onlinentt.com – Rote Ndao | Pemerintah Kabupaten Rote Ndao terus memperkuat langkah strategis dalam mempercepat penurunan angka kemiskinan dan stunting melalui pendekatan berbasis kolaborasi. Komitmen tersebut ditunjukkan Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, SH, dengan mengikuti Focus Group Discussion (FGD) bersama jajaran akademisi Universitas Nusa Cendana (Undana), Jumat (24/07/2026).
Forum ilmiah tersebut menghadirkan Prof. Dr. David Pandi, Prof. Dr. Jimmy Pello, Prof. Petrus Kasse, beserta tim dari Universitas Nusa Cendana untuk membahas advokasi kebijakan Polycentric Governance, sebuah konsep tata kelola yang menekankan sinergi antarlembaga dan berbagai pemangku kepentingan dalam menyelesaikan persoalan pembangunan secara berkelanjutan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagi Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat fondasi kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian target jangka pendek, tetapi juga membangun sistem pembangunan yang adaptif, inklusif, dan berbasis pada kebutuhan riil masyarakat.
Dalam diskusi tersebut, Bupati Paulus Henuk menegaskan bahwa tantangan kemiskinan dan stunting merupakan persoalan kompleks yang memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Karena itu, pemerintah daerah membuka ruang kolaborasi yang luas dengan perguruan tinggi sebagai mitra strategis dalam penyusunan kebijakan berbasis riset dan data.
“Penanganan kemiskinan dan stunting tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan kerja sama lintas sektor dengan tata kelola yang baik agar setiap program saling mendukung dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ungkap Bupati.
Menurutnya, kehadiran kalangan akademisi memberikan perspektif ilmiah yang dapat memperkuat kualitas perencanaan pembangunan daerah.
Hasil kajian akademik diharapkan menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan yang lebih efektif, terukur, serta mampu menjawab tantangan pembangunan di tingkat desa maupun kabupaten.
Konsep Polycentric Governance yang dibahas dalam FGD juga dinilai sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Rote Ndao dalam membangun pemerintahan yang partisipatif.
Melalui pendekatan ini, pemerintah, akademisi, masyarakat, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, hingga komunitas lokal diharapkan memiliki peran aktif dalam menciptakan solusi terhadap berbagai persoalan sosial.
Sinergi tersebut diyakini akan mempercepat lahirnya inovasi kebijakan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mempercepat penurunan prevalensi stunting secara berkelanjutan.
Melalui kolaborasi bersama Universitas Nusa Cendana, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao optimistis dapat menghadirkan model pembangunan yang lebih responsif, berbasis ilmu pengetahuan, serta mampu memperkuat kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi pembangunan daerah di masa depan.*




















