Staf Kapolda NTT, Dominikus Yampormase menyatakan, dari sisi keamanan pihak Polda akan mengatur penjemputan, penjagaan, pengawalan selama kegiatan ini berlangsung.
“Polda serius menanggapi permintaan penyelenggara maka kegiatan yang berkaitan dengan pesparani mulai dari datangnya peserta sampai dengan kembali akan berlangsung dengan damai,” ungkap mantan Kapolres Kupang ini.
Vikjend Keuskupan Agung Kupang RD Gerardus Duka, Pr juga menambahkan, lagu adalah do’a. Oleh karena itu, ada ungkapan Latin Qui Bene Cantat Bis Oat, artinya, “yang bernyanyi dengan baik berdoa dua kali,”.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dia menerangkan, dalam gereja Katolik lagu bukan penambahan melainkan merupakan bagian integral yang menghubungkan ibadat Sabda dan Ekaristi.
Kepala Kantor wilayah Kementerian Agama NTT, Marselinus Sarman mengaku, penetapan NTT sebagai daerah tuan rumah merupakan keputusan gereja katolik dan pemerintah, jelas dia.
Turut hadir dalam jumpa pers itu, Ketua Umum Pesta Paduan Suara Gerejani, (Pesparani), Katolik Nasional II, H. Jamaludin Ahmad didampingi Vikaris jenderal Keuskupan Agung Kupang, Romo Gerardus Duka, Ketua Lembaga Pembina dan Pengembangan Pesparani Katolik (LP3K) NTT, Frans Salem, Ketua Pelaksana Pesparani Katolik Nasional II, Sinun Petrus Manuk, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi NTT, Sarman Marselinus, Perwakilan dari Polda NTT, AKBP Domi Yamparmase dan Romo Dus Bone.***

Ikuti Kami
Subscribe































