Dari Tambak Rote Menuju Pasar Jawa, Paulus Henuk Buka Jalur Logistik Garam

- Redaksi

Rabu, 12 Agustus 2026 - 07:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Johanes Henuk Editor : Redaksi
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

onlinentt.com-ROTE NDAO – Upaya membangun industri garam di Kabupaten Rote Ndao terus diarahkan agar tidak berhenti pada peningkatan produksi. Pemerintah daerah mulai memikirkan mata rantai berikutnya, yakni bagaimana hasil produksi garam dapat diangkut secara efisien dari Rote menuju pasar di Pulau Jawa.

 

Langkah tersebut terlihat dalam pertemuan Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, SH, bersama Brigjen (Purn) Simon Petrus Kamlasi, selaku Staf Ahli Menko Pangan, serta seorang pengusaha kapal tanker yang menyatakan keinginannya untuk berkontribusi dalam pengangkutan hasil produksi garam Rote ke Jawa, Selasa (11/08/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pendukung bagi pengembangan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Rote Ndao.

 

Bagi pemerintah daerah, peningkatan kapasitas produksi harus berjalan seiring dengan kesiapan transportasi dan distribusi.

Baca Juga :  Dinas Peternakan Rote Ndao Bahas Strategi Peningkatan Pendapatan Daerah

 

 Sebab, produksi garam dalam jumlah besar membutuhkan sistem pengangkutan yang mampu membawa hasil produksi secara teratur dari sentra produksi menuju pusat-pusat pasar.

 

Kehadiran pengusaha kapal tanker dalam pembahasan tersebut membuka ruang baru bagi Rote Ndao untuk menyiapkan skema logistik yang lebih terintegrasi.

 

Paulus Henuk melihat peluang tersebut sebagai bagian penting dari pembangunan industri garam. Ketika produksi meningkat, kebutuhan terhadap sarana angkutan juga akan ikut bertambah.

 

Karena itu, konektivitas antara sentra produksi, pelabuhan, kapal pengangkut dan pasar menjadi perhatian yang tidak dapat dipisahkan dari pembangunan K-SIGN.

 

Dengan adanya dukungan dari pihak yang memiliki pengalaman di bidang transportasi laut, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao memiliki peluang untuk membangun pola distribusi yang lebih terencana, terutama untuk menghubungkan produksi garam Rote dengan kebutuhan pasar di Jawa.

Baca Juga :  Cuaca Extrim Bukanlah Kendala, Bandara D. C Saudale Untuk Tetap Beroperasi

 

Bagi masyarakat Rote Ndao, pengembangan industri garam diharapkan memberikan dampak yang lebih luas.

 

Produksi yang meningkat harus mampu menciptakan nilai ekonomi, membuka peluang usaha, memperkuat aktivitas masyarakat di kawasan produksi, sekaligus menghadirkan pasar yang lebih luas bagi komoditas lokal.

 

Paulus Henuk pun terus mendorong agar berbagai kebutuhan pendukung K-SIGN dipersiapkan secara bersamaan. Mulai dari produksi, infrastruktur, energi hingga transportasi dan distribusi harus bergerak dalam satu ekosistem.

 

Langkah ini menunjukkan bahwa pembangunan industri garam Rote Ndao sedang diarahkan tidak hanya untuk menghasilkan komoditas, tetapi juga membangun rantai usaha dari tambak hingga pasar.

 

Dari Rote, garam tidak hanya diharapkan diproduksi dalam jumlah besar. Lebih jauh, komoditas tersebut harus memiliki jalur keluar yang jelas, biaya logistik yang semakin efisien, serta akses pasar yang mampu memperkuat daya saing produk garam Rote Ndao.

Baca Juga :  Atasi Kemiskinan Melalui Pengembangan Potensi Daerah

 

Di tengah agenda besar pengembangan K-SIGN, Paulus Henuk terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak.

 

Bagi pemerintah daerah, keterlibatan dunia usaha dan dukungan pemerintah pusat menjadi modal penting untuk memastikan potensi garam Rote benar-benar berkembang menjadi kekuatan ekonomi baru bagi daerah.

Dengan demikian, pembicaraan mengenai kapal tanker hari ini bukan semata soal transportasi.

 

Ini merupakan bagian dari persiapan Rote Ndao menghadapi sebuah fase baru: ketika produksi garam meningkat, distribusi harus siap membawa hasilnya keluar Rote dan memasuki pasar yang lebih luas.

Berita Terkait

Wakil Project Manager PT. Nindya Karya Rote Ndao Imbau Tanggul Tambak Garam Jangan Dirusak, Persoalan Bisa Diselesaikan dengan Komunikasi
Tambak Garam Rote Ndao, Harapan Baru PAD, Tempat Tumbuh Sumber Ekonomi Baru dan Masa Depan Anak Daerah
K-SIGN Tahap II Disiapkan, Paulus Henuk Buka Ruang Dialog Bersama Warga Kawasan Tambak Garam
Bupati Paulus Henuk Turun ke Kawasan K-SIGN, Dorong Sinergi agar Sentra Garam Nasional Beri Dampak Nyata
Bupati Paulus Henuk Dorong Bank NTT Jadi Mitra Tumbuhnya Wirausaha Muda dan Perempuan Rote Ndao
Perumda Rote Ndao Butuh Anggaran Rp10 Miliar Untuk Investasi Jangka Panjang, Dari Pengamanan Air Baku hingga Rencana Air Kemasan “Ita Oen”.
Di Balik Panjangnya Antrean BBM di SPBU Metina, Ada Persoalan Jam Layanan Hingga Validasi Nelayan
Bupati Rote Ndao Pantau Aktivitas Pasar Busalangga, Ekonomi Rakyat Jadi Perhatian

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 03:58 WITA

Sertipikat Tanah Wakaf Buka Jalan Lebih Lebar bagi Pendidikan Muhammadiyah di Pohuwato

Selasa, 22 September 2026 - 05:17 WITA

Kendaraan Dinas Bukan Kendaraan Pribadi, Jam Dinas Usai Kembali ke Garasi ?

Selasa, 15 September 2026 - 06:50 WITA

Paulus Henuk Bahas Perlindungan ASN Rote Ndao di Papua Mulai Mendapat Titik Terang

Jumat, 11 September 2026 - 08:26 WITA

Kantor Pertanahan Rote Ndao dan Bank NTT Bangun Kolaborasi, Dorong Pelayanan Masyarakat Makin Terintegrasi

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 05:20 WITA

Dari K-SIGN hingga HUT RI, Bupati Paulus Henuk Perkuat Kolaborasi dengan Tim KKP

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 00:45 WITA

Evaluasi Mingguan Dinas Peternakan Rote Ndao: Menjaga Program Tetap Bergerak, Kendala Segera Ditangani

Kamis, 13 Agustus 2026 - 16:27 WITA

Sebelum Petugas Mengukur, Pastikan Batas Tanah Sudah Jelas dan Disepakati

Kamis, 13 Agustus 2026 - 16:06 WITA

Lima Kebiasaan Penting yang Perlu Dilakukan Pemilik Tanah Agar Terhindar dari Mafia Tanah

Berita Terbaru