Nihi Rote, Ketika Keindahan Pulau Rote Menjadi Jendela Budaya untuk Dunia

- Redaksi

Jumat, 28 Agustus 2026 - 12:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Humas Nihi Rote Editor : Redaksi
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

onlinentt.com – Rote Ndao | Wisatawan mungkin datang ke Pulau Rote karena ingin menyaksikan laut biru, pantai yang masih alami, matahari yang perlahan tenggelam di ufuk barat, atau merasakan ketenangan sebuah pulau yang jauh dari hiruk-pikuk kota. Namun, di Nihi Rote, pengalaman itu tidak berhenti pada keindahan alam.

 

Di Desa Bo’a, Kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao, sebuah pengalaman berbeda hadir ketika wisatawan disambut bukan hanya dengan panorama, tetapi juga dengan suara Gong Rote, gerak tari tradisional, pakaian adat dan alunan Sasando. Di sanalah sebuah pulau kecil memperkenalkan dirinya dengan cara yang begitu sederhana, tetapi memiliki makna yang besar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Nihi Rote seolah menjadi jendela tempat dunia dapat melihat Rote bukan hanya sebagai destinasi wisata, tetapi sebagai tanah yang memiliki sejarah, tradisi, seni dan jati diri.

Baca Juga :  Gubernur Minta Kepala Daerah Upaya Keras Cegah Peningkatan Kematian Pasien Covid-19

 

Setiap pekan, Sanggar Ume Hita hadir dalam agenda penyambutan wisatawan di Nihi Rote. Para seniman membawa warisan budaya Rote Ndao ke hadapan tamu-tamu yang datang dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara.

 

Ketika Gong Rote ditabuh, sebuah salam budaya terdengar.

Ketika para penari bergerak dalam balutan pakaian adat, sebuah identitas diperlihatkan.

 

Dan ketika Sasando mulai mengalunkan nadanya, sebuah cerita tentang Pulau Rote mengalir tanpa harus diterjemahkan ke dalam banyak kata.

 

Salah satu pemain musik tradisional sekaligus pemukul Gong Rote, Lorens Henukh, S.Sn, Gr, mengatakan Sanggar Ume Hita mendapat kesempatan tampil setiap Minggu untuk menyambut wisatawan.

Baca Juga :  Koramil 1604-01/Kupang dan Polsek Kupang Tengah, Sosialisasi Dampak Covid 19 dan Bagikan Masker

 

“Kami diundang tampil setiap Minggu, dalam acara penyambutan wisatawan dari dalam negeri dan luar negeri,” kata Lorens ketika dihubungi wartawan, Rabu, (26/08/2026).

 

Bagi wisatawan, pertunjukan tersebut menjadi bagian dari pengalaman yang tidak mudah ditemukan di tempat lain.

 

Mereka tidak hanya melihat sebuah pertunjukan seni, tetapi dapat merasakan langsung bagaimana masyarakat Rote menyambut tamu melalui kekayaan tradisinya.

 

Menurut Lorens, wisatawan menunjukkan ketertarikan yang besar terhadap musik dan tarian tradisional Rote.

A

“Wisatawan yang datang di Nihi Rote lebih suka musik Rote, tarian Rote,” ujarnya.

 

Sasando juga turut ditampilkan. Alunan musiknya menjadi bagian dari rangkaian penyambutan, sekaligus memperkenalkan kekayaan seni Rote kepada para wisatawan.

Baca Juga :  Sumber Air yang Dikelola PDAM Kota Kupang Sangat Terbatas

 

“Musik Sasando juga ditampilkan,” ungkap Lorens.

 

Bagi para seniman, kesempatan tampil di hadapan wisatawan mancanegara memiliki arti tersendiri. Ada rasa bangga ketika sesuatu yang diwariskan oleh leluhur dapat dilihat dan diapresiasi oleh orang-orang dari berbagai penjuru dunia.

 

Apalagi ketika setelah pertunjukan para wisatawan menyampaikan apresiasi secara langsung.

 

“Habis penyambutan, para wisatawan menyampaikan terima kasih kepada kami,” kata Lorens.

Ucapan sederhana itu menjadi bukti bahwa budaya memiliki bahasa universal. Wisatawan mungkin tidak memahami seluruh makna di balik setiap gerakan tari, tidak mengenal semua sejarah Gong Rote, atau belum mengetahui perjalanan panjang Sasando.

 

Namun, mereka dapat merasakan keramahan, keindahan dan ketulusan yang hadir melalui sebuah pertunjukan budaya.

Berita Terkait

PKS Media 2026 Belum Jelas, Bagian Umum Setda Rote Ndao Diminta Buka Status Anggaran Rp200 Juta
SMA Negeri 1 Lobalain Persembahkan Delapan Putra-Putri Terbaik di Paskibraka HUT RI ke-81
Saatnya Bupati Rote Ndao Tanam Dua Harapan: Pangan Berkualitas dan Generasi Berkarakter
Dari Bo’a untuk Dunia: RHA Nihi Rote Menyiapkan Generasi Muda Jadi Talenta Pariwisata
Bupati Paulus Henuk Dorong Penataan TPA yang Lebih Aman dan Ramah Lingkungan
Bupati Paulus Henuk Dorong Penguatan Literasi Keuangan untuk Masyarakat Rote Ndao
Balik Nama Sertipikat Kini Lebih Pasti, 17 Kantah Mulai Terapkan Layanan Terintegrasi 10 Hari
MPLS RAMAH SMAN 1 Lobalain Ditutup Meriah, Siswa Baru Unjuk Bakat dan Minat

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:05 WITA

Peduli dan Berbagi dalam Duka, Kepala SMA Negeri 1 Lobalain Sampaikan Belasungkawa untuk Keluarga Deksi Penu

Kamis, 27 Agustus 2026 - 03:58 WITA

ATR/BPN Pacu Sertipikasi 11 Juta Rumah MBR, Kepastian Hak Jadi Jalan Menuju Kesejahteraan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:38 WITA

Transformasi ATR/BPN Dorong Layanan Pertanahan Lebih Cepat, Pasti dan Bebas Pungli

Rabu, 26 Agustus 2026 - 15:42 WITA

Sertipikat Gratis MBR, Langkah ATR/BPN Perkuat Kepastian Hukum Hunian Rakyat

Rabu, 26 Agustus 2026 - 04:38 WITA

Saatnya Bupati Rote Ndao Tanam Dua Harapan: Pangan Berkualitas dan Generasi Berkarakter

Rabu, 26 Agustus 2026 - 03:43 WITA

HAN GMIT Rote Ndao 2026: Bupati Paulus Henuk Dorong Anak Tumbuh Aman, Sehat dan Berkarakter

Selasa, 25 Agustus 2026 - 03:53 WITA

Dari UNSTAR, Paulus Henuk Titip Pesan: Masa Depan Rote Ndao Ditentukan Generasi yang Berani Belajar

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 07:07 WITA

Dari Lontar Menuju Masa Depan: Bupati Paulus Henuk dan Ketua Klasis RBL Menginspirasi 700 Pemuda GMIT Menjadi Agen Perubahan

Berita Terbaru