onlinentt.com | Rote Ndao – Ketahanan pangan tidak lagi dipandang hanya sebagai urusan produksi pertanian dalam skala besar.
Kini, halaman rumah masyarakat menjadi salah satu titik awal lahirnya kemandirian pangan keluarga. Berangkat dari semangat tersebut, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan terus memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk membangun sistem pangan yang berkelanjutan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Komitmen itu ditunjukkan melalui keikutsertaan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Rote Ndao, yang diwakili oleh Kepala Bidang Ketahanan Pangan, dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh ARUNGI Affiliate of SurfAid Rote bertajuk “Peluang BUMDes Menjadi Agregator Hasil Scaling Up Kintal Gizi Keluarga”.
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan diskusi panel yang berlangsung di Aula Polres Rote Ndao.
Forum ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Bapperida, Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM), pengurus BUMDes, pemerintah desa, hingga calon offtaker.
Kolaborasi lintas sektor ini menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem pangan yang tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga pemasaran dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dalam diskusi tersebut, BUMDes didorong mengambil peran sebagai agregator hasil produksi masyarakat.
Dengan demikian, hasil pertanian, peternakan, maupun perikanan yang dikembangkan melalui program Kintal Gizi Keluarga dapat dihimpun, dipasarkan, dan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Perwakilan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Rote Ndao menyampaikan bahwa pemerintah daerah menyambut baik inisiatif tersebut karena sejalan dengan arah pembangunan sektor pertanian yang sedang dipersiapkan.
Sebagai tindak lanjut, pada Tahun Anggaran 2027, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Rote Ndao merencanakan pelaksanaan Program Integrated Farming Berbasis Kintal Rumah Tangga.
Program ini dirancang untuk mengintegrasikan berbagai subsektor pertanian dalam satu kawasan pekarangan keluarga sehingga mampu memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga sekaligus menjadi sumber pendapatan tambahan.
Konsep Integrated Farming akan menghubungkan budidaya tanaman pangan, hortikultura, peternakan, hingga pengelolaan limbah organik menjadi pupuk, sehingga tercipta sistem pertanian yang efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
Melalui program ini, pemerintah berharap setiap keluarga di Rote Ndao tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan gizi secara mandiri, tetapi juga memiliki peluang mengembangkan usaha ekonomi produktif berbasis pekarangan.
Apabila dikelola secara kolektif melalui BUMDes, hasil produksi masyarakat diyakini akan memiliki daya saing yang lebih kuat di pasar.
Sinergi antara pemerintah daerah, ARUNGI Affiliate of SurfAid Rote, pemerintah desa, BUMDes, dan berbagai mitra pembangunan menjadi modal penting dalam mewujudkan ketahanan pangan yang tangguh di Kabupaten Rote Ndao.
Dengan menjadikan halaman rumah sebagai pusat produksi pangan keluarga, Rote Ndao tidak hanya sedang membangun ketahanan pangan, tetapi juga menata fondasi ekonomi masyarakat dari tingkat paling dasar.
Program ini diharapkan menjadi salah satu inovasi unggulan daerah dalam mewujudkan keluarga sehat, desa mandiri, dan pertanian yang semakin maju menuju Rote Ndao yang sejahtera.*




















