Menurut Alfred Baun, dulu masyarakat Besipae menangis dan menjerit kepada Gubernur NTT, VBL karena rumah mereka digusur. Lalu Gubernur VBL berjanji, “tenang, saya akan membuat hidup kamu lebih baik lagi dari yang sekarang. Saya bikin ini (gusur rumah warga dan bangun rumah 4×5 M, red) untuk kamu baik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tapi itu bahasa apa? Bahasa untuk membuat mereka (warga Besipae) menjadi tenang, buat mereka untuk diam, ” ungkap Alfred.
Ketua Araksi itu pun menilai program Gubernur VBL gagal total, karena membangun rumah warga saja tidak menunjukkan masyarakat bangkit dan sejahtera, tetapi lebih memiskinkan masyarakat.
“Sampai rakyat digusur, maka sesungguhnya negara hadir untuk apa? Dulu banyak yang bilang gubernur VBL datang untuk membawa perubahan bagi masyarakat NTT.
Mana buktinya pembangunan yang konkret dan menunjukkan masyarakat bangkit dan sejahtera? Bangkit saja tidak, apa lagi sejahtera!” kritiknya lagi.
Lebih lanjut, Alfred Baun mengingatkan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat untuk tidak menghamburkan uang di untuk sesuatu yang hampa di Besipae. “Itu tidak boleh!” tandasnya.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

Ikuti Kami
Subscribe































