Akibatnya¸ bekas tambal dengan aspal goreng tersebut kembali retak dan pecah-pecah hingga butiran aspan dan urpil terlepas¸ bahkan kembali tersiram keluar dari badan jalan.
Bekas tambal tersebut kembali pecah-pecah (retak) dan terkelupas sehingga ,muncul pasir dan kerikil (urpil¸ red) karena tidak tahan lindasan lalulintas kendaraan yang lewat.
Sejumlah warga masyarakat (Mbealaing dan Mukun) yang ditemui Tim Media ini di lokasi itu pun mengungkapkan kekesalan dan kekecewaan mereka terkait kualitas jalan yang begitu buruk.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mereka bahkan meminta Pemprov NTT untuk melakukan tinjauan ulang terhadap kualitas kerja kontraktor dan meminta Pemprov menuntut kontraktor yang mengerjakan ruas jalan tersebut untuk bertanggungjawab (PT. Wijaya Graha Prima¸ red) serta memberi sanksi tegas terhadap kontraktor tersebut yang terkesan asal kerja.
“Pak dorang bisa lihat sendiri kondisi jalannya. Tahun lalu baru dikerjakan PT. Wijaya (PT. Wijaya Graha Prima¸ red)¸ tapi hari ini aspal sudah terbongkar. Kerikil pasir juga sudah tumpah keluar dan tersiram sana sini. Dorang (mereka) taruh (papar¸ red) aspal tipis sekali makanya tidak kuat itu pak¸” ujar Ferdi Deo¸ salah satu warga yang ditemui di ruas jalan tersebut.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya

Ikuti Kami
Subscribe































