onlinentt.com – Rote Ndao | Kualitas pembelajaran di ruang kelas tidak dimulai ketika guru berdiri di depan peserta didik. Proses itu justru berawal dari persiapan yang dilakukan sebelum kegiatan belajar mengajar berlangsung.
Kesadaran inilah yang terus dibangun di SMAN 1 Lobalain. Kepala sekolah, Alberd W. Dano, S.Pd., secara rutin melakukan supervisi dan evaluasi terhadap perangkat pembelajaran yang disiapkan oleh para guru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagi Alberd, kesiapan perangkat pembelajaran menjadi salah satu bagian penting dalam memastikan guru memiliki arah yang jelas ketika melaksanakan kegiatan belajar mengajar.
Guru diharapkan tidak sekadar hadir di kelas dan menyampaikan materi, tetapi benar-benar mengetahui apa yang hendak dicapai dalam proses pembelajaran.
Pada Kamis, 17 September 2026, perhatian tersebut terlihat ketika Alberd melakukan evaluasi terhadap RPM (Rencana Pembelajaran Mingguan) yang disiapkan oleh Ibu Feby Kety, S.Pd., sebelum guru mata pelajaran Matematika tersebut melaksanakan pembelajaran di dalam kelas.
Evaluasi dilakukan untuk melihat kesiapan perencanaan pembelajaran sekaligus memberikan ruang bagi guru untuk mendapatkan masukan sebelum proses belajar mengajar dimulai.
Bagi Feby Kety, kegiatan supervisi tersebut menjadi bagian positif dalam mendukung dirinya mempersiapkan pembelajaran secara lebih baik.
Evaluasi yang dilakukan kepala sekolah mendorong guru untuk semakin teliti dalam menyiapkan materi maupunpl proses pembelajaran yang akan diberikan kepada peserta didik.
Supervisi yang dilakukan Kepala SMAN 1 Lobalain juga tidak selalu berlangsung berdasarkan jadwal yang diketahui sebelumnya. Pada kesempatan tertentu, pemeriksaan dapat dilakukan secara acak.
Pola tersebut membuat setiap guru dituntut untuk senantiasa siap dengan perangkat pembelajarannya.
Dengan demikian, persiapan tidak hanya dilakukan ketika akan ada pemeriksaan, melainkan menjadi bagian dari kebiasaan dan budaya kerja sehari-hari.
Alberd W. Dano menjelaskan bahwa langkah tersebut dilakukan bukan untuk sekadar memeriksa kelengkapan administrasi guru.
Hal yang lebih penting adalah memastikan setiap pembelajaran telah dipikirkan dan dipersiapkan dengan baik.
“Tujuannya agar Bapak dan Ibu Guru dapat menyiapkan pembelajaran yang terbaik dan tidak asal mengajar.
Setiap pembelajaran harus dipersiapkan dengan baik sehingga peserta didik mendapatkan pengalaman belajar yang maksimal,” jelasnya.
Menurutnya, guru memiliki peran strategis dalam menentukan kualitas pengalaman belajar peserta didik.
Karena itu, perencanaan pembelajaran harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan tugas seorang pendidik.
Melalui supervisi tersebut, kepala sekolah juga dapat melihat secara langsung kebutuhan dan kesiapan guru dalam menjalankan proses pembelajaran.
Evaluasi perangkat menjadi salah satu cara untuk membangun komunikasi antara pimpinan sekolah dan guru dalam upaya memperbaiki kualitas pembelajaran.
Langkah ini sekaligus memperlihatkan bahwa penguatan mutu pendidikan di SMAN 1 Lobalain dimulai dari hal-hal yang mendasar.
Perencanaan yang baik diharapkan melahirkan pelaksanaan pembelajaran yang lebih terarah, sementara evaluasi secara berkala menjadi bagian dari upaya melakukan perbaikan secara berkelanjutan.
Bagi sekolah, tujuan akhirnya bukan sekadar tersedianya perangkat pembelajaran yang lengkap.
Lebih dari itu, perangkat tersebut diharapkan benar-benar digunakan sebagai pedoman dalam menciptakan pembelajaran yang aktif, terencana, dan memberikan pengalaman belajar yang maksimal bagi peserta didik.
Dengan konsistensi supervisi yang dilakukan, SMAN 1 Lobalain terus mendorong para guru untuk menjaga profesionalisme, memperkuat kesiapan mengajar, dan menjadikan setiap pertemuan di dalam kelas sebagai kesempatan untuk memberikan pembelajaran yang berkualitas.*




















