onlinentt.com – Rote Ndao – Sebuah cita-cita besar tidak selalu lahir dari tempat yang ramai dan penuh kemudahan. Dari Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, Kaleb Difandro Hasudungan Bessie, alumni SMA Negeri 1 Lobalain, terus menapaki jalan menuju Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), membawa harapan keluarga, kebanggaan almamater, dan nama daerah yang dicintainya.
Di tengah ketatnya persaingan masuk sekolah kedinasan, Kaleb telah membuktikan bahwa perjuangan yang disertai ketekunan dan doa mampu membawanya melewati sejumlah tahapan seleksi. Perjalanannya memang belum mencapai garis akhir, tetapi capaian yang diraih sejauh ini menjadi alasan bagi keluarga dan masyarakat Rote Ndao untuk memberikan dukungan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah awal Kaleb dimulai melalui Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). Dari 960 peserta asal Provinsi Nusa Tenggara Timur, ia berhasil masuk dalam 156 peserta yang dinyatakan lulus dan berhak melanjutkan perjuangan ke tahap berikutnya.
Persaingan kembali menguji kesiapan Kaleb ketika menghadapi Tes Kemampuan Bahasa Inggris (TKBI) Cambridge English Skills. Ia berhasil memperoleh nilai 497, melampaui ambang batas kelulusan atau passing grade sebesar 400. Dari 104 peserta pada tahapan tersebut, Kaleb berada di urutan ke-52.
Capaian itu menjadi bukti bahwa anak muda dari daerah kepulauan seperti Rote Ndao memiliki kesempatan untuk bersaing melalui kemampuan, ketekunan, dan kesiapan menghadapi tantangan. Jarak geografis bukan alasan untuk berhenti bermimpi, sementara keterbatasan bukan penentu akhir dari sebuah perjuangan.
Bagi Kaleb, keberhasilan melewati SKD dan TKBI bukan berarti seluruh perjuangan telah selesai. Masih ada tahapan seleksi yang harus dihadapi dengan kesiapan fisik, mental, serta keyakinan untuk memberikan kemampuan terbaik.
Saat menceritakan pengalamannya menghadapi TKBI, Kaleb secara terbuka mengakui bahwa ujian tersebut tidak mudah. Materi yang dihadapi berbeda dari soal TOEFL yang selama ini dipelajarinya, sehingga ia harus beradaptasi dengan karakter ujian yang baru.
“Ya, jujur memang agak sulit karena berbeda dengan ujian yang lalu. Tapi puji Tuhan, bisa lulus dengan nilai yang baik,” ungkap Kaleb.
Pernyataan sederhana itu menggambarkan bahwa perjalanan menuju cita-cita tidak selalu berjalan mulus. Ada tantangan yang harus dihadapi, ada kecemasan yang perlu dikendalikan, dan ada usaha yang harus terus dilakukan sekalipun hasil akhirnya belum diketahui.
Kaleb mengaku bersyukur masih dapat bertahan dalam proses seleksi yang kompetitif tersebut. Baginya, pencapaian ini membawa kebanggaan tersendiri karena ia dapat melangkah sejauh ini sambil membawa nama keluarga, sekolah, dan Kabupaten Rote Ndao.
Di balik perjuangan seorang anak muda, ada orang tua yang menyertai perjalanan itu dengan harapan dan doa. Yedid Y. Bessie, S.Th, bersama Rosminaria Lely Siahaan, menjadi bagian penting dari perjalanan Kaleb dalam mengejar cita-citanya.
Yedid mengungkapkan bahwa kelulusan putranya pada tahap SKD saja telah menghadirkan sukacita besar bagi keluarga. Dari ratusan peserta yang mengikuti seleksi di Nusa Tenggara Timur, Kaleb berhasil masuk dalam kelompok peserta yang dinyatakan lulus.
“Dengan lulus Tes SKD saja saya sudah senang. Dari 960 peserta, Kaleb ada dalam 156 peserta yang dinyatakan lulus,” ujar Yedid.
Kebanggaan tersebut semakin bertambah setelah Kaleb berhasil melewati tahapan TKBI dengan nilai di atas ambang batas yang ditentukan.
“Apalagi ia lulus Tes Kemampuan Bahasa Inggris dengan level Cambridge English Skills. Pokoknya Kaleb terbaik,” katanya.
Namun, bagi Yedid, capaian tersebut tidak hanya dipandang sebagai buah dari kemampuan dan kerja keras putranya. Ia juga memaknai perjalanan Kaleb sebagai bagian dari pergumulan iman dan penyertaan Tuhan dalam kehidupan keluarga.
“Bagi saya, langkah Kaleb sampai pada tahap ini tentu karena anugerah Tuhan. Saya percaya ada campur tangan Tuhan dalam pergumulan Kaleb,” tuturnya.
Keyakinan itu menjadi sumber kekuatan bagi keluarga untuk terus mendampingi Kaleb menghadapi setiap tahapan. Dukungan orang tua tidak berhenti pada kebanggaan atas hasil yang telah dicapai, tetapi berlanjut dalam doa agar putra mereka tetap sehat, tenang, dan mampu memberikan yang terbaik.
Perhatian keluarga kini tertuju pada tahapan Tes Kesehatan yang dalam informasi awal dijadwalkan berlangsung pada 17 Oktober 2026. Karena tanggal tersebut telah berlalu, jadwal maupun status pelaksanaan tes perlu dikonfirmasi kembali sebelum berita diterbitkan agar informasi yang disampaikan kepada publik tetap akurat.
Yedid berharap Kaleb dapat melewati seluruh tahapan seleksi dengan baik. Ia pun memohon dukungan doa agar perjalanan putranya terus diberi kelancaran hingga proses seleksi berakhir.
“Saya terus memohon doa untuk kita semua. Kiranya pada Tes Kesehatan Kaleb bisa melewatinya,” ungkapnya.
Perjalanan menuju IPDN mengajarkan bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari seberapa cepat seseorang mencapai tujuan, tetapi juga dari kesanggupannya bertahan ketika menghadapi ujian. Kaleb masih harus melanjutkan perjuangan, sementara setiap tahapan yang berhasil dilewati menjadi bekal untuk menghadapi tantangan selanjutnya.
Bagi masyarakat Rote Ndao, kisah Kaleb dapat menjadi penyemangat bagi generasi muda agar berani menetapkan cita-cita tinggi dan mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh. Kesempatan untuk maju perlu dijemput melalui belajar, disiplin, kerja keras, serta keberanian menghadapi persaingan.
Dari bangku SMA Negeri 1 Lobalain, Kaleb kini menatap peluang untuk melangkah lebih jauh menuju pendidikan kedinasan. Belum ada kepastian mengenai hasil akhirnya, tetapi perjuangan yang telah dilalui menunjukkan bahwa ia tidak menyerah sebelum seluruh proses selesai.
Harapan keluarga tetap menyala. Doa terus dipanjatkan. Dan bagi Kaleb Difandro Hasudungan Bessie, perjalanan menuju IPDN masih harus dilanjutkan dengan tekad, kerendahan hati, dan keyakinan bahwa setiap usaha memiliki arti.
Semoga setiap langkah yang ditempuhnya senantiasa disertai kesehatan, ketenangan, kekuatan, dan hikmat, sehingga ia dapat menjalani seluruh tahapan seleksi dengan baik serta membawa kebanggaan bagi keluarga, almamater, dan Kabupaten Rote Ndao.*


















