onlinentt.com-Rote Ndao I Wakil Project Manager PT Nindya Karya, Eko, mengimbau masyarakat di sekitar kawasan tambak garam Kabupaten Rote Ndao untuk bersama-sama menjaga fasilitas tambak, terutama tanggul, dan tidak melakukan pengrusakan. Imbauan tersebut disampaikan Eko kepada awak media, Senin (28/09/2026), di ruang kerjanya.
Menurut Eko, keberadaan tambak garam di Rote Ndao memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain mendukung produksi garam, keberadaan industri tersebut juga dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal, khususnya generasi muda Rote Ndao.
“Tambak garam ini bisa membuat masyarakat Rote Ndao lebih sejahtera melalui pekerjaan dan membuka lowongan pekerjaan bagi anak-anak lokal,” katanya.
Karena itu, Eko meminta masyarakat untuk tidak merusak berbagai fasilitas tambak, terutama tanggul yang memiliki peran penting dalam mendukung proses produksi dan pengelolaan air.
Ia menjelaskan, kerusakan tanggul dapat mengganggu kelancaran operasional tambak. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat berdampak terhadap proses produksi dan berbagai aktivitas yang berkaitan dengan pengembangan industri garam.
“Kami meminta masyarakat bisa bekerja sama, membuka air dan tidak merusak tanggul lagi sehingga pekerjaan tambak garam tetap berjalan dengan baik dan tidak terhambat karena tidak ada air maupun kerusakan tanggul,” ungkapnya.
Eko juga mengingatkan, apabila terdapat persoalan atau hal-hal yang belum disepakati antara masyarakat dengan pihak pengelola, hendaknya dapat diselesaikan melalui komunikasi dan musyawarah secara baik-baik.
Menurutnya, perbedaan kepentingan maupun persoalan di lapangan tidak harus berujung pada tindakan pengrusakan terhadap fasilitas tambak.
“Kalau ada persoalan, mari kita komunikasikan dan selesaikan dengan baik. Tidak perlu merusak fasilitas atau tanggul,” ujarnya.
Ia menilai, fasilitas tambak garam merupakan bagian dari aset pembangunan yang memiliki nilai ekonomi besar dan perlu dijaga bersama.
Karena itu, setiap persoalan sebaiknya ditempuh melalui jalan komunikasi yang damai agar kegiatan tambak tetap dapat berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Keberadaan tambak garam di Rote Ndao, lanjut Eko, juga memiliki peluang strategis bagi daerah.
Jika dikembangkan dan dikelola secara berkelanjutan, industri tersebut berpotensi menjadi salah satu sumber baru pendapatan asli daerah (PAD), sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Tidak hanya itu, keberadaan tambak garam juga diharapkan mampu menciptakan peluang kerja bagi generasi muda Rote Ndao sehingga anak-anak daerah memiliki kesempatan untuk bekerja dan mengembangkan masa depan di daerah sendiri.
Karena itu, Eko mengajak seluruh pihak untuk menjaga keberadaan tambak garam sebagai sebuah aset yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat jangka panjang.
Ia berharap masyarakat dan pengelola dapat terus membangun komunikasi serta kerja sama yang baik sehingga berbagai persoalan yang muncul di lapangan dapat diselesaikan tanpa merusak fasilitas.
“Yang kita harapkan tambak ini bisa berjalan baik, masyarakat juga mendapatkan manfaat, ada pekerjaan untuk anak-anak lokal dan ke depan bisa memberikan kontribusi bagi daerah,” tutupnya.*




















