Di lokasi proyek, mulai dari kampung Buntal (4 pohon tempat wisata WNA Prancis, red) hingga kampung Kembo, tidak ada tanda-tanda aktivitas pekerjaan proyek. Base Camp tampak sepi dan lengang, tak ada aktivitas apapun. Pintu Base Camp tampak tertutup rapat.
Di sekitar lokasi proyek, tampak ada 2 (dua) unit excavator (merk Hyundai). Satu (satu) unit excavator terparkir di base camp (di samping jembatan Buntal¸ red).
Sedangkan excavator lainnya tampak berada di depan SDI Kembo, Desa Golo Lijun yang digunakan untuk membelah bukit dan mengambil batu untuk digunakan sebagai pasangan saluran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di lokasi ini, tampak juga ada beberapa tumpukan batu putih sejenis batu kapur yang siap di angkut ke titik lokasi pengerjaan proyek.
Ada pula 4 (empat) tumpukan (sekitar 2 ret) yang berada di loksi proyek, tepat di pinggir pematang sawah Kampung Buntal. Juga ada tumpukan pasir di samping jembatan Buntal.
Informasi yang dhimpun tim media ini, PT. BTCH sebagai kontraktor pelaksana proyek tersebut, mengambil pasir tersebut dari sungai Buntal tanpa mengantongi izin resmi (ilegal).

Ikuti Kami
Subscribe































