Tak Kenal Diam, Paulus Henuk Terus Mengawal Rote Ndao dari Daerah hingga Jakarta

- Redaksi

Selasa, 11 Agustus 2026 - 03:11 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Johanes Henuk Editor : Redaksi
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

onlinentt.com-JAKARTA I Ada pembangunan yang cukup direncanakan dari balik meja pemerintahan. Namun, ada pula agenda besar yang membutuhkan keberanian untuk terus dikawal, diperjuangkan dan dibawa sampai ke ruang-ruang pengambilan keputusan di tingkat pusat.

 

Bagi Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, SH, pembangunan daerah tidak cukup hanya dengan menunggu. Ketika kepentingan masyarakat membutuhkan dukungan pemerintah pusat, maka komunikasi, koordinasi dan perjuangan harus dilakukan secara langsung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Senin, 10 Agustus 2026, Paulus Henuk kembali berada di Jakarta untuk melaksanakan sejumlah pertemuan penting yang berkaitan dengan percepatan pembangunan Kabupaten Rote Ndao.

 

Salah satu agenda strategis yang menjadi perhatian utama adalah pertemuan dengan Direktur Jenderal PK untuk membahas percepatan pelaksanaan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Kabupaten Rote Ndao, terutama Zona 1 Tahap 1 dan Tahap 2.

 

Pertemuan tersebut sekaligus menjadi bagian dari persiapan menghadapi rapat bersama berbagai kementerian dan lembaga di Kantor Kepala Staf Presiden (KSP) pada Selasa, 11 Agustus 2026.

 

Bagi Paulus Henuk, perjalanan ke Jakarta bukan sekadar agenda birokrasi. Di balik setiap pertemuan, ada kepentingan daerah yang harus disampaikan, dikawal dan diperjuangkan.

 

Tidak Berhenti di Ruang Rapat

Paulus Henuk tidak ingin pembangunan Rote Ndao hanya berhenti pada dokumen perencanaan maupun pembahasan di tingkat daerah.

 

Ia memilih untuk terus membuka komunikasi dengan pemerintah pusat agar berbagai program strategis yang menyangkut masa depan masyarakat Rote Ndao dapat memperoleh perhatian dan dukungan yang memadai.

Baca Juga :  Penanganan Sampah di Pesta Pendidikan Rote Malole Secara Rutin

 

K-SIGN menjadi salah satu agenda yang dikawal secara serius. Sebab, proyek tersebut tidak hanya berbicara tentang pembangunan kawasan produksi garam.

 

Di dalamnya terdapat harapan terhadap terbukanya lapangan kerja, berkembangnya aktivitas ekonomi masyarakat dan meningkatnya nilai tambah atas potensi yang dimiliki Rote Ndao. Karena itu, percepatan K-SIGN menjadi penting.

 

“Bagi saya, K-SIGN bukan sekadar proyek pembangunan, tetapi bagian dari ikhtiar besar untuk mendorong Rote Ndao menjadi salah satu sentra produksi garam nasional, membuka peluang ekonomi bagi masyarakat, menciptakan lapangan kerja, sekaligus memperkuat kemandirian garam nasional,” demikian pesan Paulus Henuk.

 

Kalimat tersebut menggambarkan bagaimana pemerintah daerah melihat K-SIGN bukan semata sebagai proyek fisik, melainkan sebagai bagian dari strategi jangka panjang membangun kekuatan ekonomi baru bagi Rote Ndao.

Paulus Henuk dan Politik Kerja: Datang, Bicara, Mengawal

Tidak pernah berhenti dan tidak memilih diam ketika menyangkut kepentingan daerah dan masyarakatnya.

 

Itulah pendekatan yang terus diperlihatkan Paulus Henuk dalam mengawal berbagai agenda pembangunan Rote Ndao.

 

Dari ruang pemerintahan di Rote Ndao hingga meja-meja koordinasi di Jakarta, kepentingan masyarakat dibawa sebagai agenda yang harus diperjuangkan.

 

Bagi seorang kepala daerah, perjuangan pembangunan tidak selalu menghasilkan keputusan dalam satu pertemuan.

 

 Ada proses panjang, koordinasi lintas kementerian, sinkronisasi program, pembahasan teknis hingga memastikan keputusan tersebut benar-benar bergerak menuju tahap pelaksanaan.

Baca Juga :  PT. AKMEI Adakan Ujian Sertifikasi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan

 

Di titik inilah kehadiran langsung kepala daerah menjadi penting.

 

Paulus Henuk berupaya mengambil posisi tersebut: datang, menyampaikan kepentingan daerah, membangun komunikasi, mencari solusi dan kemudian terus mengawal prosesnya.

K-SIGN dan Harapan Baru Ekonomi Rote Ndao.

 

Rote Ndao memiliki potensi pesisir yang selama ini menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat. Melalui K-SIGN, potensi tersebut diarahkan untuk masuk ke dalam sistem industri yang lebih besar.

 

Jika pembangunan berjalan sesuai harapan, K-SIGN dapat menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Bukan hanya produksi garam yang menjadi perhatian, tetapi juga kemungkinan tumbuhnya berbagai kegiatan ekonomi pendukung di sekitarnya.

 

Masyarakat dapat memperoleh peluang melalui tenaga kerja, transportasi, jasa, distribusi, perdagangan maupun kegiatan ekonomi lainnya yang berkaitan dengan rantai produksi garam.

