tetapi dalam rangka efektivitas dan percepatan sidang, karena dalam sidang perubahan ini ada beberapa program yang bersifat fisik, maka kami mempertimbangkan waktu pelaksanaan kegiatan-kegiatan tersebut untuk kepentingan masyarakat,” katanya.

 

Pelaksanaan sidang pada hari libur tersebut, lanjut Denison, telah menjadi kesepakatan bersama seluruh anggota DPRD.

 

Keputusan itu menunjukkan bahwa keterbatasan waktu dalam pelaksanaan APBD Perubahan perlu direspons dengan kerja yang lebih efektif.

 

“Akibatnya semua bersepakat bersama untuk mengaktifkan kegiatan sidang di hari Sabtu ini sebagai hari kerja,” lanjutnya.

 

DPRD Rote Ndao menyadari bahwa perubahan APBD bukan sekadar proses administrasi pemerintahan. Di dalamnya terdapat program dan kegiatan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat, termasuk pembangunan fisik yang harus dikerjakan dalam waktu yang tersedia.

 

Karena itu, percepatan pembahasan anggaran menjadi bagian dari upaya memastikan program-program tersebut memiliki waktu yang cukup untuk direalisasikan dan memberikan manfaat kepada masyarakat.

Baca Juga :  50th ABC Meeting Sebagai Penguat Konektivitas Perbankan Untuk Pertumbuhan Ekonomi

 

Denison menegaskan bahwa seluruh rangkaian percepatan persidangan dilakukan dengan mempertimbangkan kepentingan masyarakat.

 

DPRD tidak ingin keterlambatan pembahasan anggaran berujung pada tertundanya pelaksanaan program pembangunan.

 

“Termasuk dalam pembuatan jadwal persidangan hari ini, semuanya dilakukan untuk percepatan kepentingan masyarakat.

 

Jangan sampai perubahan ini terlambat karena waktunya sangat terbatas. Kalau sidang ini terlambat, maka akan berdampak kepada program-program fisik yang akan berlangsung,” tegasnya.

 

Dengan penyampaian laporan komisi yang telah dilakukan, DPRD Rote Ndao kini bersiap melanjutkan tahapan menuju kesepakatan bersama dan penandatanganan, sebelum dokumen tersebut dikonsultasikan kepada Pemerintah Provinsi NTT.

 

Percepatan ini diharapkan mampu menjaga kesinambungan agenda pembangunan Kabupaten Rote Ndao, sekaligus memberikan kepastian bagi pelaksanaan berbagai program yang telah dirancang dalam Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026.

 

Pada akhirnya, setiap hari yang dapat dihemat dalam proses pembahasan anggaran menjadi ruang tambahan bagi pemerintah daerah untuk melaksanakan program pembangunan secara lebih optimal dan menghadirkan manfaat yang lebih cepat bagi masyarakat Rote Ndao.*

Berita Terkait

APBD Perubahan 2026 Tuntas, Pemkab Rote Ndao Pasang Target 90 Persen dan Tutup Celah Pekerjaan Tertunda
Dari Gerak Tari Resa, Budaya Rote Temukan Panggung untuk Menyapa Dunia
Ketika Siswa SMK Negeri 1 Rote Barat Diberi Kesempatan Oleh Hotel Nihi Bo’a Jadi Wajah Rote di Hadapan Wisatawan Dunia
Oktober 2026, Tambak Garam Rote Ndao Diproyeksikan Diresmikan Presiden Prabowo
FGD Bersama BPK RI Perwakilan NTT, Pemkab Rote Ndao Dorong Sinergi Transmigrasi dan Pariwisata
Di Tengah Duka, Keluarga Besar SMAN 1 Lobalain Hadir Menguatkan Keluarga Berkat Ngulu
Disdik Rote Ndao Sepi Pegawai dan Pengunjung, Ada Apa?
Sinergi Pemkab Sumba Timur dan DPR RI Diperkuat, Usman Husin Dorong Aspirasi Petani Tembus Pemerintah Pusat

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 05:48 WITA

Demi Program Masyarakat Tak Tertunda, DPRD Rote Ndao Percepat Pembahasan APBD Perubahan 2026

Sabtu, 12 September 2026 - 23:07 WITA

APBD Perubahan 2026 Tuntas, Pemkab Rote Ndao Pasang Target 90 Persen dan Tutup Celah Pekerjaan Tertunda

Kamis, 10 September 2026 - 18:39 WITA

Ketika Siswa SMK Negeri 1 Rote Barat Diberi Kesempatan Oleh Hotel Nihi Bo’a Jadi Wajah Rote di Hadapan Wisatawan Dunia

Rabu, 9 September 2026 - 12:28 WITA

Oktober 2026, Tambak Garam Rote Ndao Diproyeksikan Diresmikan Presiden Prabowo

Senin, 7 September 2026 - 16:32 WITA

FGD Bersama BPK RI Perwakilan NTT, Pemkab Rote Ndao Dorong Sinergi Transmigrasi dan Pariwisata

Jumat, 4 September 2026 - 14:53 WITA

Di Tengah Duka, Keluarga Besar SMAN 1 Lobalain Hadir Menguatkan Keluarga Berkat Ngulu

Jumat, 4 September 2026 - 09:47 WITA

Disdik Rote Ndao Sepi Pegawai dan Pengunjung, Ada Apa?

Selasa, 1 September 2026 - 17:28 WITA

Sinergi Pemkab Sumba Timur dan DPR RI Diperkuat, Usman Husin Dorong Aspirasi Petani Tembus Pemerintah Pusat

Berita Terbaru