onlinentt.com – Rote Ndao – Peningkatan produksi pertanian di Kabupaten Rote Ndao mulai menunjukkan dampak nyata terhadap penguatan ketahanan pangan daerah. Tahun 2026 menjadi momentum penting, ditandai dengan meningkatnya serapan beras oleh Perum Bulog dibandingkan capaian tahun sebelumnya.
Perkembangan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam pertemuan Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, SH, bersama Kepala Bulog NTT, Kamis (13/08/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Bupati sebelumnya ke Gudang Bulog di Rote Ndao serta komunikasi yang telah dilakukan bersama jajaran Bulog melalui sambungan telepon.
Salah satu agenda utama yang dibicarakan adalah rencana pembangunan gudang Bulog di Kabupaten Rote Ndao.
Kehadiran gudang tersebut dinilai penting untuk memperkuat sistem penyimpanan sekaligus memperlancar distribusi pangan, terutama ketika produksi pertanian masyarakat mengalami peningkatan.
Bagi pemerintah daerah, pembangunan infrastruktur penyimpanan pangan bukan sekadar persoalan fasilitas. Lebih jauh, gudang Bulog di Rote Ndao diharapkan menjadi bagian dari mata rantai yang menghubungkan produksi petani dengan sistem pangan pemerintah secara lebih efektif.
Serapan Beras Melonjak
Optimisme tersebut semakin kuat setelah Kepala Bulog NTT menyampaikan perkembangan serapan beras dari Rote Ndao.
Jika sepanjang satu tahun pada 2025 serapan beras dari Rote Ndao tercatat hanya sekitar 509 ton, maka pada semester pertama 2026 angkanya telah mencapai 1.491 ton.
Dengan perkembangan produksi dan serapan yang terus bergerak positif, angka tersebut diperkirakan dapat menembus sekitar 2.000 ton hingga akhir 2026.
Capaian ini menempatkan Rote Ndao sebagai salah satu kabupaten dengan kontribusi peningkatan produksi dan serapan padi/beras yang cukup menonjol di NTT.
Bagi pemerintah daerah, angka tersebut merupakan gambaran bahwa kerja-kerja pembangunan sektor pertanian mulai menghasilkan perubahan.
Peningkatan produktivitas tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah, petani, penyuluh, kelompok tani, Bulog, serta berbagai pihak yang terlibat dalam rantai produksi pangan.
Ketika Produksi Meningkat, Infrastruktur Harus Mengikuti
Peningkatan produksi tentu membutuhkan kesiapan infrastruktur pendukung. Karena itu, rencana pembangunan gudang Bulog menjadi bagian strategis dari pembahasan Bupati Paulus Henuk bersama Kepala Bulog NTT.
Pemerintah Kabupaten Rote Ndao berkomitmen membangun koordinasi dan sinergi dengan Bulog agar rencana tersebut dapat segera ditindaklanjuti.
Kehadiran gudang Bulog di daerah diharapkan mampu memberikan manfaat berlapis.
Selain memperkuat ketersediaan cadangan pangan, fasilitas tersebut juga dapat mendukung efisiensi penyimpanan dan distribusi serta membuka ruang yang lebih baik bagi penyerapan hasil produksi petani lokal.
Dengan demikian, peningkatan produksi padi tidak berhenti pada keberhasilan panen, tetapi dapat terhubung dengan sistem tata kelola pangan yang lebih kuat.
Pemerintah Siapkan Bantuan Pangan
Pertemuan tersebut juga membahas persiapan pelaksanaan bantuan pangan pemerintah bagi masyarakat Rote Ndao.
Program bantuan pangan ini direncanakan menyasar lebih dari 25 ribu kepala keluarga (KK) di Kabupaten Rote Ndao.
Pemerintah daerah bersama Bulog perlu memastikan seluruh tahapan persiapan berjalan dengan baik sehingga bantuan dapat diterima masyarakat sesuai ketentuan dan tepat sasaran.
Bagi Rote Ndao, peningkatan produksi beras dan persiapan bantuan pangan memiliki dua sisi yang saling melengkapi.
Di satu sisi, petani didorong untuk meningkatkan produktivitas dan memperkuat produksi pangan lokal. Di sisi lain, masyarakat yang membutuhkan tetap mendapatkan dukungan melalui kebijakan pangan pemerintah.
Dari Produksi Menuju Kemandirian Pangan
Bupati Paulus Henuk menempatkan peningkatan produktivitas pertanian sebagai bagian penting dalam pembangunan ekonomi masyarakat Rote Ndao.
Lonjakan serapan beras dari 509 ton pada tahun sebelumnya menjadi 1.491 ton hanya dalam semester pertama 2026 menjadi sinyal positif bahwa sektor pertanian Rote Ndao memiliki potensi yang semakin besar.
Jika tren tersebut dapat dipertahankan, Rote Ndao tidak hanya menjadi daerah penerima manfaat kebijakan pangan, tetapi juga semakin kuat sebagai salah satu daerah pemasok pangan di NTT.
Karena itu, pembangunan gudang Bulog, peningkatan produktivitas petani, penguatan serapan hasil panen, hingga distribusi bantuan pangan merupakan bagian dari satu ekosistem yang harus dibangun secara berkelanjutan.
Pertemuan Bupati Paulus Henuk dengan Kepala Bulog NTT pun menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa peningkatan produksi yang sedang terjadi di Rote Ndao mendapat dukungan sistem penyimpanan dan distribusi yang memadai.
Rote Ndao sedang menunjukkan bahwa ketika produksi petani tumbuh, pemerintah hadir membangun ekosistem pendukungnya.
Dari sawah, hasil panen bergerak menuju gudang, dari gudang menuju masyarakat—sebuah mata rantai pangan yang diharapkan semakin kuat dan memberi manfaat nyata bagi rakyat.*



















