onlinentt.com–Rote Ndao | Persiapan pelaksanaan K-SIGN (Kawasan Sentra Industri Garam Nasional) Tahap II di Kabupaten Rote Ndao terus mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Rote Ndao.
Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, SH, bertemu langsung dengan masyarakat yang berada di kawasan tambak garam untuk berdiskusi mengenai persiapan lahan yang akan mendukung pelaksanaan program tersebut, Senin (21/09/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan proses persiapan lahan dapat berjalan dengan komunikasi yang terbuka, sekaligus mempertimbangkan kondisi dan kepentingan masyarakat yang berada di sekitar kawasan tambak garam.
Bagi Bupati Paulus Henuk, pembangunan tidak cukup hanya berbicara mengenai target dan program.
Setiap proses yang bersentuhan langsung dengan masyarakat membutuhkan komunikasi agar berbagai persoalan dapat dibicarakan sejak awal.
“Dalam setiap proses pembangunan, komunikasi dan keterbukaan harus terus dijaga.
Kita perlu mencari solusi yang memperhatikan kepentingan masyarakat sekaligus mendukung keberlanjutan pembangunan,” demikian pesan yang disampaikan dalam pertemuan tersebut.
Program K-SIGN Tahap II sendiri menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan potensi garam di Rote Ndao.
Pengembangan kawasan tambak diharapkan tidak hanya memperkuat sektor produksi garam, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat apabila dikelola secara berkelanjutan.
Karena itu, persiapan lahan menjadi tahapan yang membutuhkan perhatian serius.
Pemerintah perlu memastikan aspek teknis pembangunan berjalan beriringan dengan komunikasi bersama masyarakat, sehingga program yang dirancang pemerintah dapat memperoleh dukungan dan memberikan manfaat yang lebih luas.
Dialog bersama masyarakat juga memperlihatkan pendekatan pemerintah daerah yang menempatkan komunikasi sebagai bagian dari proses pembangunan.
Berbagai kepentingan yang muncul di lapangan diharapkan dapat dipertemukan melalui pembahasan dan pencarian solusi secara bersama.
Bagi masyarakat kawasan tambak garam, ruang dialog seperti ini menjadi penting karena setiap rencana pengembangan kawasan akan bersentuhan langsung dengan aktivitas dan kehidupan mereka.
Pemerintah Kabupaten Rote Ndao berharap persiapan K-SIGN Tahap II dapat berjalan dengan baik, dengan tetap menjaga keseimbangan antara kepentingan pembangunan, keberlanjutan kawasan, serta kepentingan masyarakat.
Dengan komunikasi yang terus dibangun, program pengembangan industri garam di Rote Ndao diharapkan tidak berhenti pada pembangunan fisik semata, tetapi mampu menjadi bagian dari penguatan ekonomi masyarakat dan pengelolaan potensi daerah secara berkelanjutan.*




















