Sedangkan etnis Rote, tidak terlalu encer dan ada yang berwarna putih dan merah.
Selain itu, produksinya oleh etnis Sabu tidak diperdagangkan secara meluas.
Di Rote bagian barat, masyarakat setempat memanfaatkan hasil lontar sebagai salah satu sumber pendapatan ekonomi dengan memperdagangkan hasil lontar seperti gula air, gula lempeng dan gula semut ke pulau-pulau di luar NTT dan negara lain, seperti ambon, papua, kalimantan dan negara Democrat Timor Leste, (RDTL).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sedangkan Rote bagian timur, wilayahnya yang cukup subur mereka tidak fokus pada penyadapan lontar. Sebagian kalau masih melakukan penyadapan itu hanya terbatas untuk konsumsi keluarga.
Pulau Ndao, masyarakatnya lebih fokus mata pencahariannya pada perikanan dan kelautan serta menenun motif daerah.
Untuk mengkonsumsi hasil lontar biasanya mereka mendatangkan dari pulau Rote dan Sabu.
Jenis pohon lontar di kabupaten Rote Ndao dalam bahasa latin, disebut, borassus sundaisus Becc.
Etnis Flores menyebutnya, kori atau koli. Orang Sabu menamakan, duwe.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya




















