Usman Husin Perjuangkan Tambahan Kuota dan Gudang Pupuk di Rote Ndao, Demi Menjamin Ketahanan Pangan Petani

- Redaksi

Senin, 20 Juli 2026 - 09:30 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

onlinentt.com-Kota Kupang – Komitmen memperkuat sektor pertanian di Kabupaten Rote Ndao terus diperjuangkan Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi PKB, Usman Husin, melalui dorongan penambahan kuota pupuk bersubsidi serta pembangunan gudang pupuk di wilayah paling selatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

 

Usulan tersebut disampaikan Usman Husin usai menghadiri pertemuan bersama Direksi PT Pupuk Indonesia (Persero), distributor, dan pengecer pupuk bersubsidi se-Provinsi Nusa Tenggara Timur yang berlangsung di Hotel Harper Kupang, Jumat (17/7/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Menurut Usman Husin, kebutuhan pupuk bagi petani di Rote Ndao harus mendapat perhatian khusus mengingat kondisi geografis kepulauan yang sangat bergantung pada transportasi laut.

 

Gangguan cuaca yang sering terjadi menjadi salah satu penyebab terhambatnya distribusi pupuk sehingga berdampak langsung terhadap aktivitas pertanian masyarakat.

Baca Juga :  Bupati Paulus Temui Menteri KKP: K-SIGN Harus Jalan, Jangan Korbankan Masa Depan Rote Ndao karena Kepentingan Politik

 

Karena itu, ia menilai pembangunan gudang pupuk di Kabupaten Rote Ndao merupakan solusi strategis agar stok pupuk tetap tersedia ketika jalur pelayaran terganggu.

 

Dengan adanya gudang penyimpanan, distribusi kepada kelompok tani dapat dilakukan lebih cepat tanpa harus menunggu pasokan baru dari luar daerah.

 

Selain itu, Usman Husin juga meminta pemerintah meninjau kembali alokasi kuota pupuk bersubsidi yang dinilai masih belum mampu memenuhi kebutuhan riil petani.

 

Menurutnya, peningkatan produksi pertanian harus diimbangi dengan ketersediaan pupuk yang memadai agar program ketahanan pangan nasional dapat berjalan optimal hingga ke daerah terluar.

 

Ia menegaskan bahwa pengawasan terhadap penyaluran pupuk bersubsidi juga perlu diperkuat sehingga bantuan pemerintah benar-benar diterima oleh petani yang berhak.

 

“Ketahanan pangan tidak akan terwujud apabila pupuk tidak tersedia dan tidak sampai kepada petani yang membutuhkan,” tegas Usman Husin.

Baca Juga :  Kolaborasi Ilmu dan Pemerintahan, Bupati Paulus Henuk Sambut Pengabdian Undana untuk Percepat Pembangunan Berbasis Potensi Lokal

 

Dalam forum tersebut, para distributor dan pengecer pupuk bersubsidi di NTT juga menyampaikan berbagai kendala yang masih dihadapi di lapangan.

 

Sedikitnya terdapat tujuh persoalan utama yang menjadi perhatian bersama, yakni keterbatasan kuota pupuk, minimnya jumlah distributor dan pengecer, gangguan sistem akibat jaringan internet, persoalan stok dan mekanisme penebusan, hambatan transportasi karena cuaca dan kondisi geografis, perubahan administrasi serta petunjuk teknis yang kerap terjadi, hingga persoalan selisih harga pupuk bersubsidi dan non-subsidi yang berdampak pada distributor.

 

Distributor pupuk bersubsidi wilayah Rote Ndao, Mus Mooy, menjelaskan bahwa persoalan paling krusial adalah terhambatnya pasokan pupuk ketika cuaca buruk menyebabkan kapal pengangkut tidak dapat beroperasi. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu kebutuhan pupuk petani pada musim tanam.

