Penjabat Gubernur NTT Ayodhia Kalake jadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Kelahiran Pancasila Tahun 2024 di Ende

- Redaksi

Minggu, 2 Juni 2024 - 18:51 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

onlinentt.com-Rote Ndao-Dalam Rangka memperingati Hari Kelahiran Pancasila, dilaksanakan upacara yang bertempat di Lapangan Pancasila, Kabupaten Ende pada Sabtu (01/06/2024).

 

Tema yang diusung dalam Upacara Hari Kelahiran Pancasila kali ini adalah “Pancasila Jiwa Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Emas Tahun 2045”.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Pada kesempatan ini, bertindak selaku Inspektur Upacara yakni Penjabat Gubernur NTT, Ayodhia G. L. Kalake, SH, MDC.

Hadir dalam upacara ini Ketua DPRD Provinsi NTT Emelia Julia Nomleni, Penjabat Bupati Ende Ignasius Ngasu, jajaran Forkopimda Kabupaten Ende, Pimpinan Perangkat Daerah Kabupaten Ende, unsur TNI, Polri, ASN, dan para Pelajar perwakilan dari SD, SMP, hingga SMA.

Tampak hadir pula mantan Menko Polhukam RI Prof. Dr. Mahfud Md, Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto, mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Anggota DPR RI asal NTT Andreas Hugo Parera serta Herman Hery.

Baca Juga :  Pancasila Bukan Sekadar Dasar Negara atau Dokumen Historis

Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia yang sedianya hadir untuk membacakan amanat pada upacara tersebut berhalangan hadir karena alasan kesehatan.

Lapangan Pancasila pun dipenuhi dengan para peserta upacara yang hadir dengan beragam balutan pakaian adat se-Nusantara.

Upacara yang berlangsung dalam suasana penuh Khidmat tersebut diawali dengan komandan upacara memasuki lapangan upacara, Inspektur Upacara tiba di mimbar upacara (pasukan disiapkan), penghormatan pasukan, laporan komandan upacara kepada inspektur upacara dan Pengibaran Sang Merah Putih oleh Pasukan Pengibar Bendera.

Baca Juga :  Duka Mendalam Keluarga Almarhumah Magdalena Taek, Bupati Paulus Henuk Hadir Beri Penghiburan

 

Dilanjutkan dengan mengheningkan cipta dipimpin oleh inspektur upacara, diikuti pembacaan teks Pancasila oleh Ketua DPRD Provinsi NTT dan diikuti seluruh peserta upacara.

Selanjutnya, pembacaan naskah Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 oleh Kepala Badan dan Kesatuan Bangsa dan Politik Daerah Kabupaten Ende, Gabriel Dala Ema, Amanat, Pembacaan Doa, Andhika Bhayangkari, Penghormatan Pasukan dan dilanjutkan dengan persembahan lagu-lagu.

Pembacaan amanat dalam upacara tersebut yang semestinya dibacakan Megawati pun digantikan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.

“Kami sampaikan permohonan maaf bahwa Ibu Megawati Soekarnoputri tidak bisa hadir di sini. Beliau kurang sehat. Mohon doanya,” kata Hasto saat membacakan sambutan mewakili Megawati.

Hasto lalu bercerita mengenai perjuangan Soekarno bagi bangsa dan negara. Hasto berujar Ende merupakan tempat yang bermakna bagi masyarakat Indonesia.

Baca Juga :  Bedah Rumah Bukti Konsistensi Jeriji Sejak Kampanye

 

Sebab di sinilah Soekarno merenungi nilai Pancasila. Saat itu, pemerintah kolonial Belanda mengasingkan Soekarno alias Bung Karno di Ende.

“Ende sangatlah penting bagi sejarah perjuangan kemerdekaan bangsa, Ende merupakan tempat pembuangan Bung Karno oleh Belanda, Dia dikucilkan dan diredam semangat juangnya.

 

Namun yang terjadi adalah sebaliknya, api semangat kemerdekaan Bung Karno makin bergelora bahkan disempurnakan oleh perjumpaannya dengan sahabat-sahabatnya yang berasal dari rakyat biasa.” ujar Hasto membacakan pidato Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Usai pelaksanaan upacara Hari Lahir Pancasila tersebut, dimeriahkan juga dengan para peserta upacara yang bersama-sama menari Gawi dan Jai. Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT

Berita Terkait

Rp 311 Juta Menguap, Embung Oenitas Tak Berbekas: Temuan Inspektorat Menganga, Pengembalian Dipertanyakan
Duka Mendalam Keluarga Almarhumah Magdalena Taek, Bupati Paulus Henuk Hadir Beri Penghiburan
41 Tahun Bukan Sekadar Angka, Temu Kangen SNAKMA/SPP/SMK-PP Negeri Kupang Satukan Kembali Mereka yang Pernah Berjuang Bersama
Bupati Yosef Lede: Duka Flores Adalah Duka Kita, Persaudaraan NTT Harus Terus Dijaga
Jejak Sang Perintis, Muhammad Aksa Isa dan Fondasi Panjang SMA Negeri 1 Lobalain
Dari Lontar ke Masa Depan, Bupati Paulus Henuk Dorong Pemuda Rote Ndao Jadi Agen Perubahan
Menikmati Segarnya Pagi di Kolam Kanda Raja, Destinasi Rekreasi Nyaman di Sanggaoen
Jejak Kasih Tak Pernah Hilang, Bupati Paulus Henuk Hadiri Upacara Perpindahan Tulang Belulang Almarhum Johanis Feoh di Busalangga
Tag :
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:27 WITA

32 Tahun Mengabdi di Rote Ndao, Karolus Laga Masan Memilih Setelah Pensiun Menetap: “Tanah Ini Sudah Menjadi Negeri Ayah dan Ibu Kedua”

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:21 WITA

Bupati dan Wakil Bupati, ASN, DPRD dan Polisi Punya Jalur BBM, Wartawan Untuk Dapat Setetes Saja Sulit

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:14 WITA

Barcode BBM Diduga Dimanipulasi, Satu Mobil Bisa Isi Berulang Kali? Polisi dan Samsat Harus Bertindak!

Senin, 19 Oktober 2026 - 01:26 WITA

Dari Lobalain Menatap IPDN, Kaleb Bessie Buktikan Perjuangan Anak Rote Ndao Tak Berhenti di Batas Pulau

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:49 WITA

Ke Mana BBM dari Antrean Panjang SPBU Sanggaoen? Warga Menunggu, Minyak Eceran Justru Menghilang, Di Mana Satgas BBM dan Tim Pemantau BBM?

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:26 WITA

Di Balik Jeruji, 21 Warga Binaan Lapas Ba’a Merajut Kembali Mimpi Lewat Pendidikan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:58 WITA

Masyarakat Rote Ndao “Bak Hidup di Persimpangan Sorga dan Neraka”

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:46 WITA

Data Pertanahan Kantah Kabupaten Karawang Sebagian Besar Telah Dialihmediakan, Masyarakat Diimbau Tidak Khawatir

Berita Terbaru