Tim Satgas Covid 19 Bersinergi dengan Lintas Instansi Lakukan Pendataan Orang Masuk Rote Ndao

- Redaksi

Rabu, 30 September 2020 - 07:09 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

onlinentt.com-Rote Ndao-Jumlah pasien Covid 19 yang kian hari bertambah, Pemerintah Rote Ndao melalui Tim Satuan Tugas, (Satgas), Covid 19 setempat mulai mengambil langkah antisipatif dengan melakukan pendataan terhadap setiap orang yang masuk ke Kabupaten Rote Ndao melalui penyeberangan laut dan udara.

Dalam aksinya, Tim Satgas Covid-19 Bidang Penegakan Hukum dan Pendisplinan Kabupaten Rote Ndao, bersinergi dengan sejumlah lembaga lain,  seperti Satuan Polisi Pamong Praja TNI, Polri, Kejaksaan dan Pengadilan Negeri, diketuai oleh Johnny E. Y. Saudale.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pantauan media ini, pengecekan dan pendataan terhadap identitas penumpang sedang berlangsung di Pelabuhan Baa.

Bagi penumpang yang baru tiba dari Kupang ke Rote menggunakan penyeberangan kapal Bahari Express akan dicek dan di data identitasnya”, kata Ketua Satgas.

Baca Juga :  Bangun Pulau Ndao dari Aspirasi Bersama, Bupati Paulus Henuk Ajak Satgas Perkuat Kolaborasi

Johnny Saudale,  menjelaskan kegiatan ini di lakukan pada seluruh pintu masuk, baik bandara maupun penyeberangan laut, yaitu penyeberangan melalui kapal cepat atau kapal lambat”, akunya.

Dikatakan, masa lockdouwn kemarin, pihaknya melakukan pengecekan tidak hanya pada penyeberangan yang resmi mdlainkan yang tidak resmi pun dilakukan bekerjasama dengan para camat, kepala desa, linmas.

“Tetapi ini masih sifatnya terbuka maka kami yakin semua penumpang masuk ke Rote Ndao melalui penyeberangan yang resmi”, terangnya.

Saudale menyatakan, tujuan pendataan untuk mengecek tujuan setiap orang yang masuk ke Kabupaten Rote Ndao dan dari daerah mana saja”, pungkas dia.

Disela-sela pendataan,  Saudale menghimbau kepada penumpang yang bepergian ke Kupang agar ketika kembali ke Rote Ndao harus mengisi link data supaya dapat terdata.

Baca Juga :  Wawali Apresiasi Masyarakat Penerima Vaksin

“Kalau ada penumpang yang tidak mengisinya maka akan menyusahkan semua pihak. Sebab dengan mengisi link yang tersedia akan memudahkan petugas untuk mendapatkan informasi kalau yang bersangkutan misalnya bermasalah. Tetapi sebaliknya bila tidak  maka petugas akan kesulitan mencari informasi tentang keberadaannya”, paparnya.

Dia juga mengharapkan  kerjasama semua pihak karena apa yang dilakukan oleh pemerintah daerah melalui Tim Satgas Covid 19, untuk kepentingan  bersama, bukan untuk kepentingan pribadi.

“Sekuruh dunia ini sementara sedang perang terhadap wabah ini. Bukan  hanya di Rote Ndao sehingga mohon jangan menilai bahwa apa yang kami lakukan berlebihan karena sebagai perpanjangan tangan dari pemerintah daerah, kami harus melindungi masyarakat kami yang ada di Kabupaten Rote Ndao”, ungkapnya.

Baca Juga :  Bibit Siklon Tropis 93S Saat Ini Sudah Jauh dari Wilayah NTT

Selanjutnya menanggapi isu bahwa akan dilakukan lockdouwn pada tanggal 1 Oktober 2020, Ketua Satgas Covid 19 ini mengatakan sampai sekarang belum mendapat surat tentang rencana lockdouwn”, tandasnya.


Hal yang sama  ditambahkan, Kepala Cabang Bahari Express, Musmul Yanto Loasana  bahwa berita lockdown sudah terdengar dan cukup berpengaruh juga kepada arus penumpang yang hendak bepergian tetapi sejauh ini secara resmi pihaknya belum mendapatkan informasi secara tertulis.

Musmul Yanto Loasana, dalam kesempatannya juga meminta kepada masyarakat Rote Ndao yang mau bepergian dengan penyeberangan kapal cepat agar jangan cepat percaya dengan berita yang belum resmi.

“Kami terus melakukan  pelayanan bepergian besok dan selanjutnya sambil menunggu informasi resminya”, jelas dia. *Amril Ahmad

Berita Terkait

Jejak Pengabdian Fila Delfia Fiah Tak Berakhir di Pemakaman, Keluarga dan Jemaat GPdI Rajawali Leolutun Kehilangan Sosok Teladan
Falen Haning Nahkodai Garda Bangsa NTT 2026–2031, Konsolidasi 22 Kabupaten/Kota Jadi Agenda Awal
Urus Peralihan Hak Sendiri, Pengurusan Sertipikat Tidak Seribet yang Dibayangkan
Terapkan Manajemen Risiko dengan Pendekatan GRC, Wamen ATR/Waka BPN Harapkan Pengendalian Risiko Berbasis Data
Lindungi Hak Masyarakat, Kementerian ATR/BPN Selesaikan 3.018 Kasus Pertanahan
32 Tahun Mengabdi di Rote Ndao, Karolus Laga Masan Memilih Setelah Pensiun Menetap: “Tanah Ini Sudah Menjadi Negeri Ayah dan Ibu Kedua”
Bupati dan Wakil Bupati, ASN, DPRD dan Polisi Punya Jalur BBM, Wartawan Untuk Dapat Setetes Saja Sulit
Barcode BBM Diduga Dimanipulasi, Satu Mobil Bisa Isi Berulang Kali? Polisi dan Samsat Harus Bertindak!
Tag :
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 08:36 WITA

Jejak Pengabdian Fila Delfia Fiah Tak Berakhir di Pemakaman, Keluarga dan Jemaat GPdI Rajawali Leolutun Kehilangan Sosok Teladan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:17 WITA

Falen Haning Nahkodai Garda Bangsa NTT 2026–2031, Konsolidasi 22 Kabupaten/Kota Jadi Agenda Awal

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:11 WITA

Terapkan Manajemen Risiko dengan Pendekatan GRC, Wamen ATR/Waka BPN Harapkan Pengendalian Risiko Berbasis Data

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:00 WITA

Lindungi Hak Masyarakat, Kementerian ATR/BPN Selesaikan 3.018 Kasus Pertanahan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:27 WITA

32 Tahun Mengabdi di Rote Ndao, Karolus Laga Masan Memilih Setelah Pensiun Menetap: “Tanah Ini Sudah Menjadi Negeri Ayah dan Ibu Kedua”

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:21 WITA

Bupati dan Wakil Bupati, ASN, DPRD dan Polisi Punya Jalur BBM, Wartawan Untuk Dapat Setetes Saja Sulit

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:14 WITA

Barcode BBM Diduga Dimanipulasi, Satu Mobil Bisa Isi Berulang Kali? Polisi dan Samsat Harus Bertindak!

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:25 WITA

Atas Perintah Siapa Pertamax Sanggaoen Dibatasi? Pengakuan Anggota Polisi Picu Tanda Tanya

Berita Terbaru