onlinentt.com-Rote Ndao — Penguatan konektivitas udara menjadi salah satu bagian penting dalam upaya mendorong pertumbuhan pariwisata dan perekonomian Kabupaten Rote Ndao.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak yang berkaitan langsung dengan pelayanan transportasi udara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hal tersebut menjadi salah satu pokok pembicaraan ketika Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH menerima jajaran dari Bandara D.C. Saudale di Rote Ndao, Senin, 16 September 2026.
Pertemuan tersebut menjadi ruang koordinasi antara Pemerintah Daerah, UPP Ba’a dan UPBU D.C. Saudale untuk membahas peluang kerja sama sekaligus memperkuat sinergi antarlembaga dalam mendukung pelayanan transportasi udara bagi masyarakat.
Bagi Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, keberadaan Bandara D.C. Saudale memiliki arti strategis.
Bandara bukan hanya menjadi fasilitas transportasi bagi masyarakat, tetapi juga merupakan salah satu pintu masuk yang dapat membuka akses lebih luas bagi wisatawan, pelaku usaha, investor maupun berbagai kegiatan ekonomi ke daerah berjuluk Nusa Lontar tersebut.
Dalam diskusi itu, salah satu harapan besar yang menjadi perhatian adalah pengembangan landasan pacu atau runway Bandara D.C. Saudale.
Saat ini runway memiliki panjang sekitar 1.650 meter. Pemerintah daerah berharap pengembangan tersebut dapat ditingkatkan hingga mencapai 2.200 meter.
Perpanjangan runway dipandang dapat membuka peluang yang lebih besar bagi pengembangan konektivitas penerbangan menuju Rote Ndao.
Dengan konektivitas yang semakin baik, akses menuju destinasi wisata maupun pusat-pusat aktivitas ekonomi di Rote Ndao diharapkan semakin mudah.
“Harapan terbesar kita adalah perpanjangan runway dari 1.650 meter menjadi 2.200 meter,” demikian pokok harapan yang disampaikan dalam pertemuan tersebut.
Pengembangan infrastruktur penerbangan juga tidak dapat dipisahkan dari agenda besar Pemerintah Kabupaten Rote Ndao dalam mendorong sektor pariwisata.
Rote Ndao memiliki sejumlah potensi wisata yang selama ini menjadi daya tarik, mulai dari wisata bahari, pantai, budaya hingga kekayaan alam dan kehidupan masyarakat lokal. Namun, potensi tersebut membutuhkan dukungan akses transportasi yang memadai agar semakin mudah dijangkau.
Dalam konteks itu, peningkatan kapasitas Bandara D.C. Saudale diharapkan dapat menjadi salah satu bagian dari mata rantai pengembangan pariwisata Rote Ndao.
Semakin baik konektivitas udara, semakin terbuka pula peluang bagi wisatawan untuk datang.
Dampaknya diharapkan tidak berhenti pada sektor pariwisata, tetapi turut menggerakkan usaha masyarakat, sektor jasa, perdagangan, akomodasi, kuliner hingga ekonomi kreatif.
Karena itu, Paulus Henuk menilai koordinasi antara pemerintah daerah dan pengelola maupun penyelenggara pelayanan bandar udara perlu terus diperkuat.
Sinergi tersebut penting agar berbagai kebutuhan masyarakat dan tantangan konektivitas di daerah kepulauan seperti Rote Ndao dapat dibicarakan secara bersama, termasuk peluang pengembangan infrastruktur penerbangan ke depan.
Pertemuan dengan jajaran Bandara D.C. Saudale sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan konektivitas tidak hanya menjadi tanggung jawab satu institusi.
Pemerintah daerah, penyelenggara bandar udara dan pemangku kepentingan terkait memiliki peran masing-masing yang perlu dipadukan.
Bagi Rote Ndao, penguatan konektivitas udara merupakan bagian dari investasi jangka panjang. Ketika akses semakin terbuka, maka peluang daerah untuk memperkenalkan potensi wisata, memperluas aktivitas ekonomi dan meningkatkan mobilitas masyarakat juga semakin besar.
Pemerintah Kabupaten Rote Ndao pun berharap komunikasi dan koordinasi yang telah terbangun dapat terus dilanjutkan sehingga cita-cita memperkuat konektivitas udara, termasuk rencana perpanjangan runway Bandara D.C. Saudale hingga 2.200 meter, dapat terus diperjuangkan melalui sinergi lintas lembaga.
Dengan demikian, Bandara D.C. Saudale diharapkan tidak hanya menjadi tempat datang dan berangkatnya pesawat, tetapi menjadi salah satu pintu strategis bagi Rote Ndao untuk membuka akses yang lebih luas menuju dunia luar.*




















