Seperti disaksikan Tim Media ini, rumput dan tanaman yang berada di luar pagar seng tampak terawat. Namun keadaan itu tampak bertolak belakang dengan keadaan di dalam pagar seng yang tampak tidak terawat.
Rumput di dalam pagar seng (yang mengelilingi kolam, red) air mancur tersebut tampak tumbuh tak beraturan. Terlihat juga mesin air mancur di sebelah selatan kolam yang tertutup plastik pembungkus mesin. Air kolam yang mengelilingi Patung Tirosa tampak kehijauan dan berlumut (karena menampung air hujan, red).
“Pagar seng itu sempat ambruk saat badai Seroja tapi buru- buru diperbaiki. Pemkot lebih mengutamakan pemagaran kembali air mancur itu ketimbang melakulan penanganan kerusakan di dalam Kota Kupang. Ada apa? Apa ada yang disembunyikan?” bebernya.
Selain itu lanjutnya, mesin air mancur yang dibeli (dari dana CSR Bank NTTsenilai RP 3,5 M, red) juga tidak sesuai spesifikasi. ”Spek mesin air mancur sesuai RAP, buatan Jerman tapi mesin yang dipasang buatan China yang jauh lebih murah. Apakah itu bukan korupsi?” ujarnya.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

Ikuti Kami
Subscribe































