Leluhur Orang Rote Ti Tinggal di Bulan?

- Redaksi

Kamis, 14 Agustus 2025 - 20:03 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Johanes Henuk Editor : redaksi
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penulis : Johanes Yoseph Henukh 

Edisi revisi

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setiap suku, bangsa, ras, etnis dan daerah memiliki ceritera mitos, legenda dan dongeng yang beragam dan khas tapi terkadang sulit dibedakan oleh masyarakat awam. Selain itu juga terbagi dalam tiga kategori serta memiliki pengertian yang sama.

 

Menanggapi hal itu, Heri Jauhari dalam bukunya yang berjudul Folklor, Bahan Kajian Ilmu Budaya, Sastra dan Sejarah (2018), mengklasifikan cerita rakyat berdasarkan jenisnya, yakni mitos, legenda dan dongeng. Berikut deskripsi dan perbedaan mitos, legenda serta dongeng.

 

Pertama, mitos merupakan cerita rakyat yang dianggap sangat sakral untuk diceriterakan, (red=pemali), dan benar terjadi, diperankan oleh sosok gaib atau dianggap seperti sosok dewa dan atau setengah dewa.

 

Latar peristiwa cerita ini biasanya berasal dari dunia lain, (red=gaib), atau bukan alam  nyata. Ceritera mitos selalu teraplikasi pada ras, suku dan bangsa tertentu yang dalam penelusurannya rumit, termasuk budaya, adat istiadat, bahasa, peralatan perang dan karya seni lainnya.

Baca Juga :  Dandim 1604/Kupang Bekerjasama Komunitas Peduli NTT Bagikan Sembako Kepada Warga Kurang Mampu

 

Cerita rakyat jenis ini mengisahkan proses atau asal usul terjadinya alam semesta, binatang, manusia pertama dan sebagainya. Beberapa contoh mitos  yang berkembang di masyarakat, antara lain, Aji Saka, Nyi Roro Kidul, Dewi Sri dan lain-lain.

 

Kedua, Legenda sering disajikan untuk merekonstruksi sejarah dalam ilmu pengetahuan. Hal ini karena dianggap selalu berkaitan dengan situs-situs sebagai peninggalan para tokoh yang sering dijadikan fakta sejarah.

 

Sejumlah contoh dari legenda yang beredar dalam kalangan masyarakat, misalnya  Gunung Bromo, Tangkuban Perahu, Danau Toba dan sebagainya.

 

Ketiga, Dongeng merupakan cerita rakyat berasal dari tradisi lisan sekelompok masyarakat yang tidak dipercayai kebenarannya atau tidak dianggap benar terjadi.

 

Masyarakat memfungsikan dongeng sebagai alat hiburan, namun banyak juga yang bermakna didaktis, (menghibur), politis dan sindiran. Adapun beberapa contoh dongeng antara lain Si Kancil dan Buaya, Kelinci dan Kura-kura, Anak Gembala dan Srigala, serta lainnya.

Baca Juga :  Tanggap Terhadap Wabah Corona, LMI NTT Adakan Penyemprotan Disinfektan

 

Hal tersebut sangat mengena dengan Suku Rote Ti di Kecamatan Rote Barat Daya Kabupaten Rote Ndao Provinsi Nusa Tenggara Timur.

 

Masyarakat dalam suku ini ternyata memiliki sejumlah ceritera mitos, legenda dan dongeng yang rumit dijelaskan secara nalar atau logika.

 

Namun kenyataannya ditemukan sejumlah situs yang memiliki ceritera legenda, misalnya salah satu situs bernama Eda Huk, terletak di Puncak Gunung Kokolo Desa Soruk Kecamatan Rote Barat Daya Kabupaten Rote Ndao.

 

Nama gunung Kokolo berasal dari nama seorang leluhur Suku Rote Ti bernama, Kokolo Saba, (red=leluhur penulis), yang Exodus dari ex Nusak Oe Pao, (red=versi Rote timur), sedangkan Suku Rote Ti  sebutnya, Oe Mbao.

