Dinas P&K Provinsi NTT Telah Mendata Kerusakan Sekolah Akibat Badai Siklon Seroja

65

.onlinentt.com-Kupang – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur telah mendata dan memverifikasi sekolah- sekolah yang mengalami kerusakan akibat Badai Seroja tanggal 4-5 April 2021 yang lalu. Selanjutnya data tersebut akan diteruskan ke Direktorat SMA/SMK dan dikoordinasikan dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementrian PUPR.

Demikian disampaikan Kepala Dinas P&K NTT, Linus Lusi saat ditemui tim media ini di Kantor Dinas P&K NTT, selasa, (27/ 04/ 2021).

“Peran Dinas P&K terkait dengan kerusakan bangunan sekolah yaitu menghimpun data- data dari sekolah-sekolah by address, ada di kabupaten mana dan pada tingkatan mana dan kita lanjutkan ke Direktorat SMA dan SMK. Kita juga berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kementrian PUPR. Mereka (Kemendikbud dan Kementerian PUPR, red) akan turun untuk survei dan memastikan apakah kerusakan yang dialami sekolah tergolong berat, sedang atau ringan, dan intervensinya akan seperti apa, ” tandasnya.

Menurut Kadis Linus Lusi, data yang berhasil dihimpun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT menunjukkan, daerah dengan jumlah sekolah terbanyak yang mengalami kerusakan adalah kabupaten Rote Ndao yakni 74 sekolah, disusul Kota Kupang sebanyak 71 sekolah, Kabupaten Sumba Timur sebanyak 71 sekolah, Kabupaten Kupang 59 sekolah, Kabupaten Alor 42 sekolah, Kabupaten Manggarai Timur 14 sekolah, Kabupaten Lembata 11 sekolah, dan Kabupaten Flores Timur 6 Sekolah.

“Berdasarkan data yang berhasil kita himpun secara online dari program yang kita bangun, sampai dengan kemarin total ada 398 sekolah yang mengalami kerusakan, ” ujarnya.

Jumlah ini, lanjut LinusLusi, kemungkinan akan mengalami penambahan karena sampai saat ini ada daerah yang masih mengalami kendala dalam menyampaikan data karena kesulitan dalam akses jaringan komunikasi dan internet. “Data ini kemungkinan akan bertambah karena ada daerah seperti kabupaten Flores Timur dan Lembata yang terlambat memberikan data karena kesulitan komunikasi akibat masalah jaringan” imbuhnya.

Kadis Linus Lusi mengatakan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Pos Pendidikan yang dibentuk di tingkat provinsi sudah menyalurkan bantuan berupa Kit Pendidikan dan tenda ke sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan di daerah yang terdampak badai Seroja. “Dari Kementerian Pendidikan terutama Pos Pendidikan, kita sudah salurkan bantuan seperti kit Pendidikan dan tenda- tenda, ke sekolah-sekolah di Flores Timur, Lembata, dan pulau Timor sejak 2 minggu terakhir ini” jelasnya.

Selain itu, lanjut Linus Lusi, Dinas Sosial Provinsi NTT dengan menggandeng sejumlah NGO di NTT sudah memberikan bantuan dan mendampingi sekolah-sekolah di daerah yang terdampak badai Seroja.
“Dalam menyalurkan bantuan, Dinas Sosial menggandeng NGO seperti Save the Children, WVI, UNICEF, dan Konsorsium, mereka sudah mendampingi sekolah-sekolah di daerah yang terdampak sesuai dengan kebijakan lembaga mereka masing- masing, ” paparnya.

Di akhir penjelasannya terkait data kerusakan sekolah akibat badai Seroja, Kadis P&K Provinsi NTT mengungkapkan, pasca badai Seroja, pihaknya (Dinas P&K) sudah melakukan survei untuk sekolah- sekolah yang berada di Kota Kupang.

“Saya menganjurkan agar sekolah- sekolah yang mengalami kerusakan sedang atau ringan, bahu-membahu antara komite sekolah dan satuan pendidikan setempat untuk melakukan rehabilitasi, agar siswa dan guru tidak mengalami kendala sarana-pra sarana dalam belajar-mengajar,” pinta Linus.

Kemarin itu, lanjut Linus Lusi, ada sekolah seperti STM Negri sudah dipantau oleh Dirjen Vokasi sementara SMA N 4 Kota Kupang sudah melakukan perbaikan pengatapan sekolah.

Sementara itu, kata Kadis P&K NTT itu, untuk sekolah- sekolah yang mengalami kerusakan berat, menurut kadis Lusi, sesuai arahan bapak presiden Joko Widodo dalam kunjungannya di Adonara, akan dibangun oleh Kementrian PUPR kerja sama dengan Kementrian Pendidikan. *tim

Comments
Loading...