Kepsek SMAN 1 Rindi Umalulu Rekayasa Ganti Ketua Komite

282

Kupang, onlinentt. com – Diduga karena dendam kesumat karena mempersoalkan mutasi 7 orang guru honor Komite Sekolah, Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Rindi Umalulu, Kabupaten Sumba Timur, NTT merekayasa pergantian Ketua dan Pengurus Komite Sekolah padahal Pengurus Komite Sekolah tersebut baru menjalankan tugasnya sekitar 1 tahun.

Demikian tanggapan Ketua Komite SMAN 1 Rindi Umalulu, Abner Doko Bunga yang dikonfirmasi terkait informasi adanya rekayasa Kepala Sekolah (Kepsek), Juniaty Simanulang, S.Pd yang secara tiba-tiba berinisiatif untuk mengganti Kepengurusan Komite Sekolah tersebut.

“Ini sangat aneh adik. Diduga ada rekayasa Kepsek untuk mengganti Saya sebagai Ketua Komite untuk melampiaskan dendam kesumatnya kepada saya. Alasan Kepsek bahwa masa jabatan Pengurus Komite Sekolah tersebut telah selesai karena SK Pengangkatan Pengurus Komite yang dikeluarkannya hanya berlaku 1 (satu) tahun. Ini SK bodong. Padahal semua orang tahu bahwa berdasarkan Juknis (Petunjuk Teknis, red) dan Permendiknas Nomor: 75 Tahun 2016, masa jabatan Pengurus Komite Sekolah selama 3 tahun dan dapat dipilih kembali,” tandas Abner.

Ia menjelaskan, berdasarkan rapat pada Hari Selasa (23/2/21), Kepsek Juniaty mengatakan bahwa SK Pengangkatan Komite yang dikeluarkannya hanya berlaku 1 tahun. “Kepala Sekolah membagikan foco copy SK Pengangkatan tersebut dan mengatakan masa jabatan Komite Sekolah hanya 1 tahun. Ini tidak benar. Karena saat pemilihan, semua pengurus Komite Sekolah tahu bahwa masa jabatannya selama 3 tahun,” ungkapnya.

 

Ia menduga ada rekaya dalam SK Pengangkatan Pengurus yang copyannya dibagikan dalam rapat Komite Sekolah beberapa hari lalu. “Saya duga, ada rekayasa SK tersebut untuk balas dendam kepada saya karena mempersoalkan mutasi 7 orang guru honor Komite Sekolah. Aneh bin ajaib, SK Kepala Sekolah bisa mengabaikan Permendiknas dan Juknis yang mengatur bahwa masa jabatan Pengurus Komite Sekolah selama 3 tahun,” tandas Abner.

Menurut Abner, dalam rapat yang dihadiri sekitar 20 orang tua murid, telah disusun tim formatur untuk membentuk Kepengurusan Komite Sekolah yang baru. “Pada rapat Hari Selasa kemarin, sudah disusun formatur untuk membentuk pengurus baru. Besok (hari ini, (Kamis 26/3/21) akan dilanjutkan rapat Pembentukan Pengurus Komite tersebut,” ungkapnya.

Abner memaparkan, berdasarkan ayat (1) Pasal 8 Permendiknas No. 75 tahun 2016 dikatakan, masa jabatan keanggotaan Komite Sekolah paling lama 3 (tiga) tahun dan dapat dipilih kembali untuk 1 (satu) kali masa jabatan. “Sedangkan pada ayat (2) dikatakan, keanggotaan Komite Sekolah berakhir apabila pengurus mengundurkan diri; meninggal dunia, tidak dapt melaksanakan tugas karena berhalangan tetap; atau dijatuhi pidana karena melakukan tindakan pidana kejahatan berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap,” bebernya.

Dengan demikian, lanjut Abner, rekayasa yang dilakukan Kepsek Juniaty Simanullang telah melanggar peraturan yang berlaku. “Aneh, SK yang dikeluarkan hanya untuk 1 tahun? Alasan pergantian juga tidak jelas. Ini hanya untuk membalaskan dendamnya,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Sekolah SMAN 1 Rindi Umalulu, Juniaty Simanullang memutasi 7 orang guru honor. Diduga mutasi itu dilatarbelakangi oleh dendam Kepsek Juniaty karena dilaporkan oleh 6 orang guru Komite Sekolah ke Dinas P & K, Korwas dan MKKS karena tidak membayar gaji mereka selama 4 bulan. Hal itu dilaporkan oleh Ketua Komite Sekolah, Abner Doko Bunga kepada Dinas P & K dengan tembusan ke Komisi V DPRD NTT.

Anggota DPRD NTT, Refafi Gah sebagai wakil rakyat dari Dapil Sumba mempersoalkan mutasi 7 orang guru honor Komite Sekolah tersebut dan meminta Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat untuk mencopot Kepsek Juniaty Simanullang, S.Pd karena tindakannya telah merusak tatanan pendidikan di SMAN 1 Rindi Umalulu. *tim

Comments
Loading...