Tak Berhenti di Beasiswa, Usman Husin Pastikan 44 Anak Sumba Tiba di Kampus dan Kos

- Redaksi

Selasa, 1 September 2026 - 17:44 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Humas Rumah Aspirasi Usman Husin Kupang Editor : Redaksi
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

onlinentt.com-Rote Ndao | Perhatian terhadap akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu tidak cukup hanya diwujudkan melalui pemberian bantuan beasiswa.

 

Hal itulah yang ditunjukkan Anggota DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Usman Husin, dalam memperjuangkan beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) bagi anak-anak di Nusa Tenggara Timur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Sebanyak 44 calon mahasiswa penerima beasiswa KIP dari Pulau Sumba tidak hanya mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, tetapi juga mendapat pendampingan perjalanan hingga tiba di kampus dan tempat tinggal mereka di Surabaya.

 

Ke-44 penerima beasiswa tersebut berasal dari empat kabupaten di Pulau Sumba, yakni Kabupaten Sumba Timur, Sumba Barat, Sumba Barat Daya dan Sumba Tengah.

 

Mereka bertolak dari Pelabuhan Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, menggunakan kapal Roro KM Dharma Kartika V pada Jumat, 28 Agustus 2026. Setelah menempuh perjalanan laut, rombongan tiba di Surabaya pada Senin, 31 Agustus 2026.

 

Sesampainya di Surabaya, pendampingan tidak langsung berakhir. Tim relawan Usman Husin memastikan para penerima beasiswa benar-benar tiba di lingkungan perguruan tinggi dan terdaftar sebagai mahasiswa baru di Universitas Sunan Gresik Surabaya.

 

Para mahasiswa juga didampingi hingga ke kos-kosan masing-masing sebagai tempat tinggal selama menjalani masa pendidikan.

Baca Juga :  Di Tengah Duka, Tarian Persaudaraan Menghadirkan Sukacita di Tenau

 

Ketua Tim Relawan Anggota DPR RI Usman Husin untuk wilayah Pulau Sumba, Alan Maguro, mengatakan seluruh penerima beasiswa yang dibawa dari Sumba telah tiba dengan selamat dan kini menempati tempat tinggal masing-masing.

 

“Kami sudah ke kampus dan memastikan mereka terdaftar sebagai mahasiswa baru di Universitas Sunan Gresik Surabaya.

 

Kami juga sudah mengurus dan mengantar mereka hingga ke kos-kosan masing-masing,” ujar Alan Maguro saat dihubungi melalui telepon, Senin (31/08/2026).

 

Menurut Alan, proses pendaftaran calon mahasiswa sekaligus pencarian tempat kos dilakukan oleh tim relawan Usman Husin yang berada di Surabaya.

 

Sementara dirinya bersama sejumlah relawan lainnya mendapat tugas untuk mendampingi perjalanan para calon mahasiswa dari Pulau Sumba hingga Surabaya, kemudian melakukan koordinasi dengan tim yang berada di Surabaya.

 

Setelah memastikan seluruh penerima beasiswa berada dalam kondisi aman dan telah mendapatkan tempat tinggal, rombongan pendamping dari Sumba bersiap kembali ke daerah asal.

 

Alan menilai langkah tersebut menjadi bukti bahwa perhatian Usman Husin terhadap pendidikan anak-anak dari keluarga kurang mampu dilakukan secara konkret.

 

“Memang Pak Usman Husin memberi perhatian penuh dan tidak setengah-setengah dalam membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu yang ingin kuliah.

Baca Juga :  Satukan Visi, Perkuat Kolaborasi: Paulus Henuk Bersama DPRD Kawal Pembangunan Rote Ndao

 

Buktinya, kami ditugaskan khusus untuk mengantar mereka hingga ke Surabaya,” katanya.

 

Ia menjelaskan, perhatian terhadap akses pendidikan tersebut tidak hanya diberikan kepada anak-anak dari Pulau Sumba.

 

Usman Husin juga memperjuangkan beasiswa KIP bagi calon mahasiswa dari Kabupaten Rote Ndao, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan (TTS) dan Kota Kupang.

 

Untuk penerima beasiswa dari wilayah tersebut, terdapat tim relawan lain yang bertugas melakukan pendampingan perjalanan menuju Surabaya.

 

“Kalau penerima bantuan beasiswa KIP yang dari Kota Kupang, Kabupaten Kupang, TTS dan Rote Ndao, ada tim relawan tersendiri dari Anggota DPR RI Usman Husin yang mengantar ke Surabaya. Kalau kami hanya mengurus yang dari Sumba,” jelas Alan.

 

Bagi Alan, bantuan pendidikan tersebut harus dipandang sebagai kesempatan besar yang wajib dijawab dengan kesungguhan oleh para penerimanya.