Baca Juga :  ASN Rote Ndao Bergerak, Kepedulian untuk Flores Dihimpun Lewat Donasi “Peduli Flores”

 

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Senior Vice President (SVP) Distribusi PT Pupuk Indonesia (Persero), Veronika Trisna Sukmawati, menyatakan pihaknya akan melakukan kunjungan langsung ke Kabupaten Rote Ndao guna melihat kondisi distribusi di lapangan sekaligus mengevaluasi berbagai kendala yang selama ini dihadapi.

 

Kunjungan tersebut diharapkan dapat menghasilkan langkah-langkah konkret dalam memperbaiki sistem distribusi pupuk bersubsidi sehingga pelayanan kepada petani semakin efektif, tepat sasaran, dan mampu mendukung peningkatan produktivitas pertanian di Kabupaten Rote Ndao.

 

Dengan adanya sinergi antara DPR RI, PT Pupuk Indonesia, distributor, pengecer, serta pemerintah daerah, diharapkan kebutuhan pupuk bersubsidi bagi petani Rote Ndao dapat terpenuhi secara berkelanjutan. Upaya ini menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di wilayah perbatasan selatan Indonesia.

Berita Terkait

Ada Dugaan Uang Pelicin di Meja Scan Barcode SPBU
Ketika BBM Menghilang di Penjualan Eceran, Sebagian Anak Anak Tidak Bersekolah, Bangku Sekolah Kosong
Ke Mana BBM dari Antrean Panjang SPBU Sanggaoen? Warga Menunggu, Minyak Eceran Justru Menghilang
Bahasa Ibu di Ambang Punah, Pemerintah Perlu Ambil Sikap
Sertipikat Sekolah Rakyat Diserahkan, Pemkab Rote Ndao Pastikan Aset Pendidikan Berdiri di Atas Dasar Hukum
Sidang III Ditutup, Paulus Henuk Tegaskan Pemerintahan Harus Berujung pada Kepentingan Rakyat
MasNya ATR/BPN Diluncurkan, Masyarakat Bisa Tanya Soal Layanan Pertanahan Lewat Live TikTok
Bupati Paulus Temui Menteri KKP: K-SIGN Harus Jalan, Jangan Korbankan Masa Depan Rote Ndao karena Kepentingan Politik

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:17 WITA

Falen Haning Nahkodai Garda Bangsa NTT 2026–2031, Konsolidasi 22 Kabupaten/Kota Jadi Agenda Awal

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:34 WITA

Urus Peralihan Hak Sendiri, Pengurusan Sertipikat Tidak Seribet yang Dibayangkan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:11 WITA

Terapkan Manajemen Risiko dengan Pendekatan GRC, Wamen ATR/Waka BPN Harapkan Pengendalian Risiko Berbasis Data

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:27 WITA

32 Tahun Mengabdi di Rote Ndao, Karolus Laga Masan Memilih Setelah Pensiun Menetap: “Tanah Ini Sudah Menjadi Negeri Ayah dan Ibu Kedua”

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:21 WITA

Bupati dan Wakil Bupati, ASN, DPRD dan Polisi Punya Jalur BBM, Wartawan Untuk Dapat Setetes Saja Sulit

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:14 WITA

Barcode BBM Diduga Dimanipulasi, Satu Mobil Bisa Isi Berulang Kali? Polisi dan Samsat Harus Bertindak!

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:25 WITA

Atas Perintah Siapa Pertamax Sanggaoen Dibatasi? Pengakuan Anggota Polisi Picu Tanda Tanya

Senin, 19 Oktober 2026 - 01:26 WITA

Dari Lobalain Menatap IPDN, Kaleb Bessie Buktikan Perjuangan Anak Rote Ndao Tak Berhenti di Batas Pulau

Berita Terbaru

Humaniora

Ada Dugaan Uang Pelicin di Meja Scan Barcode SPBU

Kamis, 22 Okt 2026 - 16:19 WITA