Tokoh PWNU Ditunjuk Gubernur Sebagai Ketua Pesparani Katholik Nasional II di NTT

0 94

onlinentt. com-NTT, H. Jamaludin Ahmad, tokoh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama, (PWNU), Nusa Tenggara Timur, (NTT), ditunjuk Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat sebagai Ketua Umum Pesta Paduan Suara Gerejani, (Pesparani), Katolik Nasional II.

Ketika awal mendapat penunjukan sebagai Ketua Pesparani Katolik Nasional II, banyak media, terutama teman-teman berbeda faham menganggap ini sesuatu yang tidak biasa. Namun dirinya bersama Ketua Majelis Ulama Indonesia, (MUI), NTT, Abdul Kadir Makarim, setelah ke Jakarta dan bertemu Ketua umum PBNU pusat, mendapat dukungan seratus persen.

“Kita bukan urus agama. Kita urus penguatan moral pijakan bangsa.
Kalau dulu saudara-saudara Kristen menjadi ketua MTQ di daerah. Apakah mereka pindah agama? kan tidak, ini merajut kebangsaan guna memperkuat persaudaraan umat manusia,” tutur H. Jamaludin Ahmad dalam jumpa pers launching sayembara logo dan mars Pesparani di Sekretariat Forum Kerukunan Umat Beragama, (FKUB), NTT, Rabu (12/02/2020).

Ditambahkan Jamaludin, penugasan ini cukup berat tetapi tidak berbeda jauh dengan pelaksanaan MTQ.

“Saya melihat ini hampir sama persis dengan mekanisme penyelenggaraan MTQ,” ujarnya.

Ahmad, berharap seluruh masyarakat NTT melakukan pemasangan umbul-umbul pada sepanjang bandara, pelabuhan, penginapan dengan bertuliskan ucapan selamat datang peserta Pesarani Katholik Nasional II di NTT agar sama seperti pelaksanaan MTQ, terangnya.

Dia juga meminta peran serta media dalam pemberitaan untuk meminta target kepada peserta yang hadir dalam Pesparani tingkat Nasional II di Nusa Tenggara Timur.

“Media harus meminta target kepada peserta yang hadir dalam Pesparani Katolik Nasional II di Nusa Tenggara Timur (NTT), di mana saat kehadiran rombongan, media sudah harus stand by untuk bertanya dari daerah mana. Apakah dari Papua atau Maluku dan targetnya apa?. Kemudian, Juara pada lomba apa? Sebab, kata Gubernur kalau media gagal dalam pemberitaan maka kita semua pasti gagal,” jelasnya.

Sementara, Ketua Umum Pesparani NTT, Sinuns Petrus Manuk mengungkapkan, pelaksanaan Pesparani tingkat provinsi akan berlangsung pada tanggal 12 sampai dengan 17 Mei 2020 mendatang.
Khusus pembukaan akan dimulai pada tanggal 14 Mei 2020 namun akan didahului dengan Misa Agung oleh Mgr. Petrus Turang, Pr.

Masih menurut dia, setelah pembukaan kegiatannya oleh Gubernur NTT, selanjutnya akan dilaksanakan beberapa cabang lomba dari tanggal 15 sampai dengan 16 Mei 2020 pada beberapa lokasi, yaitu, aula Gereja Assumpta dan Paulus dan baru akan berakhir, pukul 05.00 wita nanti.

“Kami sudah kirim undangan ke Uskup Agung Ende untuk memimpin misa penutupan yang dirangkai dengan upacara penutupan sekaligus penyerahan hadiah oleh Gubernur NTT.
Ada 13 cabang kegiatan yang dilombakan dan dijabarkan dalam 4 kategori besar, yakni, paduan suara, lomba bermazmur, CCR, (Cerdas, Cermat Rohani), dan bertutur kitab soal suci,” urainya.

Dituturkan, target peserta dari NTT dapat meraih juara umum pada Pesparani Nasional karena ketika pelaksanaan Pesparani di Ambon, NTT kurang satu champion, tetapi memperoleh enam medali emas, enam perak dan empat perunggu. Sementara, provinsi Kalimantan timur melebihi NTT satu medali emas sehingga menggondol juara Umum Nasional.

“Masa tuan rumah tidak juara umum. Setelah Pesparani provnsi kontingen kita akan digodok agar bisa tampil di Pesparani Nasional pada bulan Oktober 2020 mendatang” harap Manuk.

Staf  Kapolda NTT,  Dominikus Yampormase menyatakan, dari sisi keamanan pihak Polda akan mengatur penjemputan, penjagaan, pengawalan selama kegiatan ini berlangsung.

“Polda serius menanggapi permintaan penyelenggara maka kegiatan yang berkaitan dengan pesparani mulai dari datangnya peserta sampai dengan kembali akan berlangsung dengan damai,” ungkap mantan Kapolres Kupang ini.

Vikjend Keuskupan Agung Kupang RD Gerardus Duka, Pr juga menambahkan, lagu adalah do’a. Oleh karena itu, ada ungkapan Latin Qui Bene Cantat Bis Oat, artinya, “yang bernyanyi dengan baik berdoa dua kali,”.

Dia menerangkan, dalam gereja Katolik lagu bukan penambahan melainkan merupakan bagian integral yang menghubungkan ibadat Sabda dan Ekaristi.

Kepala Kantor wilayah Kementerian Agama NTT, Marselinus Sarman mengaku, penetapan NTT sebagai daerah tuan rumah merupakan keputusan gereja katolik dan pemerintah, jelas dia.

Turut hadir dalam jumpa pers itu, Ketua Umum Pesta Paduan Suara Gerejani, (Pesparani), Katolik Nasional II, H. Jamaludin Ahmad didampingi Vikaris jenderal Keuskupan Agung Kupang, Romo Gerardus Duka, Ketua Lembaga Pembina dan Pengembangan Pesparani Katolik (LP3K) NTT, Frans Salem, Ketua Pelaksana Pesparani Katolik Nasional II, Sinun Petrus Manuk, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi NTT, Sarman Marselinus, Perwakilan dari Polda NTT, AKBP Domi Yamparmase dan Romo Dus Bone.***

Comments
Loading...