onlinentt.com-Rote Ndao | Perhatian terhadap akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu tidak cukup hanya diwujudkan melalui pemberian bantuan beasiswa.
Hal itulah yang ditunjukkan Anggota DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Usman Husin, dalam memperjuangkan beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) bagi anak-anak di Nusa Tenggara Timur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebanyak 44 calon mahasiswa penerima beasiswa KIP dari Pulau Sumba tidak hanya mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, tetapi juga mendapat pendampingan perjalanan hingga tiba di kampus dan tempat tinggal mereka di Surabaya.
Ke-44 penerima beasiswa tersebut berasal dari empat kabupaten di Pulau Sumba, yakni Kabupaten Sumba Timur, Sumba Barat, Sumba Barat Daya dan Sumba Tengah.
Mereka bertolak dari Pelabuhan Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, menggunakan kapal Roro KM Dharma Kartika V pada Jumat, 28 Agustus 2026. Setelah menempuh perjalanan laut, rombongan tiba di Surabaya pada Senin, 31 Agustus 2026.
Sesampainya di Surabaya, pendampingan tidak langsung berakhir. Tim relawan Usman Husin memastikan para penerima beasiswa benar-benar tiba di lingkungan perguruan tinggi dan terdaftar sebagai mahasiswa baru di Universitas Sunan Gresik Surabaya.
Para mahasiswa juga didampingi hingga ke kos-kosan masing-masing sebagai tempat tinggal selama menjalani masa pendidikan.
Ketua Tim Relawan Anggota DPR RI Usman Husin untuk wilayah Pulau Sumba, Alan Maguro, mengatakan seluruh penerima beasiswa yang dibawa dari Sumba telah tiba dengan selamat dan kini menempati tempat tinggal masing-masing.
“Kami sudah ke kampus dan memastikan mereka terdaftar sebagai mahasiswa baru di Universitas Sunan Gresik Surabaya.
Kami juga sudah mengurus dan mengantar mereka hingga ke kos-kosan masing-masing,” ujar Alan Maguro saat dihubungi melalui telepon, Senin (31/08/2026).
Menurut Alan, proses pendaftaran calon mahasiswa sekaligus pencarian tempat kos dilakukan oleh tim relawan Usman Husin yang berada di Surabaya.
Sementara dirinya bersama sejumlah relawan lainnya mendapat tugas untuk mendampingi perjalanan para calon mahasiswa dari Pulau Sumba hingga Surabaya, kemudian melakukan koordinasi dengan tim yang berada di Surabaya.
Setelah memastikan seluruh penerima beasiswa berada dalam kondisi aman dan telah mendapatkan tempat tinggal, rombongan pendamping dari Sumba bersiap kembali ke daerah asal.
Alan menilai langkah tersebut menjadi bukti bahwa perhatian Usman Husin terhadap pendidikan anak-anak dari keluarga kurang mampu dilakukan secara konkret.
“Memang Pak Usman Husin memberi perhatian penuh dan tidak setengah-setengah dalam membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu yang ingin kuliah.
Buktinya, kami ditugaskan khusus untuk mengantar mereka hingga ke Surabaya,” katanya.
Ia menjelaskan, perhatian terhadap akses pendidikan tersebut tidak hanya diberikan kepada anak-anak dari Pulau Sumba.
Usman Husin juga memperjuangkan beasiswa KIP bagi calon mahasiswa dari Kabupaten Rote Ndao, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan (TTS) dan Kota Kupang.
Untuk penerima beasiswa dari wilayah tersebut, terdapat tim relawan lain yang bertugas melakukan pendampingan perjalanan menuju Surabaya.
“Kalau penerima bantuan beasiswa KIP yang dari Kota Kupang, Kabupaten Kupang, TTS dan Rote Ndao, ada tim relawan tersendiri dari Anggota DPR RI Usman Husin yang mengantar ke Surabaya. Kalau kami hanya mengurus yang dari Sumba,” jelas Alan.
Bagi Alan, bantuan pendidikan tersebut harus dipandang sebagai kesempatan besar yang wajib dijawab dengan kesungguhan oleh para penerimanya.
Ia berharap para mahasiswa tidak menyia-nyiakan kesempatan yang telah diperoleh.
Mereka diminta serius menjalani perkuliahan, menyelesaikan pendidikan tepat waktu dan berusaha meraih prestasi akademik yang baik.
Menurutnya, pendidikan merupakan salah satu jalan penting untuk membuka peluang masa depan yang lebih baik, bukan hanya bagi mahasiswa tetapi juga bagi keluarga mereka.
Karena itu, perjuangan mendapatkan beasiswa harus dilanjutkan dengan perjuangan di bangku kuliah.
“Para penerima bantuan beasiswa KIP harus menjawab kesempatan ini dengan keseriusan dalam kuliah sehingga bisa selesai tepat waktu dengan nilai yang bagus.
Setelah tamat kuliah, harapannya mereka bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dan kehidupan keluarganya juga semakin baik,” ungkap Alan.
Sementara itu, Usman Husin ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp membenarkan bahwa para penerima beasiswa KIP dari empat kabupaten di Pulau Sumba telah tiba di Surabaya dengan selamat.
Ia berharap kesempatan yang telah diperoleh tersebut dapat dimanfaatkan sebaik mungkin.
Usman mendorong para penerima beasiswa untuk belajar dan mengikuti perkuliahan dengan sungguh-sungguh sebagai bekal untuk membangun masa depan.
Ia juga berharap bantuan pendidikan tersebut tidak berhenti pada persoalan biaya kuliah, tetapi benar-benar menjadi pintu bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk meningkatkan kualitas hidup dan meraih cita-cita.
Dengan demikian, perjalanan 44 anak Sumba menuju Surabaya bukan sekadar perjalanan menuju sebuah kampus.
Lebih dari itu, perjalanan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar membuka jalan pendidikan bagi generasi muda dari keluarga kurang mampu agar memiliki kesempatan yang lebih besar untuk mengubah masa depan mereka.*




















