onlinentt com -Rote Ndao — Sekolah yang aman tidak lahir hanya dari aturan yang tertulis di atas kertas. Ia tumbuh dari kepedulian, keberanian untuk saling melindungi, serta kesediaan setiap warga sekolah untuk menghargai satu sama lain.
Semangat itulah yang dibangun SMA Negeri 1 Lobalain melalui kegiatan Anti Perundungan yang digelar di Aula SMA Negeri 1 Lobalain, Sabtu, 12 September 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mengusung tema “Menciptakan Budaya Sekolah yang Aman, Peduli dan Bebas Perundungan”, kegiatan yang berlangsung pukul 10.00–12.00 WITA tersebut diikuti seluruh pengurus Agen Anti Perundungan SMA Negeri 1 Lobalain.
Kegiatan ini menghadirkan Martha Yanti Teuf, S.Pd, Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana sekaligus Guru Bimbingan dan Konseling (BK) SMA Negeri 1 Lobalain, sebagai pemateri.
Dalam penyampaiannya, Martha menegaskan bahwa keberadaan Agen Anti Perundungan bukan sekadar simbol atau pelengkap kegiatan sekolah.
Para anggota memiliki tanggung jawab untuk menjadi mata dan telinga bagi teman sebaya dalam membangun lingkungan pendidikan yang nyaman dan bebas dari tindakan perundungan.
Menurutnya, kepekaan terhadap kondisi teman menjadi salah satu hal penting yang harus dimiliki setiap anggota Agen Anti Perundungan.
Mereka diharapkan mampu melihat persoalan yang mungkin tidak selalu tampak secara terbuka, termasuk tindakan perundungan yang terjadi melalui media sosial.
Untuk itu, anggota Agen Anti Perundungan didorong mempraktikkan budaya empati, kepedulian dan saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari di sekolah.
Mereka juga memiliki peran sebagai penyampai informasi dan edukasi kepada teman sebaya mengenai bahaya bullying atau perundungan, kekerasan, serta pentingnya menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab.
Tidak kalah penting, anggota diharapkan mampu mengenali, melihat, mendengar dan mendata setiap kejadian yang berkaitan dengan perundungan, baik yang terjadi secara langsung maupun melalui ruang digital.
Informasi yang diperoleh selanjutnya harus disampaikan kepada pihak yang berwenang agar dapat ditindaklanjuti secara tepat.
Martha juga menekankan pentingnya kehadiran anggota Agen Anti Perundungan bagi siswa yang menjadi korban. Korban harus mendapatkan dukungan dan perhatian sehingga tidak merasa sendirian ketika menghadapi persoalan.
Dalam menjalankan tugas tersebut, kerahasiaan menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan. Informasi mengenai korban maupun kejadian perundungan harus dijaga dengan baik demi memberikan rasa aman sekaligus membangun kepercayaan antara siswa, Agen Anti Perundungan dan Guru BK.
Pembina Agen Anti Perundungan SMA Negeri 1 Lobalain, Erlince Tomasui, S.Pd, menyampaikan optimisme bahwa kegiatan tersebut dapat semakin memperkuat peran para siswa dalam menciptakan lingkungan sekolah yang positif.
Ia berharap seluruh anggota mampu menjalankan perannya secara aktif dan menjadi pelopor dalam membangun budaya sekolah yang aman, peduli, saling menghargai serta bebas dari perundungan.
Sementara itu, Mitha Dunggun, Ketua Agen Anti Perundungan SMA Negeri 1 Lobalain, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut.
Menurutnya, kegiatan Anti Perundungan memberikan pemahaman sekaligus tanggung jawab baru bagi para anggota untuk tidak hanya peduli terhadap diri sendiri, tetapi juga terhadap teman-teman di lingkungan sekolah.
Bagi SMA Negeri 1 Lobalain, upaya membangun sekolah yang bebas dari perundungan merupakan bagian dari pendidikan karakter.
Sekolah tidak hanya dituntut melahirkan peserta didik dengan prestasi akademik, tetapi juga generasi yang memiliki empati, kepedulian, rasa hormat dan keberanian untuk menciptakan lingkungan yang sehat.
Melalui Agen Anti Perundungan, pesan tersebut diharapkan tidak berhenti di ruang aula.
Semangat saling menjaga dan menghargai diharapkan menjadi kebiasaan yang tumbuh dalam keseharian seluruh warga SMA Negeri 1 Lobalain.
Sebab, sekolah yang nyaman bukan hanya tempat untuk belajar dan mengejar prestasi, tetapi juga ruang bagi setiap siswa untuk merasa diterima, dihargai dan aman menjadi dirinya sendiri.
“Bersama Kita Ciptakan Sekolah yang Aman, Peduli, dan Bebas Perundungan.”




















