Air Mancur ‘Seng’ Menari Rp 3,5 M di Taman Tirosa Tak Berfungsi, Kadis PUPR Menghindar

4.415

Kupang-onlinentt.com- Proyek pembangunan Air Mancur ‘Seng’ Menari senilai Rp 3,5 Milyar di Taman Patung Tirosa (bundaran PU, red) Kota Kupang hingga berita ini ditayangkan belum berfungsi. Kepala Dinas PUPR Kota Kupang, Hengky Ndapamerang yang berusaha dikonfirmasi wartawan malah menghindar.

Pantauan Tim Media ini, Air Mancur ‘Seng’ Menari yang dipasang pada kolam yang mengelilingi Patung Tirosa (Bundaran PU Kota Kupang) hingga saat ini masih tertutup seng (dipagari keliling dengan seng, red). Padahal air mancur tersebut telah diresmikan Walikota Jefri Riwu Kore dan Wakil Gubernur NTT, Joseph Nai Soi pada HUT NTT, tanggal 20 Desember 2020 lalu.

Namun Air Mancur ‘Seng’ Menari tersebut hanya berfungsi pada saat diresmikan hingga beberapa hari pasca diresmikan. Hingga saat ini kolam air mancur itu hanya menampung air hujan dan dipagari keliling dengan seng oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang.

Seperti disaksikan Tim Media ini, Air mancur yang dibangun tepat ditaman senilai Rp 7,8 M hingga saat ini tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Kolam air mancur itu masih dipagari keliling dengan seng yang sempat ambruk saat badai Seroja (tapi buru-buru diperbaiki,red).

Seperti disaksikan Tim Media ini, rumput dan tanaman yang berada di luar pagar seng tampak terawat. Namun keadaan itu tampak bertolak belakang dengan keadaan di dalam pagar seng yang tampak tidak terawat.

Rumput di dalam pagar seng (yang mengelilingi kolam, red) air mancur tersebut tampak tumbuh tak beraturan. Terlihat juga mesin air mancur di sebelah selatan kolam yang tertutup plastik pembungkus mesin. Air kolam yang mengelilingi Patung Tirosa tampak kehijauan dan berlumut (karena menampung air hujan, red).

“Pagar seng itu sempat ambruk saat badai Seroja tapi buru- buru diperbaiki. Pemkot lebih mengutamakan pemagaran kembali air mancur itu ketimbang melakulan penanganan kerusakan di dalam Kota Kupang. Ada apa? Apa ada yang disembunyikan?” bebernya.

Selain itu lanjutnya, mesin air mancur yang dibeli (dari dana CSR Bank NTTsenilai RP 3,5 M, red) juga tidak sesuai spesifikasi. ”Spek mesin air mancur sesuai RAP, buatan Jerman tapi mesin yang dipasang buatan China yang jauh lebih murah. Apakah itu bukan korupsi?” ujarnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Kupang, Hengky Ndapamerang yang berusaha dikonfirmasi Tim Media ini malah menghindar. Ndapamerang menolak panggilan tersebut.

Saat dihubungi Kembali, Ndapamerang mengalihkan panggilan telpon tersebut. Tim media mendatangi Kantor Dinas PUPR Kota Kupang pada Kamis (29/1/21) sore, namun Ndapamerangtelah pulang ke rumahnya. Padahal saat itu baru Pukul 15.00 Wita. “Buku tamunya sudah dibawa masuk karena Pak Kadis sudah pulang,” ujar pria yang bertugas sebagai piket saat diminta buku tamu oleh Tim Media ini.

Seperti diberitakan berbagai media sebelumnya, Pembangunan Taman dengan nilai sekitar Rp 7,8 M tersebut. Sedangkan untuk mesin air mancur diadakan dari dana CSR/Coorparate Sosial Responsibility Bank NTT. Taman dan air mancur yang dinamai Air Mancur Menari tersebut telah diresmikan Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore dan Wakil Gubernur, Joseph Nai Soi pada Hari Ulang Tahun (HUT) NTT pada tanggal 20 Desember 2020 lalu. Namun air mancur tersebut hanya berfungsi beberapa hari setelah diresmikan. *tim

Comments
Loading...