 

Dengan demikian, keberhasilan K-SIGN nantinya tidak semata diukur dari seberapa besar kawasan tersebut dibangun, tetapi dari seberapa besar manfaat ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat Rote Ndao.

 

Dari Rote Ndao untuk Kepentingan Nasional

 

Perjuangan terhadap K-SIGN juga memiliki dimensi yang lebih luas. Ketika Rote Ndao didorong menjadi salah satu sentra produksi garam nasional, maka daerah ini tidak hanya berbicara tentang kepentingannya sendiri.

 

Rote Ndao berpeluang mengambil bagian dalam upaya memperkuat produksi garam dalam negeri dan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar.

 

Di sinilah kepentingan daerah bertemu dengan kepentingan nasional.Dan Paulus Henuk melihat peluang tersebut sebagai momentum yang tidak boleh dilewatkan.

Baca Juga :  Kepsek SDN Mbadokai Rekrut Panitia Didominasi Guru, Beni Nalle Mengaku Tidak Tahu

 

Pertemuan dengan jajaran pemerintah pusat pada Senin, 10 Agustus 2026 menjadi salah satu langkah untuk memastikan agenda tersebut tetap berada dalam jalur perjuangan pembangunan Rote Ndao.

Besok, Perjuangan Berlanjut di Kantor KSP

Agenda Paulus Henuk tidak berhenti pada pertemuan Senin. Persiapan untuk rapat bersama berbagai kementerian dan lembaga di Kantor Kepala Staf Presiden pada Selasa, 11 Agustus 2026 menunjukkan bahwa pembahasan K-SIGN akan terus dikawal pada level yang lebih luas.

 

Bagi Rote Ndao, setiap pertemuan tersebut membawa satu harapan: agar program strategis yang telah diperjuangkan dapat segera bergerak dari tahapan pembahasan menuju pelaksanaan yang memberikan manfaat nyata.

 

Sebab, pembangunan pada akhirnya bukan tentang seberapa banyak pertemuan dilakukan.

Pembangunan adalah tentang apa yang berhasil diwujudkan untuk rakyat. Dan di tengah proses panjang itu, Paulus Henuk memilih untuk tidak berhenti.

 

Ia terus bergerak, terus berkomunikasi dan terus membawa kepentingan Rote Ndao ke ruang-ruang pengambilan keputusan.

 

Dari daerah ia berangkat membawa aspirasi masyarakat. Dari Jakarta ia membawa pulang harapan untuk pembangunan.

 

K-SIGN adalah salah satu agenda besar yang kini sedang dikawal.

Bagi Paulus Henuk, perjuangan tersebut belum selesai. Selama masih ada ruang untuk memperjuangkan kepentingan Rote Ndao dan masyarakatnya, ia tidak akan memilih untuk diam.*

Berita Terkait

Layanan ATR/BPN Dekat, Permudah Masyarakat Dapatkan Informasi Pertanahan
Suara Warisan Literasi Budaya: Merawat Tradisi, Menghidupkan Identitas Nusantara
Dugaan Penimbunan BBM Menguat, Satgas Diminta Turun Langsung Sisir Jalur Distribusi di Rote Ndao
NasDem Cup 2026 Tutup Kompetisi, Bupati Paulus Henuk Dorong Lahirnya Generasi Muda Berprestasi
Tak Hanya Prestasi Akademik, Paulus Henuk Dorong Sekolah di Rote Ndao Bangun Budaya Bersih dan Tata Kelola Berkualitas
Leo Kunak Nusak Ba’a Perkuat Gerakan Anti Narkoba, Tokoh Adat Turun Edukasi Masyarakat
Selamatkan Bahasa Ibu, Pemprov NTT dan Pemkab Rote Ndao Perlu Wajibkan ASN Berbahasa Daerah di Kantor
Distribusi BBM Rote Ndao di Bawah Sorotan, Siapa Berani Buka Data?

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:14 WITA

Barcode BBM Diduga Dimanipulasi, Satu Mobil Bisa Isi Berulang Kali? Polisi dan Samsat Harus Bertindak!

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:25 WITA

Atas Perintah Siapa Pertamax Sanggaoen Dibatasi? Pengakuan Anggota Polisi Picu Tanda Tanya

Senin, 19 Oktober 2026 - 01:26 WITA

Dari Lobalain Menatap IPDN, Kaleb Bessie Buktikan Perjuangan Anak Rote Ndao Tak Berhenti di Batas Pulau

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:26 WITA

Di Balik Jeruji, 21 Warga Binaan Lapas Ba’a Merajut Kembali Mimpi Lewat Pendidikan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:58 WITA

Masyarakat Rote Ndao “Bak Hidup di Persimpangan Sorga dan Neraka”

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:46 WITA

Data Pertanahan Kantah Kabupaten Karawang Sebagian Besar Telah Dialihmediakan, Masyarakat Diimbau Tidak Khawatir

Jumat, 16 Oktober 2026 - 22:25 WITA

Data Pertanahan Kantah Kabupaten Karawang Sebagian Besar Telah Dialihmediakan, Masyarakat Diimbau Tidak Khawatir

Jumat, 16 Oktober 2026 - 01:35 WITA

SMAN 1 Lobalain Buka Turnamen dengan Sapu Bersih, Takari Takluk Tiga Set di GOR Oepoi

Berita Terbaru