Menurut Ferdi¸ awal dikerjakan¸ ia dan masyarakat lain di kampungnya (Mbealaing Desa Bangka Pau-Kecamatan Poco Ranaka-Matim¸ red) senang karena jalan tersebut akhirnya diperhatikan pemerintah dan diaspal. Tetapi melihat hasil kerja kontraktor¸ ia dan masyarakat sangat kecewa.
“Dulu di Kalimantan saya pernah pengalaman ikut kerja aspal juga pak. Jadi kita tau (tahu) model kerja aspal yang bagus itu bagaimana. Ini bagi saya masih rendah kualitasnya¸” imbuhnya mengkritik.
Hal Senada diungkapkan rekan sekampung Ferdinan yakni Ardianus Minggu. Ia mengatakan kecewa melihat kondisi jalan yang baru berusia satu tahun itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Awalnya kami senang dan bahagia¸ jalan di kampung kami ini diperhatikan dan diperbaiki pemerintah. Tapi lihat kondisi jalan yang mulai rusak hari ini¸ saya pikir kami hanya dihibur sementara oleh pemerintah tapi tidak iklas. Kerja aspal hanya asal jadi tapi hasilnya buruk¸” ujarnya.
Direktur PT. Wijaya Graha Prima¸ Erik Sujono yang dikonfirmasi Tim Media ini pada Sabtu (06/02/2021) melalui pesan WhatsApp/WA¸ menjelaskan bahwa paket pengerjaan ruas jalan tersebut telah selesai dikerjakan pada Desember 2019 dengan masa pemeliharaan 180 (Seratus Delapan Puluh) atau 6 (enam) bulan.“…sehingga sekarang sudah lewat dari masa pemeliharaan¸” tandasnya.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya

Ikuti Kami
Subscribe































