Penjabat Gubernur NTT Ayodhia Kalake jadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Kelahiran Pancasila Tahun 2024 di Ende

98

onlinentt.com-Rote Ndao-Dalam Rangka memperingati Hari Kelahiran Pancasila, dilaksanakan upacara yang bertempat di Lapangan Pancasila, Kabupaten Ende pada Sabtu (01/06/2024).

 

Tema yang diusung dalam Upacara Hari Kelahiran Pancasila kali ini adalah “Pancasila Jiwa Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Emas Tahun 2045”.

 

Pada kesempatan ini, bertindak selaku Inspektur Upacara yakni Penjabat Gubernur NTT, Ayodhia G. L. Kalake, SH, MDC.

Hadir dalam upacara ini Ketua DPRD Provinsi NTT Emelia Julia Nomleni, Penjabat Bupati Ende Ignasius Ngasu, jajaran Forkopimda Kabupaten Ende, Pimpinan Perangkat Daerah Kabupaten Ende, unsur TNI, Polri, ASN, dan para Pelajar perwakilan dari SD, SMP, hingga SMA.

Tampak hadir pula mantan Menko Polhukam RI Prof. Dr. Mahfud Md, Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto, mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Anggota DPR RI asal NTT Andreas Hugo Parera serta Herman Hery.

Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia yang sedianya hadir untuk membacakan amanat pada upacara tersebut berhalangan hadir karena alasan kesehatan.

Lapangan Pancasila pun dipenuhi dengan para peserta upacara yang hadir dengan beragam balutan pakaian adat se-Nusantara.

Upacara yang berlangsung dalam suasana penuh Khidmat tersebut diawali dengan komandan upacara memasuki lapangan upacara, Inspektur Upacara tiba di mimbar upacara (pasukan disiapkan), penghormatan pasukan, laporan komandan upacara kepada inspektur upacara dan Pengibaran Sang Merah Putih oleh Pasukan Pengibar Bendera.

 

Dilanjutkan dengan mengheningkan cipta dipimpin oleh inspektur upacara, diikuti pembacaan teks Pancasila oleh Ketua DPRD Provinsi NTT dan diikuti seluruh peserta upacara.

Selanjutnya, pembacaan naskah Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 oleh Kepala Badan dan Kesatuan Bangsa dan Politik Daerah Kabupaten Ende, Gabriel Dala Ema, Amanat, Pembacaan Doa, Andhika Bhayangkari, Penghormatan Pasukan dan dilanjutkan dengan persembahan lagu-lagu.

Pembacaan amanat dalam upacara tersebut yang semestinya dibacakan Megawati pun digantikan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.

“Kami sampaikan permohonan maaf bahwa Ibu Megawati Soekarnoputri tidak bisa hadir di sini. Beliau kurang sehat. Mohon doanya,” kata Hasto saat membacakan sambutan mewakili Megawati.

Hasto lalu bercerita mengenai perjuangan Soekarno bagi bangsa dan negara. Hasto berujar Ende merupakan tempat yang bermakna bagi masyarakat Indonesia.

 

Sebab di sinilah Soekarno merenungi nilai Pancasila. Saat itu, pemerintah kolonial Belanda mengasingkan Soekarno alias Bung Karno di Ende.

“Ende sangatlah penting bagi sejarah perjuangan kemerdekaan bangsa, Ende merupakan tempat pembuangan Bung Karno oleh Belanda, Dia dikucilkan dan diredam semangat juangnya.

 

Namun yang terjadi adalah sebaliknya, api semangat kemerdekaan Bung Karno makin bergelora bahkan disempurnakan oleh perjumpaannya dengan sahabat-sahabatnya yang berasal dari rakyat biasa.” ujar Hasto membacakan pidato Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Usai pelaksanaan upacara Hari Lahir Pancasila tersebut, dimeriahkan juga dengan para peserta upacara yang bersama-sama menari Gawi dan Jai. Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.