onlinentt.com-Rote Ndao | Potensi energi terbarukan di Kabupaten Rote Ndao mulai mendapat perhatian serius sebagai bagian dari arah pembangunan daerah ke depan. Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, SH, membuka ruang diskusi bersama teman-teman dari NGO Institute for Essential Services Reform (IESR) yang bergerak di bidang energi terbarukan, Rabu (16/09/2026).
Pertemuan tersebut menjadi ruang
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
untuk membicarakan peluang pengembangan energi bersih di Rote Ndao, terutama dengan melihat karakter geografis daerah kepulauan yang memiliki potensi sumber energi alami cukup besar.
Dalam diskusi itu, energi angin dan tenaga surya menjadi dua potensi yang dinilai menarik untuk dikembangkan. Kedua sumber energi tersebut dapat menjadi bagian dari upaya mencari alternatif energi yang lebih berkelanjutan sekaligus membuka ruang bagi penguatan kemandirian energi daerah.
Bagi Paulus Henuk, pembicaraan mengenai energi terbarukan tidak seharusnya berhenti pada persoalan teknologi atau sekadar mengganti sumber energi konvensional.
Lebih dari itu, energi bersih harus dilihat sebagai peluang pembangunan yang dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
“Bagi saya, energi terbarukan bukan hanya berbicara tentang sumber energi alternatif, tetapi juga tentang bagaimana kita dapat menghadirkan kemandirian energi dan membuka peluang baru bagi masyarakat serta pembangunan daerah ke depan,” ujar Paulus.
Pandangan tersebut menempatkan energi terbarukan dalam perspektif yang lebih luas.
Ketika potensi energi lokal dapat dikembangkan secara tepat, Rote Ndao tidak hanya berbicara mengenai pemenuhan kebutuhan listrik, tetapi juga peluang untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Ketersediaan energi yang lebih andal dapat menjadi salah satu faktor pendukung bagi berbagai sektor, mulai dari usaha masyarakat, pengolahan hasil pertanian dan perikanan, pelayanan publik hingga pengembangan investasi di daerah.
Karena itu, pembahasan bersama IESR menjadi langkah awal untuk melihat secara lebih serius potensi energi bersih yang dimiliki Rote Ndao.
Kajian mengenai sumber daya, teknologi, kebutuhan energi, pembiayaan hingga model pengembangan menjadi hal penting sebelum potensi tersebut diterjemahkan menjadi program nyata.
Rote Ndao dengan karakter wilayah kepulauan memiliki tantangan tersendiri dalam penyediaan energi.
Kondisi geografis dan sebaran permukiman membuat pembangunan infrastruktur energi membutuhkan pendekatan yang sesuai dengan karakter setiap wilayah.
Di sisi lain, kondisi tersebut juga membuka peluang untuk mengembangkan sistem energi yang memanfaatkan sumber daya lokal, termasuk tenaga matahari dan angin.
QBagi pemerintah daerah, peluang tersebut dapat menjadi bagian dari visi pembangunan jangka panjang,l terutama dalam mendorong daerah yang lebih mandiri, efisien dan berkelanjutan dalam memenuhi kebutuhan energinya.
Pertemuan dengan IESR sekaligus memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga yang memiliki kompetensi di bidang energi, dunia usaha, akademisi dan masyarakat.
Dengan kolaborasi yang tepat, potensi energi angin dan surya di Rote Ndao diharapkan tidak hanya menjadi data dalam berbagai kajian, tetapi dapat diarahkan menjadi peluang nyata yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Langkah tersebut membutuhkan perencanaan yang matang, berbasis data dan mempertimbangkan aspek lingkungan serta kebutuhan masyarakat.
Sebab, transformasi menuju energi bersih bukan pekerjaan instan, melainkan proses jangka panjang yang membutuhkan konsistensi kebijakan dan kerja sama berbagai pihak.
Bagi Rote Ndao, pembicaraan mengenai energi terbarukan kini membuka satu perspektif baru bahwa matahari dan angin yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat kepulauan, juga memiliki potensi untuk menjadi sumber kekuatan ekonomi dan pembangunan daerah di masa depan.*




