 

Ia berharap para mahasiswa tidak menyia-nyiakan kesempatan yang telah diperoleh.

 

Mereka diminta serius menjalani perkuliahan, menyelesaikan pendidikan tepat waktu dan berusaha meraih prestasi akademik yang baik.

 

Menurutnya, pendidikan merupakan salah satu jalan penting untuk membuka peluang masa depan yang lebih baik, bukan hanya bagi mahasiswa tetapi juga bagi keluarga mereka.

 

Karena itu, perjuangan mendapatkan beasiswa harus dilanjutkan dengan perjuangan di bangku kuliah.

Baca Juga :  Opa Sukses dari Kumpul Limbah Jahitan

 

“Para penerima bantuan beasiswa KIP harus menjawab kesempatan ini dengan keseriusan dalam kuliah sehingga bisa selesai tepat waktu dengan nilai yang bagus.

 

Setelah tamat kuliah, harapannya mereka bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dan kehidupan keluarganya juga semakin baik,” ungkap Alan.

 

Sementara itu, Usman Husin ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp membenarkan bahwa para penerima beasiswa KIP dari empat kabupaten di Pulau Sumba telah tiba di Surabaya dengan selamat.

 

Ia berharap kesempatan yang telah diperoleh tersebut dapat dimanfaatkan sebaik mungkin.

 

Usman mendorong para penerima beasiswa untuk belajar dan mengikuti perkuliahan dengan sungguh-sungguh sebagai bekal untuk membangun masa depan.

 

Ia juga berharap bantuan pendidikan tersebut tidak berhenti pada persoalan biaya kuliah, tetapi benar-benar menjadi pintu bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk meningkatkan kualitas hidup dan meraih cita-cita.

 

Dengan demikian, perjalanan 44 anak Sumba menuju Surabaya bukan sekadar perjalanan menuju sebuah kampus.

 

Lebih dari itu, perjalanan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar membuka jalan pendidikan bagi generasi muda dari keluarga kurang mampu agar memiliki kesempatan yang lebih besar untuk mengubah masa depan mereka.*

Berita Terkait

Tangis Duka dari Rote Ndao, Bupati Paulus Henuk Berbelasungkawa atas Kepergian Berkat Ngulu, Mantan Ketua KPU Rote Ndao
Dua ASN Dinas Pendidikan Rote Ndao Dilaporkan ke Polisi
Karolina Lede Ketuk Pintu Kapolri, Minta Penanganan Perkara di Polres Ngada Diuji Secara Objektif
Balik Nama Sertipikat Kini Lebih Terukur, ATR/BPN Targetkan Peralihan Hak Selesai Maksimal 10 Hari
Satukan Visi, Perkuat Kolaborasi: Paulus Henuk Bersama DPRD Kawal Pembangunan Rote Ndao
Data Menjadi Kompas Rote Ndao: Paulus Henuk Dorong Kebijakan yang Berpijak pada Kondisi Nyata Masyarakat
Peduli dan Berbagi dalam Duka, Kepala SMA Negeri 1 Lobalain Sampaikan Belasungkawa untuk Keluarga Deksi Penu
ATR/BPN Pacu Sertipikasi 11 Juta Rumah MBR, Kepastian Hak Jadi Jalan Menuju Kesejahteraan

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 05:14 WITA

Bukan Sekadar Pameran, Paulus Henuk Dorong Expo UMKM Jadi Mesin Perputaran Ekonomi dan Ruang Tumbuh Talenta Muda Rote Ndao

Minggu, 30 Agustus 2026 - 08:34 WITA

Setengah Ton Beras Jadi Simbol Kepedulian, Jane Natalia Suryanto Kembali Dekat dengan Warga

Minggu, 30 Agustus 2026 - 06:58 WITA

Bikin Pengunjung Terpukau, Tarian Kebalai SMPN 1 Lobalain Jadi Magnet di Expo UMKM 2026

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 03:44 WITA

Bupati Paulus Henuk Buka Ruang Kolaborasi, Klasis Rote Barat Daya Bahas Persiapan Sidang Klasis

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 03:31 WITA

Bupati Paulus Henuk Tegaskan Pemerintah Harus Hadir, Aspirasi Petani Jadi Dasar Kebijakan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 16:46 WITA

Dari Pulau Terselatan Indonesia, SMAN 1 Lobalain Menjadi Mercusuar Pendidikan Selama 43 Tahun

Jumat, 28 Agustus 2026 - 12:42 WITA

Nihi Rote, Ketika Keindahan Pulau Rote Menjadi Jendela Budaya untuk Dunia

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:56 WITA

PKS Media 2026 Belum Jelas, Bagian Umum Setda Rote Ndao Diminta Buka Status Anggaran Rp200 Juta

Berita Terbaru