onlinentt.com-JAKARTA – Membangun masa depan Rote Ndao tidak cukup hanya dengan mengandalkan program pemerintah.
Dibutuhkan jejaring, pengalaman, gagasan dan keterlibatan banyak pihak agar generasi muda di daerah memiliki ruang lebih luas untuk belajar dari berbagai sumber.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Semangat itulah yang terus dibangun Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, SH, melalui Program Rote Mengajar.
Di sela agenda kerjanya di Jakarta, Paulus Henuk bertemu dengan Mayor Jenderal Robert Giri dari Lemhannas di Royal Padel Square, Selasa (11/08/2026).
Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ruang silaturahmi dan komunikasi, tetapi juga dimanfaatkan Paulus Henuk untuk memperluas jejaring kolaborasi di bidang pendidikan.
Dalam kesempatan itu, Bupati mengajak Mayor Jenderal Robert Giri untuk mengambil bagian dalam Program Rote Mengajar.
Ajakan tersebut menjadi bagian dari upaya Paulus Henuk menghadirkan lebih banyak tokoh dengan pengalaman dan wawasan yang beragam untuk berbagi langsung dengan para pelajar di Kabupaten Rote Ndao.
Menurut Paulus Henuk, anak-anak Rote Ndao perlu mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan banyak figur yang dapat membuka wawasan mereka tentang kehidupan, pendidikan, kepemimpinan dan masa depan.
Rote Mengajar kemudian diposisikan sebagai ruang perjumpaan antara dunia pendidikan di Rote Ndao dengan berbagai pengalaman yang dimiliki para tokoh dari luar daerah.
Bukan hanya materi pelajaran yang diharapkan dibawa ke hadapan siswa, tetapi juga cerita perjalanan, pengalaman menghadapi tantangan, nilai-nilai kehidupan serta motivasi untuk terus belajar dan berani memiliki cita-cita.
Bagi Paulus Henuk, kualitas sumber daya manusia merupakan salah satu fondasi penting dalam menentukan arah masa depan Rote Ndao.
Karena itu, pembangunan pendidikan harus dilakukan melalui kerja bersama. Pemerintah membuka ruang, sementara berbagai pihak dapat memberikan kontribusi sesuai pengalaman, pengetahuan dan kapasitas masing-masing.
“Keterlibatan berbagai pihak dalam Rote Mengajar diharapkan dapat memberikan inspirasi, pengalaman dan wawasan baru bagi para pelajar di Rote Ndao,” demikian harapan Paulus Henuk.
Ia juga berharap gerakan tersebut dapat memperkuat semangat bersama dalam membangun generasi Rote Ndao yang unggul.
Keterlibatan tokoh seperti Mayor Jenderal Robert Giri diharapkan menjadi salah satu bagian dari mata rantai kolaborasi tersebut.
Bagi anak-anak di daerah kepulauan seperti Rote Ndao, kesempatan mendengarkan langsung pengalaman dari tokoh-tokoh yang memiliki perjalanan panjang tentu dapat menjadi pengalaman berharga.
Dari pengalaman itulah, para pelajar diharapkan mampu melihat bahwa keterbatasan geografis bukan alasan untuk membatasi mimpi.
Rote Mengajar pun diarahkan menjadi lebih dari sekadar kegiatan pendidikan. Program ini menjadi bagian dari gerakan membangun kepercayaan diri generasi muda Rote Ndao bahwa mereka memiliki potensi untuk berkembang, berprestasi dan mengambil peran dalam pembangunan.
Langkah Paulus Henuk memperluas jejaring Rote Mengajar menunjukkan bahwa investasi pendidikan tidak selalu berbentuk pembangunan gedung atau penyediaan fasilitas.
Ada investasi lain yang jauh lebih penting, yakni menghadirkan pengetahuan, pengalaman dan inspirasi langsung kepada anak-anak.
Dari Jakarta, jejaring itu terus diperluas. Satu demi satu tokoh diajak untuk datang dan berbagi dengan generasi muda Rote Ndao.
Harapannya sederhana, tetapi besar: semakin banyak pengalaman yang dibagikan, semakin luas wawasan yang dimiliki anak-anak Rote, dan semakin kuat pula fondasi manusia yang akan menentukan masa depan Nusa Lote.*




















