onlinentt.com-Rote Ndao-Bank Nusa Tenggara Timur (Bank NTT), kini semakin mantap dalam pelayanannya. Hal itu dibuktikan dengan dimulainya pembenahan tata kelola Pekerja Migran Indonesia, (PMI), asal NTT.
Sebagai institusi kunci melalui skema pembiayaan baru yang lebih murah, terintegrasi dan berorientasi perlindungan ini, Bank NTT diposisikan sebagai tulang punggung sistem pembiayaan PMI yang aman dan berkelanjutan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus, mengungkapkan skema kredit yang disiapkan menawarkan bunga lebih rendah dibandingkan pola pembiayaan yang selama ini diakses calon PMI. Selain itu, mekanisme pengembalian kredit pun dirancang tidak memberatkan keluarga di daerah asal.
“Pengembalian dilakukan melalui pemotongan gaji secara proporsional setelah PMI bekerja. Dengan begitu, keluarga di kampung tidak terbebani cicilan,” terangnya.
Tak berhenti pada tahap pra-keberangkatan, Bank NTT juga memperluas perannya hingga fase pasca-penempatan. Salah satu langkah strategis yang tengah dijajaki adalah kerja sama dengan perbankan internasional, termasuk bank di Jepang agar remitansi gaji PMI dapat langsung masuk ke rekening Bank NTT.
“Dengan remitansi langsung ke NTT, hasil kerja PMI bisa dimanfaatkan secara produktif untuk pendidikan anak, pengembangan usaha, dan peningkatan kesejahteraan keluarga,” ujar Charlie.
Dalam aspek tata kelola, Bank NTT menegaskan sikap selektif. Pembiayaan hanya diberikan kepada lembaga pelatihan dan penyalur PMI yang patuh terhadap seluruh ketentuan hukum.
“Kami tidak kompromi. Bank NTT hanya membiayai lembaga yang legal, kredibel, dan bertanggung jawab,” tegasnya.
Sejalan dengan itu, Gubernur NTT Melki Laka Lena mengumumkan kebijakan satu pintu keberangkatan PMI melalui Kota Kupang. Seluruh PMI asal NTT wajib diberangkatkan dari Kupang guna memastikan legalitas, pengawasan, dan perlindungan yang lebih ketat.
“Kebijakan satu pintu ini tidak bisa dilepaskan dari peran Bank NTT. Pembiayaan, pengawasan, hingga keberangkatan akan terintegrasi dalam satu sistem,” papar Melki.
Ia menambahkan, kebijakan tersebut diharapkan menjadi pengungkit penguatan ekosistem ekonomi daerah. Dampaknya mencakup peluang pembukaan rute penerbangan internasional dari Bandara El Tari Kupang, peningkatan layanan keimigrasian, hingga pertumbuhan sektor jasa pendukung.
Dari sisi pelaksana, Direktur Utama PT AP Bali Konsultan Bisnis, Dominika Aloysia Trom Trombine, menilai keterlibatan Bank NTT memberi kepastian jangka panjang bagi program pelatihan dan penempatan PMI melalui LPK Musubu, khususnya di sektor kesehatan dengan tujuan utama Jepang.
“Dengan dukungan penuh Bank NTT, proses pelatihan dan penempatan menjadi lebih cepat, transparan, dan terjangkau. Ini meningkatkan kepercayaan peserta dan orang tua,” ujarnya.
Gubernur Melki menutup kegiatan tersebut dengan menegaskan bahwa kolaborasi ini menandai babak baru pengelolaan PMI NTT – lebih tertata, terintegrasi, dan berpihak pada perlindungan pekerja.
“Bank NTT kini berdiri di garis depan perlindungan PMI NTT. Ini langkah besar untuk memastikan mereka berangkat legal, bekerja bermartabat, dan pulang membawa manfaat nyata bagi daerah,” pungkasnya. *

