 

Dari leluhur ini kemudian menurunkan beberapa sub suku, misalnya, pertama, Tulle Nara, (red=Sub Suku di ex Nusak Termanu, yaitu Dou Danga,(red=versi Termanu), sementara Rote Ti dikenalnya, Dou Dangga.

Baca Juga :  Pernyataan Mersi Tite Terdengar "Manis di Bibir" Namun Terkesan "Hanya di Bibir Saja"

 

Kedua, Ketu Nara melahirkan Sub Suku Kana Ketu di ex Nusak Rote Ti. Ketiga, Saba Nara melahirkan Sub Suku Tola Umbuk, Nggau Pandi, Henu Pandi, (red=Henu La”e), Saba Pandi, (red=Saba La”e), Mbura Pandi, (red=Mbura La”e). Keempat, Ndu Saba memperanak Sub Suku Sandi. Kelima, Lay Saba menurunkan Sub Suku Meoleok.

 

Selanjutnya, nama. Eda Huk berasal dari dua suku kata dalam dialeg Suku Rote Ti yang berarti,”tangga naik”. Terkait makna dari makna Eda Huk, (red=tangga naik), terdapat sepenggal syair di Rote Ti berbunyi, “Ara Bei Tuti Henur ma Ara Bei Sambu Lilor  Ara Raba Ma Ara Kai. Ara Reu Ma Ara Mai , artinya, “Mereka masih mengikat dan menyambung muti serta emas sebagai alat memanjat atau naik untuk pergi dan kembali,”. 

Berita Terkait

APBD Perubahan 2026 Tuntas, Pemkab Rote Ndao Pasang Target 90 Persen dan Tutup Celah Pekerjaan Tertunda
Dari Gerak Tari Resa, Budaya Rote Temukan Panggung untuk Menyapa Dunia
Ketika Siswa SMK Negeri 1 Rote Barat Diberi Kesempatan Oleh Hotel Nihi Bo’a Jadi Wajah Rote di Hadapan Wisatawan Dunia
Oktober 2026, Tambak Garam Rote Ndao Diproyeksikan Diresmikan Presiden Prabowo
FGD Bersama BPK RI Perwakilan NTT, Pemkab Rote Ndao Dorong Sinergi Transmigrasi dan Pariwisata
Di Tengah Duka, Keluarga Besar SMAN 1 Lobalain Hadir Menguatkan Keluarga Berkat Ngulu
Disdik Rote Ndao Sepi Pegawai dan Pengunjung, Ada Apa?
Sinergi Pemkab Sumba Timur dan DPR RI Diperkuat, Usman Husin Dorong Aspirasi Petani Tembus Pemerintah Pusat

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 08:26 WITA

Kantor Pertanahan Rote Ndao dan Bank NTT Bangun Kolaborasi, Dorong Pelayanan Masyarakat Makin Terintegrasi

Rabu, 9 September 2026 - 09:33 WITA

Batutua Merasa Dianaktirikan, Pemda Dinilai Masa Bodoh di Tengah Geliat Pembangunan Rote Ndao

Selasa, 8 September 2026 - 10:40 WITA

Lima Pasang Kandidat Siap Warnai Regenerasi Kepemimpinan OSIS SMAN 1 Lobalain

Senin, 7 September 2026 - 23:47 WITA

Duka Mendalam Keluarga Almarhumah Magdalena Taek, Bupati Paulus Henuk Hadir Beri Penghiburan

Selasa, 1 September 2026 - 17:14 WITA

Dari Keterbatasan Menuju Masa Depan, 71 Anak NTT Berangkat Kuliah ke Surabaya Berkat Beasiswa Perjuangan Usman Husin

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:56 WITA

Kepala SMAN 1 Lobalain Apresiasi Paulus Henuk: Mai Fali dan Rote Mengajar Hadir Menyalakan Mimpi Generasi Muda

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 03:15 WITA

Data Menjadi Kompas Rote Ndao: Paulus Henuk Dorong Kebijakan yang Berpijak pada Kondisi Nyata Masyarakat

Rabu, 26 Agustus 2026 - 14:01 WITA

Sungguh Luar Biasa, Albert Edon, Siswa SMA N 1 Lobalain menuju Duta SMA Tingkat Nasional

Berita Terbaru